- Indeks Nikkei (Jepang): Mengalami koreksi tajam sebesar 331,89 poin atau 0,61 persen ke level 53.961,50.
- Indeks Shanghai (Tiongkok): Melemah 30,94 poin atau 0,75 persen menuju posisi 4.071,26.
- Indeks Hang Seng (Hong Kong): Terperosok 219,13 poin atau 0,82 persen ke level 26.628,18.
- Indeks Strait Times (Singapura): Turun tipis 9,50 poin atau 0,19 persen ke posisi 4.955,99.
Di pasar global, investor juga tengah mencermati rilis data ekonomi dari kawasan Eropa. Penjualan ritel (retail sales) di zona Euro untuk periode Desember 2025 diproyeksikan tumbuh 2,3 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan 2 persen pada bulan sebelumnya. Selain itu, perhatian tertuju pada pertemuan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,15 persen dengan deposit facility rate di angka 2 persen. Sementara itu, BoE diprediksi tetap mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen untuk menjaga stabilitas inflasi di Inggris. Keputusan-keputusan bank sentral utama dunia ini akan menjadi kompas bagi investor dalam menilai arah likuiditas global yang pada akhirnya akan memengaruhi minat investasi di pasar negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG dibuka di zona hijau, tantangan di sepanjang hari perdagangan Kamis ini tetap besar. Kombinasi antara data pertumbuhan ekonomi domestik yang krusial, kebijakan internal mengenai free float, serta tekanan dari bursa regional yang memerah menciptakan lanskap pasar yang kompleks. Pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan level-level teknis penting dan menjaga diversifikasi aset guna memitigasi risiko volatilitas yang mungkin timbul pasca-pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik siang nanti.

















