Sebuah gelombang kejutan kembali menyapu jagat publik global menyusul rilis jutaan berkas terbaru yang terkait dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Dokumen-dokumen ini, yang sebagian besar berupa email, telah memicu gelombang kontroversi dan pengawasan intensif, terutama setelah nama pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, dilaporkan muncul setidaknya 169 kali dalam korespondensi tersebut. Rilis masif ini, yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas perintah Kongres AS pada Jumat lalu, secara efektif membuka tabir lebih jauh ke dalam jaringan elit global Epstein, memunculkan pertanyaan mendalam tentang siapa saja yang berinteraksi dengannya, mengapa, dan sejauh mana keterlibatan mereka dalam lingkaran gelap tersebut. Kemunculan nama seorang figur spiritual setinggi Dalai Lama dalam konteks ini telah menjadi sorotan utama, memicu perdebatan sengit di seluruh dunia.
Penyebutan berulang Dalai Lama dalam “Epstein Files” ini secara langsung menarik perhatian di tengah pengawasan yang lebih luas terhadap individu-individu terkemuka dan elit global yang namanya tercantum dalam kumpulan dokumen terbaru. Berkas-berkas ini, yang telah lama dinanti-nantikan oleh jurnalis investigatif, akademisi, dan penegak hukum, merupakan sumber penting untuk mengungkap fakta-fakta yang selama ini tersembunyi di balik skandal Jeffrey Epstein dan jejaring relasinya yang luas. Ini bukan sekadar daftar nama, melainkan sebuah arsip besar yang berpotensi membuka tabir kejahatan yang lebih dalam dan menguak keterlibatan figur-figur berpengaruh, bahkan setelah kematian Epstein yang kontroversial di penjara New York pada tahun 2019.
Menurut laporan awal yang beredar luas, beberapa email yang bertanggal Oktober 2012 secara spesifik mencakup referensi yang mengindikasikan bahwa pemimpin spiritual Tibet tersebut tidak hanya bertemu dengan Epstein, tetapi juga diharapkan untuk menghadiri sebuah acara bersamanya. Detail ini sangat krusial, karena menunjukkan potensi interaksi langsung dan terencana antara Dalai Lama dan Epstein. Lebih lanjut, media Eropa Nexta TV mengklaim bahwa individu-individu yang digambarkan sebagai pengikut atau lingkaran dalam Dalai Lama mungkin juga telah melakukan pertemuan dengan Epstein. Jika klaim ini terbukti benar, hal itu akan memperluas cakupan dugaan hubungan tersebut, menunjukkan kemungkinan adanya koneksi yang lebih terstruktur atau berkelanjutan antara lingkaran Dalai Lama dan Epstein.

















