Sebuah misteri berbalut kontroversi telah mengguncang jagat maya, menyeret nama besar YouTuber Reza Arap dan mendiang kekasihnya, Lula Lahfah. Pusat pusaran perhatian publik adalah kemunculan sebuah tabung gas berwarna merah muda, dikenal sebagai Whip Pink, yang terekam dalam sebuah vlog Reza Arap. Penemuan tak terduga ini, yang kemudian memicu spekulasi liar mengenai potensi penyalahgunaan zat, semakin memanas ketika video tersebut tiba-tiba dihapus dari platform YouTube. Kejadian ini sontak memicu reaksi keras dari sejumlah selebriti dan influencer, termasuk Awkarin dan Dara Arafah, yang mempertanyakan motif di balik penghapusan vlog tersebut. Lebih lanjut, tabung serupa juga ditemukan di lokasi kematian tragis Lula Lahfah di apartemennya di Jakarta Selatan, menambah lapisan kompleksitas pada kasus yang belum terpecahkan ini dan menyisakan banyak pertanyaan tak terjawab di benak publik.
Whip Pink, merek dagang untuk tabung gas kecil yang mengandung Nitrous Oxide (N₂O), sejatinya merupakan produk yang memiliki fungsi vital dalam berbagai industri. Dalam sektor kuliner, gas ini banyak digunakan sebagai pendorong untuk membuat krim kocok, memberikan tekstur ringan dan mengembang pada hidangan. Selain itu, N₂O juga dikenal luas dalam dunia medis sebagai anestesi dan pereda nyeri. Namun, di balik kegunaan legalnya, N₂O memiliki sisi gelap yang kerap disalahgunakan. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, telah berulang kali memperingatkan tentang penyalahgunaan gas N₂O sebagai zat rekreatif. Menurutnya, gas ini seringkali disalahgunakan oleh masyarakat, terutama kalangan muda, untuk mendapatkan sensasi euforia atau “kesenangan” yang efeknya dirasakan sangat cepat. Efek stimulan yang tinggi dari gas ini, jika dihirup secara berlebihan atau tidak tepat, dapat berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Kemunculan tabung Whip Pink berukuran besar dalam vlog Reza Arap, yang menunjukkan suasana di dalam rumahnya, langsung memantik kecurigaan dan spekulasi di kalangan warganet, mengingat reputasi gas ini yang kerap dikaitkan dengan isu penyalahgunaan.
Kontroversi ini semakin menguat setelah vlog yang menampilkan tabung Whip Pink itu tiba-tiba dihapus. Video yang diposting pada 20 Januari 2026 lalu, menampilkan Martha Graciela atau Guraisu (Grace) sedang berswafoto bersama seorang pria di kediaman Reza Arap. Di latar belakang adegan tersebut, dengan jelas terlihat sebuah tabung Whip Pink. Penghapusan mendadak ini, tak lama setelah video tersebut menjadi viral dan memicu perbincangan hangat, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warganet dan selebriti. Awkarin, seorang influencer yang dikenal vokal, segera menanggapi insiden ini melalui akun Instagram pribadinya. Ia secara terbuka mempertanyakan alasan di balik keputusan “take down” video tersebut. “Kalau emang gaada apa-apa. Kenapa harus ditake down vlognya? Sekarang ngerti kan?” tulis Awkarin, menyiratkan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Senada dengan Awkarin, sahabat mendiang Lula Lahfah, Dara Arafah, juga turut menyuarakan keheranannya. Ia bahkan mengajak pengikutnya yang telah merekam layar (screen record) video tersebut untuk “angkat tangan,” mengindikasikan bahwa banyak bukti telah tersimpan sebelum video dihapus. Ungkapan-ungkapan ini secara kolektif menyindir Reza Arap dan menambah tekanan publik untuk mendapatkan klarifikasi yang jujur.
Misteri Kematian Lula Lahfah dan Jejak Whip Pink
Sebelum kemunculan tabung Whip Pink di vlog Reza Arap, benda serupa telah menjadi bagian dari investigasi kasus kematian Lula Lahfah. Lula Lahfah ditemukan tak bernyawa di kamar lantai 25 Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengungkapkan bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan tabung Whip Pink di kamar Asiah, asisten rumah tangga (ART) Lula. Penemuan ini segera menjadi sorotan, terutama setelah hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya DNA saudari LL pada tabung gas Whip Pink tersebut. Meskipun demikian, AKBP Iskandarsyah menekankan bahwa pihak kepolisian tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian Lula Lahfah. Hal ini dikarenakan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi pada jenazah Lula, sebuah keputusan yang menghambat upaya penegak hukum untuk mendapatkan jawaban medis yang definitif mengenai penyebab kematian. Ketiadaan autopsi meninggalkan celah besar dalam penyelidikan, membiarkan spekulasi terus berkembang mengenai apakah tabung Whip Pink tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan meninggalnya Lula.
Kronologi penemuan jasad Lula Lahfah, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai detik-detik sebelum tragedi. Pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 21.58 WIB, Asiah, ART Lula, terekam CCTV masuk ke lift untuk turun ke lobi apartemen guna mengambil titipan. Kala itu, Lula Lahfah diketahui sedang berada di rumah sakit bersama rekannya. Hanya dua menit berselang, pada pukul 22.00 WIB, CCTV lobi merekam Asiah membawa sebuah bungkusan yang kemudian diidentifikasi sebagai tabung Whip Pink. “Saudari A sudah menempatkan di suatu posisi untuk barang tersebut. Saudari LL kembali ke unit. Untuk aktivitas pada hari itu selesai,” terang AKBP Iskandarsyah. Keesokan harinya, Jumat, 23 Januari 2026, dari pagi hingga pukul 17.44 WIB, Lula tidak terlihat beraktivitas di apartemen, padahal biasanya ia rutin berolahraga pagi. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan dari Asiah. ART tersebut kemudian turun ke bawah, terlihat dari CCTV lobi, mencoba mencari pertolongan karena tidak dapat membuka pintu unit kamar Lula dan tidak mendapatkan respons. Asiah berkomunikasi dengan sekuriti apartemen. “Sekuriti karena tidak bisa membuka pintu oleh karena itu memanggil bantuan engineering apartemen, dengan seizin ART,” kata Iskandarsyah. Pukul 17.47 WIB, berdasarkan keterangan saksi, kamar terkunci dari dalam. Engineering apartemen akhirnya membuka kunci secara paksa, dan di sanalah saudari LL ditemukan tergeletak terbujur kaku.
Reaksi Publik dan Sorotan Terhadap Penghapusan Vlog
Penemuan tabung Whip Pink di rumah Reza Arap dalam vlog yang kemudian dihapus, ditambah dengan fakta bahwa benda serupa juga ditemukan di lokasi kematian Lula Lahfah, telah memantik spekulasi baru

















