Dalam sebuah pencapaian finansial yang monumental, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru-baru ini mengumumkan rekor pembagian dividen sebesar Rp 225 triliun kepada para pemegang sahamnya selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Angka fantastis ini, yang diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, pada Kamis, 5 Februari 2026, dalam agenda Paparan Kinerja Kuartal IV 2025, tidak hanya merefleksikan kinerja keuangan perusahaan yang solid, tetapi juga menegaskan peran strategisnya sebagai pilar ekonomi negara sejak awal pendiriannya sebagai bank milik negara. Kontribusi ini meluas melampaui sekadar pengembalian investasi bagi pemegang saham, mencakup pula dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat luas melalui berbagai program dukungan dan pembiayaan. Riduan secara eksplisit menyatakan bahwa total dividen Rp 225 triliun merupakan wujud nyata kontribusi langsung Bank Mandiri kepada masyarakat Indonesia.
Dividen 2025: Lonjakan Signifikan dan Komposisi Pembagian
Lebih lanjut mendalami pencapaian finansial tersebut, tahun 2025 menjadi periode yang istimewa bagi Bank Mandiri, ditandai dengan lonjakan signifikan dalam nilai dividen yang dibagikan. Total dividen yang diserahkan kepada pemegang saham mencapai Rp 52,5 triliun. Angka ini merupakan gabungan dari dua komponen utama: Rp 43,5 triliun yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024, dan tambahan Rp 9 triliun yang merupakan dividen interim yang dibayarkan dari laba tahun buku 2025. Dividen interim ini sendiri telah terealisasi dan dibayarkan kepada para pemegang saham pada tanggal 14 Januari 2026, menunjukkan efisiensi dan kecepatan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Pembagian dividen yang terus meningkat ini merupakan indikator kuat dari kesehatan finansial Bank Mandiri dan kemampuannya untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Selain itu, kebijakan pembagian dividen yang agresif ini juga mencerminkan komitmen manajemen untuk memberikan nilai tambah maksimal kepada para investor yang telah menanamkan modalnya di perusahaan. Pertumbuhan dividen yang konsisten dari tahun ke tahun, yang berpuncak pada angka Rp 225 triliun selama dua setengah dekade, menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu institusi keuangan paling stabil dan menguntungkan di Indonesia.
Kontribusi Multidimensi: Pajak, Pembiayaan UMKM, dan Program Nasional
Di luar pencapaian dividen yang mengesankan, kontribusi Bank Mandiri terhadap keuangan negara dan perekonomian nasional tidak berhenti pada pembagian keuntungan semata. Riduan menekankan bahwa akumulasi setoran pajak yang telah disetorkan oleh perseroan sepanjang periode 2000 hingga 2025 mencapai angka luar biasa sebesar Rp 277 triliun. Setoran pajak yang berkelanjutan ini, yang dimulai sejak Bank Mandiri berdiri, menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban fiskalnya dan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur serta layanan publik di Indonesia. Angka ini secara signifikan melengkapi kontribusi dividen, menunjukkan peran ganda Bank Mandiri sebagai generator keuntungan dan pembayar kewajiban negara.
Peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program prioritas nasional juga patut mendapat sorotan. Perusahaan secara aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang dianggap krusial bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, dengan fokus utama pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada tahun 2025 saja, Bank Mandiri berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM yang tersebar di berbagai sektor ekonomi. Penyaluran kredit ini dilakukan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset, memastikan keberlanjutan bisnis bagi debitur sekaligus kesehatan portofolio kredit bank.
Lebih jauh lagi, Bank Mandiri menunjukkan kepeduliannya terhadap program-program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan perusahaan dalam pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu contoh nyata. Melalui dukungan terhadap 147 mitra pelaksana, Bank Mandiri tidak hanya menyediakan dukungan finansial, tetapi juga turut memperkuat tata kelola keuangan dalam program yang sangat vital ini. Di tingkat akar rumput, Bank Mandiri juga aktif memberdayakan ekonomi pedesaan dengan mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta memfasilitasi pembukaan lebih dari 3.700 rekening untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam mendorong inklusi keuangan dan pembangunan ekonomi dari level desa.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Program Holistik
Aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) juga menjadi pilar penting dalam operasional Bank Mandiri. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah merealisasikan lebih dari 1.174 program CSR yang mencakup berbagai bidang krusial. Program-program ini dirancang secara holistik untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai pelatihan dan dukungan modal usaha, hingga peningkatan akses gizi yang menjadi fondasi kesehatan generasi penerus. Selain itu, Bank Mandiri juga berkontribusi dalam penyediaan air bersih di wilayah-wilayah yang membutuhkan, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan keterampilan di wilayah-wilayah prioritas pembangunan.
Melalui berbagai inisiatif ini, Bank Mandiri tidak hanya berupaya menjadi lembaga keuangan yang tangguh secara finansial, tetapi juga menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Angka dividen Rp 225 triliun dalam 25 tahun terakhir, ditambah dengan kontribusi pajak Rp 277 triliun dan berbagai program dukungan ekonomi serta sosial, menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka yang secara konsisten memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

















