Dalam sebuah langkah signifikan menuju operasional yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) berhasil melampaui target penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2025. Pencapaian luar biasa ini, yang diumumkan oleh Direktur dan Chief Operating Officer Ronald Gunawan pada Selasa, 3 Februari 2026, didorong oleh implementasi teknologi canggih seperti nitrogen gas blanketing di fasilitas migas Suban, Blok Corridor, Sumatera Selatan, yang secara efektif menekan emisi CO2 hingga 1.100 ton per tahun. Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan komitmen MedcoEnergi terhadap agenda iklim global, tetapi juga menempatkan perusahaan pada jalur yang tepat untuk mencapai ambisi Net Zero Emission pada tahun 2050 dan 2060, melalui pengukuran, pengelolaan, dan pelaporan emisi yang kredibel.
Implementasi sistem nitrogen gas blanketing pada tangki penyimpanan di fasilitas migas Suban, yang berlokasi strategis di Blok Corridor, Sumatera Selatan, merupakan inti dari strategi pengurangan emisi MedcoEnergi. Teknologi ini bekerja dengan cara mengisi ruang kosong di atas cairan dalam tangki penyimpanan dengan gas nitrogen inert. Tujuannya adalah untuk mencegah kontak antara hidrokarbon yang disimpan dengan udara luar, yang dapat memicu penguapan dan pelepasan senyawa organik volatil (VOCs) serta metana, yang merupakan gas rumah kaca (GRK) kuat. Dengan menciptakan lapisan pelindung nitrogen, emisi dapat ditekan secara drastis hingga 1.100 ton setara CO2 setiap tahunnya. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim, setara dengan emisi yang dihasilkan oleh ratusan kendaraan bermotor atau konsumsi energi ribuan rumah tangga.
Langkah progresif ini tidak dilakukan secara mandiri, melainkan melalui Medco E&P Grissik Ltd., anak usaha MedcoEnergi yang memiliki peran vital dalam operasional hulu migas perusahaan. Ronald Gunawan menegaskan bahwa komitmen MedcoEnergi jauh melampaui sekadar penurunan emisi. “Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” kata Ronald dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan upaya keberlanjutan. Ini berarti MedcoEnergi tidak hanya fokus pada hasil akhir pengurangan emisi, tetapi juga pada metodologi yang digunakan untuk mencapai, memverifikasi, dan mengkomunikasikan hasil tersebut kepada pemangku kepentingan, memastikan data yang disajikan dapat dipercaya dan sesuai dengan standar internasional.
Sinergi Efisiensi Operasional dan Tanggung Jawab Iklim
Inisiatif seperti nitrogen gas blanketing di Suban menjadi perwujudan nyata dari komitmen MedcoEnergi untuk menjalankan operasi yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan selaras dengan agenda iklim global. Ronald menjelaskan bahwa hasil pengurangan emisi gas rumah kaca ini membuktikan bahwa penurunan emisi dan peningkatan efisiensi operasional dapat berjalan beriringan, bahkan saling mendukung. Pengurangan emisi seringkali berarti optimalisasi proses, pengurangan kebocoran, dan pemanfaatan sumber daya yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas. Ini menciptakan sebuah siklus positif di mana investasi dalam teknologi rendah emisi tidak hanya memenuhi tanggung jawab lingkungan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
Komitmen MedcoEnergi terhadap tata kelola emisi yang kuat semakin dipertegas dengan keikutsertaannya dalam Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0. OGMP 2.0 adalah standar global yang dikembangkan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Climate and Clean Air Coalition, yang mendorong transparansi dan akurasi yang lebih tinggi dalam pengukuran serta pelaporan emisi metana dari sektor minyak dan gas. Metana, sebagai gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global 25 kali lebih besar dari CO2 dalam periode 100 tahun, menjadi fokus krusial dalam upaya mitigasi iklim. Dengan berpartisipasi dalam OGMP 2.0, MedcoEnergi menempatkan diri sejajar dengan perusahaan energi global terkemuka lainnya, yang mengedepankan akuntabilitas data yang ketat dan tata kelola emisi yang kuat. Ini menunjukkan kesediaan MedcoEnergi untuk mematuhi praktik terbaik internasional dan berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi emisi metana yang sulit diukur.
Ronald Gunawan lebih lanjut menekankan bahwa pengurangan emisi metana bagi MedcoEnergi bukan sekadar soal kepatuhan terhadap regulasi atau penerapan teknologi semata, melainkan esensi dari bagaimana perusahaan menjalankan operasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Filosofi ini mencerminkan pergeseran paradigma di industri energi, dari sekadar eksploitasi sumber daya menjadi penyeimbang antara kebutuhan energi dan perlindungan lingkungan. Inisiatif-inisiatif di lapangan, seperti yang diterapkan di Suban, diklaim memberikan dampak nyata bagi lingkungan, mulai dari peningkatan kualitas udara lokal hingga perlindungan ekosistem. Selain itu, upaya ini juga memperkuat ketahanan energi perusahaan. Dengan mengurangi jejak karbon dan mematuhi standar lingkungan yang semakin ketat, MedcoEnergi tidak hanya mengamankan “izin sosial untuk beroperasi” (social license to operate), tetapi juga memitigasi risiko regulasi di masa depan, menarik investasi hijau, dan memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Melampaui Target dan Menuju Net Zero Emission
Kinerja MedcoEnergi dalam pengurangan emisi pada tahun 2025 telah melampaui ekspektasi. Sepanjang tahun 2025 lalu, perusahaan berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 lebih dari 1,5 juta ton CO2e dibandingkan tahun dasar 2019. Angka ini secara signifikan melampaui target perusahaan untuk tahun 2025, yang ditetapkan sebesar 1,08 juta ton CO2e, atau setara dengan 20% dari total emisi tahun dasar 2019. Pencapaian ini merupakan bukti nyata efektivitas strategi dan inisiatif yang telah diterapkan di seluruh wilayah operasi, baik di Indonesia maupun pada aset internasional. Keberhasilan ini juga menempatkan MedcoEnergi pada jalur yang sesuai untuk mencapai target interim pada tahun 2030, yang merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju ambisi Net Zero Emission.

















