Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, masyarakat Indonesia menunjukkan optimisme yang membubung tinggi terhadap masa depan, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Sebuah survei komprehensif yang dirilis baru-baru ini mengungkapkan bahwa mayoritas warga Tanah Air sangat yakin akan mengalami peningkatan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Temuan ini, yang berasal dari Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang digagas oleh perusahaan kesehatan dan kebugaran global, Herbalife, tidak hanya menyoroti kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas hidup, tetapi juga mengindikasikan adanya pemberdayaan diri yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: sejauh mana keyakinan ini terwujud dalam tindakan nyata, dan faktor apa saja yang mendorong serta menghambat pencapaiannya?
Optimisme Ganda: Pilar Ekonomi dan Kesehatan yang Kokoh
Hasil Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan oleh Herbalife menyajikan gambaran yang sangat positif mengenai pandangan masyarakat Indonesia terhadap masa depan. Setidaknya, 8 dari 10 orang Indonesia, atau tepatnya 81 persen responden, menyatakan keyakinan yang kuat bahwa kesejahteraan ekonomi mereka akan mengalami peningkatan signifikan dalam 12 bulan mendatang. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari harapan dan perencanaan yang matang untuk memperbaiki kondisi finansial.
Untuk mewujudkan optimisme ekonomi ini, masyarakat Indonesia telah merancang strategi konkret. Sebanyak 67 persen responden berencana untuk secara aktif mengurangi pengeluaran pada barang-barang yang dianggap tidak esensial. Ini menunjukkan adanya kesadaran akan prioritas dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian gaya hidup demi mencapai stabilitas ekonomi yang lebih baik. Lebih lanjut, hampir separuh dari responden, yakni 47 persen, bahkan berani mengambil langkah lebih jauh dengan berencana untuk memulai usaha. Inisiatif ini mengindikasikan semangat kewirausahaan yang tinggi dan keinginan untuk menciptakan sumber pendapatan baru serta kemandirian finansial.
Dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan ekonomi ini, dua faktor utama memegang peranan penting. Keluarga menjadi fondasi utama bagi 76 persen responden, menunjukkan bahwa motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang terkasih menjadi pendorong kuat. Sementara itu, tujuan pribadi juga menjadi inspirasi yang signifikan bagi 66 persen responden, menandakan adanya dorongan internal untuk pengembangan diri dan pencapaian aspirasi pribadi.
Kesehatan sebagai Investasi Utama: Kesadaran yang Meningkat
Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan juga menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Survei ini mengungkapkan bahwa angka yang lebih tinggi lagi, yaitu 86 persen responden, menyatakan optimisme terhadap peningkatan kondisi kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam 12 bulan ke depan. Angka ini secara konsisten muncul dalam berbagai temuan survei, mengukuhkan bahwa kesehatan kini menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Lebih dari sekadar optimisme, 58 persen orang Indonesia merasa memiliki pemberdayaan diri yang memadai untuk mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Perasaan diberdayakan ini menjadi kunci penting, karena menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berharap, tetapi juga merasa mampu mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan perubahan positif. Keyakinan ini menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan kesehatan di era modern.
Untuk mendukung tercapainya tujuan kesehatan tersebut, responden telah merencanakan berbagai tindakan yang akan mereka ambil dalam kurun waktu 12 bulan mendatang. Tindakan yang paling banyak direncanakan adalah meluangkan lebih banyak waktu untuk berolahraga, dengan persentase mencapai 64 persen. Ini menunjukkan pergeseran paradigma, di mana olahraga tidak lagi dianggap sebagai pilihan, melainkan sebagai kebutuhan esensial. Selain itu, 61 persen responden bertekad untuk menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok atau mengonsumsi makanan tidak bergizi secara berlebihan. Upaya konkret lainnya adalah menyiapkan makanan yang lebih sehat, yang direncanakan oleh 45 persen responden, menandakan adanya perhatian lebih pada asupan nutrisi sehari-hari.
Meskipun demikian, perjalanan menuju kesehatan yang optimal tidak lepas dari tantangan. Survei ini juga mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi oleh responden. Sebanyak 59 persen responden mengaku mengalami kesulitan akibat kurangnya disiplin diri. Disiplin menjadi faktor krusial dalam mempertahankan gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Selain itu, 41 persen responden mengidentifikasi kurangnya waktu sebagai hambatan utama. Jadwal yang padat dan tuntutan aktivitas sehari-hari seringkali menjadi alasan mengapa sulit untuk menyisihkan waktu bagi olahraga atau persiapan makanan sehat.
Pengusaha: Sinergi Kesehatan dan Keberhasilan Finansial
Menariknya, temuan survei ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara status kewirausahaan dengan tingkat keyakinan terhadap kesehatan dan ekonomi. Data regional yang komprehensif, yang melibatkan 8.505 responden di 11 pasar Asia Pasifik, termasuk 2.245 pengusaha, memberikan wawasan mendalam. Di Indonesia, tingkat keyakinan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan jauh lebih tinggi di kalangan pengusaha, yaitu 76 persen, dibandingkan dengan non-pengusaha yang berada di angka 66 persen.
Fenomena ini menggarisbawahi bagaimana kesuksesan dalam dunia bisnis dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kemampuan untuk menjaga kesehatan. Pengusaha, yang seringkali dituntut untuk memiliki stamina fisik dan mental yang prima, cenderung lebih memprioritaskan kesejahteraan mereka. Mereka melihat kesehatan bukan sebagai beban, melainkan sebagai aset penting yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha.
Lebih lanjut, pengusaha di Indonesia juga menunjukkan optimisme ekonomi yang sangat kuat. Sebanyak 84 persen dari mereka mengharapkan peningkatan kesejahteraan finansial dalam 12 bulan mendatang, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan 76 persen dari kalangan non-pengusaha. Sinergi antara keyakinan ekonomi yang tinggi dan fokus pada kesehatan ini menciptakan siklus positif, di mana keberhasilan finansial memfasilitasi investasi pada kesehatan, dan kesehatan yang prima mendukung pencapaian keberhasilan finansial yang lebih besar.
Pemberdayaan Diri: Kunci Menuju Kesejahteraan Holistik
Director & General Manager of Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyoroti pencapaian masyarakat Indonesia dalam survei ini sebagai sebuah kebanggaan. Ia menekankan bahwa responden Indonesia termasuk dalam kategori negara di mana mayoritas (58 persen) menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah. Hal ini, dikombinasikan dengan tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi (48 persen) di wilayah APAC, menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang kuat akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Oktrianto juga menggarisbawahi korelasi kuat antara pemberdayaan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Individu yang merasa sangat diberdayakan untuk membuat keputusan yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, secara alami juga cenderung menunjukkan tingkat pemberdayaan kesehatan yang lebih besar. “Hal ini mengilustrasikan bahwa keyakinan dalam pengambilan keputusan finansial sangat terkait dengan keyakinan dalam mengelola kesehatan pribadi,” jelasnya. Dengan kata lain, ketika seseorang merasa memiliki kontrol atas kehidupannya dalam satu aspek, seperti keuangan, ia cenderung merasa memiliki kontrol yang sama dalam aspek lain, seperti kesehatan.
Temuan ini memberikan harapan besar bagi masa depan Indonesia. Optimisme yang tinggi, ditambah dengan rencana tindakan yang konkret dan perasaan diberdayakan, menjadi fondasi yang kokoh untuk mencapai kesejahteraan holistik. Tantangan seperti kurangnya disiplin dan waktu memang ada, namun kesadaran yang meningkat dan dorongan dari lingkungan, seperti keluarga, diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk terus bergerak maju, mewujudkan impian ekonomi dan meraih kualitas hidup yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

















