Di tengah sorotan publik yang mengarah pada pengakuan Denada terhadap Ressa Rizky Rosano sebagai anak kandungnya, sebuah narasi baru mengemuka, mengungkap sisi lain dari masa lalu Ressa yang sebelumnya tak banyak terekspos. Munculnya sosok Dini Kurnia, yang mengaku sebagai mantan istri siri Ressa, telah memicu berbagai pertanyaan mengenai kompleksitas hubungan dan niat di balik pengungkapan cerita ini ke publik. Pengakuan Ressa mengenai pernikahan siri di usia SMA dan perceraian saat anaknya lahir, serta klaimnya bahwa hubungan dengan sang mantan istri dan buah hati berjalan baik, kini dihadapkan pada tudingan adanya “niat licik” dari Dini yang diduga ingin memanfaatkan popularitas Ressa yang sedang menanjak.
Pengakuan Mengejutkan: Pernikahan Siri dan Kehidupan Anak yang Terungkap
Perjalanan Ressa Rizky Rosano untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak kandung dari Denada, penyanyi rap yang dikenal di era 2000-an, telah menarik perhatian luas. Namun, di balik drama pengakuan tersebut, terungkap fakta mengejutkan mengenai kehidupan pribadi Ressa. Ia tidak menyangkal bahwa dirinya pernah melangsungkan pernikahan secara siri dengan seorang wanita bernama Dini ketika usianya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Pernikahan yang terjadi di usia muda ini berakhir dengan perceraian tepat pada saat anak mereka lahir. Ressa menegaskan bahwa meskipun telah berpisah, hubungan antara dirinya, sang mantan istri, dan buah hati mereka tetap terjalin baik. Ia secara rutin bertemu dengan anaknya dan tidak pernah lalai dalam memberikan nafkah. Pernyataan ini, yang disampaikan oleh Ressa dan dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada, menjadi titik awal pengungkapan cerita yang lebih dalam.
Tuduhan “Niat Licik” dan Pencarian Panggung Publik
Kemunculan Dini Kurnia ke hadapan publik secara tiba-tiba menjadi sorotan utama, menimbulkan pertanyaan mengenai motif di baliknya. Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyatakan keheranan dan kecurigaan terhadap langkah Dini. Menurut Ronald, Dini sebelumnya pernah meminta agar kisah pernikahannya dengan Ressa tidak diungkap ke publik dan lebih baik disembunyikan. Pernyataan ini diperkuat dengan kutipan Ronald, “Saya jangan dilibatkan ya dengan persoalan ini’, artinya saya sampai soal pernikahannya dengan Ressa jangan dinyatakan ya toh, jangan dilibatkan.” Namun, kini, di saat Ressa mulai mendapatkan perhatian publik dan bahkan potensi rezeki dari pengakuan Denada, Dini justru muncul ke media sosial. Situasi ini membuat Ressa dan tim kuasa hukumnya berkesimpulan bahwa Dini memiliki “niat licik” dan ingin memanfaatkan momen popularitas Ressa untuk mencari panggung atau yang dikenal sebagai “pansos” (panjat sosial). “Lucunya sekarang Ressa dapat panggung, Ressa dapat rezeki dan sebagainya,” ujar Ronald Armada, menambahkan, “Dia (Ressa) ini setiap hari ketemu dengan anaknya. Dia sudah memberikan nafkah. Cuma si orang ini mau mencari panggung di sini. Pansos, mau memanfaatkan Ressa ya.”
Lebih lanjut, pihak kuasa hukum Ressa juga mengklarifikasi bahwa pihak yang menginginkan perpisahan dalam pernikahan tersebut adalah Dini, bukan Ressa. Ronald Armada bahkan mengisyaratkan adanya alasan kuat di balik keputusan Dini untuk mengakhiri pernikahan, yang berpotensi membongkar “tindakan amoral” yang dilakukan oleh Dini, yang jika dibedah lebih dalam, bisa berujung pada Ressa yang mendapatkan hak asuh anak. “Kenapa kok dia pisah? Nanti kalau dia membedah masalah itu, anaknya nanti akan diasuh Ressa lo. Karena tindakan amoral yang dilakukan, nanti bisa saya buktikan,” tegas Ronald Armada.
Denada Mengakui dan Meminta Maaf
Di tengah riuh rendahnya pengungkapan masa lalu Ressa, Denada akhirnya secara resmi memberikan pengakuan dan permintaan maaf. Pada Selasa (2/2/2026), Denada mengunggah pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, @denadaindonesia, yang mengkonfirmasi bahwa Ressa Rizky Rosano adalah anak kandungnya. Dalam pernyataannya, Denada mengungkapkan penyesalan mendalam karena baru mengakui Ressa sebagai darah dagingnya setelah perseteruan tersebut menjadi viral. Ia mengakui kesalahannya yang menyebabkan Ressa tidak dapat tumbuh bersamanya sejak bayi, dengan alasan kondisi psikisnya yang tidak memungkinkan pada saat itu. “Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” tutur Denada dalam unggahannya.
Denada juga menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan dalam memberitahukan status ibu kandungnya kepada Ressa. “Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini saya memberitahukan Resa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya,” tambahnya. Dengan segala kerendahan hati, Denada berharap dapat memperoleh maaf dari putranya dan diterima sebagai ibu kandungnya, meskipun ia menyadari segala kekurangannya. “Saya cuma bisa berdoa dan berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” pungkas Denada.
Latar Belakang Pernikahan Siri di Usia Belia
Kabar mengenai pernikahan siri Ressa Rizky Rosano yang terjadi saat ia masih berusia sangat muda, bahkan disebut-sebut baru berumur 17 tahun, telah memancing perhatian publik. Fakta ini muncul di tengah fokus netizen yang sebelumnya hanya tertuju pada kasus pengakuan anak. Pernikahan di usia belia ini, yang terjadi secara siri dengan seorang wanita bernama Dini, menggarisbawahi kompleksitas kehidupan Ressa yang jauh dari gambaran publik yang selama ini diketahui. Perceraian yang terjadi tepat saat kelahiran anak mereka menandai akhir dari babak pernikahan tersebut, namun tidak serta merta mengakhiri hubungan emosional dan tanggung jawab sebagai orang tua. Ressa sendiri mengakui bahwa hubungannya dengan sang mantan istri dan anak mereka berjalan baik, dengan pertemuan rutin dan pemberian nafkah yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk menjaga keutuhan keluarga meskipun dalam struktur yang berbeda.
Implikasi Pengungkapan dan Potensi Konflik
Munculnya Dini Kurnia ke publik dengan klaim sebagai mantan istri siri Ressa Rizky Rosano, di tengah proses pengakuan anak oleh Denada, membuka potensi konflik baru. Tudingan “niat licik” dan “pansos” yang dilontarkan oleh tim kuasa hukum Ressa menunjukkan adanya ketidakpercayaan terhadap motif Dini. Jika benar Dini memiliki niat untuk memanfaatkan popularitas Ressa, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi semua pihak yang terlibat, terutama bagi anak yang menjadi saksi bisu dari drama orang dewasa. Sementara itu, pengakuan Denada yang tulus dan penuh penyesalan, meskipun terlambat, setidaknya membuka jalan bagi rekonsiliasi dengan Ressa. Namun, bagaimana Dini akan merespons tudingan yang dilayangkan kepadanya, dan bagaimana dinamika hubungan antara Ressa, Denada, dan Dini akan berkembang, masih menjadi pertanyaan yang menarik untuk diikuti. Kasus ini menyoroti betapa rumitnya hubungan keluarga, terutama ketika melibatkan pernikahan di usia muda, perceraian, dan pengakuan anak yang tertunda, serta potensi kepentingan pribadi yang dapat mewarnai setiap pengungkapan.




















