Penyanyi muda berbakat, Bernadya Ribka, tengah bersiap menggemparkan industri musik Tanah Air dengan karya terbarunya. Setelah sukses memukau pendengar dengan album perdana “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” dan mini album “Terlintas”, Bernadya kini membocorkan detail mengenai album penuh kedua yang dijanjikan akan membawa nuansa berbeda secara drastis. Pengumuman ini disambut antusias oleh para penggemar yang penasaran dengan evolusi musikal dan personal sang artis. Album baru ini, yang kabarnya akan diluncurkan pada awal tahun 2026, bukan hanya sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah cerminan dari fase kehidupan baru Bernadya, menandai pergeseran signifikan dari citra melankolis yang selama ini melekat padanya. Dengan dukungan produser ternama seperti Petra Sihombing dan Rendy Pandugo, serta arahan vokal dari Kamga, Bernadya optimis dapat menyajikan karya yang lebih matang dan personal, sekaligus meninggalkan jejak kegelapan masa lalu menuju terang kebahagiaan yang belum sepenuhnya terungkap.
Transformasi Musikal dan Personal: Meninggalkan Era ‘Hitam-hitam’ Menuju Kebahagiaan
Bernadya Ribka, yang dikenal dengan gaya minimalis dan warna musik yang sarat nuansa melankolis, kini siap untuk meninggalkan citra ‘serba hitam’ yang telah melekat kuat pada dirinya. Pengumuman mengenai album penuh kedua ini menjadi penanda awal dari sebuah transformasi besar dalam konsep dan warna musiknya. “Ini cukup berbeda, albumnya sekarang soal fase baru hidupku,” ungkap Bernadya dalam sebuah kesempatan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/2). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa album mendatang akan menjadi sebuah cerminan dari pengalaman dan perjalanan emosional Bernadya yang telah berkembang. Ia secara tegas menyatakan, “Ya, gak hitam-hitam lagi. Gak seperti inilah,” yang menunjukkan niatnya untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kesedihan dan kegelapan yang mendominasi karya-karyanya sebelumnya. Pergeseran ini bukan hanya sekadar perubahan estetika visual, tetapi juga merupakan refleksi mendalam dari pertumbuhan pribadinya.
Mini album sebelumnya, “Terlintas”, yang dirilis setelah dua singel sukses “Apa Mungkin” dan “Masa Sepi”, telah memberikan gambaran awal tentang kedalaman emosi Bernadya. Album tersebut terdiri dari lima trek, dengan penambahan tiga lagu baru yang semakin memperkaya narasi kesedihan dan kerinduan. Namun, album penuh kedua ini diproyeksikan akan menjadi sebuah lompatan besar. Berbeda dengan album perdana “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” yang sukses besar namun tetap berakar pada tema-tema berat, album baru ini digadang-gadang akan menawarkan perspektif yang lebih cerah. Bernadya sendiri membocorkan bahwa album ini secara garis besar akan mengusung tema ‘Cherophobia: Ketakutan akan Kebahagiaan’. Ini adalah sebuah eksplorasi yang unik dan berani tentang kompleksitas emosi manusia, di mana kebahagiaan itu sendiri bisa menjadi sumber kecemasan. “Ini tentang apa yang aku rasakan,” tambah Bernadya, menegaskan bahwa album ini adalah sebuah curahan hati yang sangat personal.
Kolaborasi Musikal dan Ekspektasi Tanpa Beban
Dalam proses kreatif penggarapan album penuh kedua ini, Bernadya tidak bekerja sendirian. Ia melibatkan sejumlah produser musik ternama yang telah terbukti kiprahnya dalam industri. Dua nama yang secara spesifik disebut adalah Petra Sihombing dan Rendy Pandugo. Kolaborasi dengan musisi dan produser sekaliber mereka diharapkan dapat memberikan warna dan sentuhan baru yang segar pada karya-karya Bernadya. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai penata musik, tetapi juga sebagai mitra dalam mengeksplorasi ide-ide baru dan mendorong batasan artistik Bernadya.
Lebih lanjut, ini adalah pertama kalinya Bernadya mendapatkan bantuan dari seorang vocal director, yaitu Kamga, selama proses rekaman. Pengalaman ini diakui sangat membantunya. “Aku terbantu karena ada vocal director, jadi lebih maksimal saat rekaman,” ucapnya. Bantuan profesional dalam mengasah kualitas vokal ini menunjukkan keseriusan Bernadya dalam menyajikan performa terbaiknya di album baru ini. Ia ingin memastikan setiap nada dan nuansa vokal tersampaikan dengan sempurna, sejalan dengan tema dan emosi yang ingin ia eksplorasi.
Meskipun album pertamanya, “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”, meraih kesuksesan yang luar biasa dan mendapatkan apresiasi tinggi dari publik, Bernadya bertekad untuk tidak terlalu terbebani oleh ekspektasi. Ia menekankan keinginannya untuk menulis lagu-lagu tanpa tekanan yang berlebihan. “Doakan, ya,” tutupnya, dengan nada penuh harapan. Filosofi ini penting baginya untuk menjaga keaslian dan spontanitas dalam proses kreatif. Ia ingin karyanya tetap lahir dari hati, bukan dari tuntutan pasar atau kesuksesan masa lalu. Pendekatan tanpa ekspektasi yang berlebihan ini memungkinkan Bernadya untuk lebih bebas bereksperimen dan mengekspresikan dirinya secara otentik.
Penanda Awal Era Baru: ‘Kita Buat Menyenangkan’ dan Kode Kebahagiaan
Sebelum peluncuran album penuh keduanya, Bernadya telah memberikan sinyal kuat tentang pergeseran musikalnya melalui perilisan lagu terbaru yang berjudul ‘Kita Buat Menyenangkan’ di awal tahun 2026. Lagu ini secara eksplisit menandai lahirnya warna musik baru dari dirinya, sebuah penanda yang jelas bahwa era kegelapan yang identik dengan album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” mulai ditinggalkan. Lirik dan melodi dalam lagu ini seolah menyimpan kode atau petunjuk tentang sebuah era kebahagiaan yang belum sepenuhnya terungkap ke publik.
‘Kita Buat Menyenangkan’ bukan sekadar lagu biasa, melainkan sebuah pernyataan artistik yang berani. Lagu ini menjadi jembatan antara masa lalu Bernadya yang melankolis dan masa depannya yang lebih cerah. Pergeseran yang ditunjukkan dalam lagu ini menyisakan teka-teki menarik tentang bagaimana Bernadya akan mengeksplorasi tema kebahagiaan dalam album penuhnya nanti. Ini adalah sebuah langkah strategis yang berhasil membangun antisipasi dan rasa penasaran di kalangan penggemar.
Secara keseluruhan, transformasi musik Bernadya di awal tahun 2026 ini dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju sebuah rahasia. Ini adalah sebuah langkah berani yang menunjukkan kedewasaan artistik dan personalnya. Ia siap untuk beranjak dari kegelapan masa lalu, yang mungkin telah memberinya pelajaran berharga, menuju sesuatu yang jauh lebih cerah dan penuh harapan. Album penuh kedua ini diprediksi akan menjadi sebuah babak baru yang signifikan dalam perjalanan karier Bernadya Ribka, membuktikan kemampuannya untuk berevolusi dan terus mengejutkan para penikmat musik dengan karya-karya yang relevan dan mendalam.

















