PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi menggebrak panggung otomotif nasional pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan meluncurkan lini kendaraan ramah lingkungan terbaru yang menyasar segmen lebih luas melalui varian Hybrid Electric Vehicle (HEV) ekonomis. Langkah strategis ini mencakup peluncuran resmi Toyota Veloz HEV, Vios HEV, serta varian baru Yaris Cross G HEV dan Alphard XE HEV di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, guna mempercepat transisi energi di Indonesia. Dengan menghadirkan teknologi hibrida pada model-model terlaris, Toyota berupaya mendemokratisasi kendaraan listrik agar tidak lagi dianggap sebagai barang mewah yang sulit dijangkau, melainkan solusi mobilitas harian yang efisien bagi seluruh lapisan masyarakat melalui strategi multi-pathway yang inklusif.
Eksistensi Toyota di pasar otomotif Indonesia yang telah menginjak usia 55 tahun menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk terus berinovasi menyesuaikan kebutuhan konsumen lokal. Presiden Direktur PT TAM, Takuya Yokohama, menegaskan bahwa peluncuran varian hibrida yang lebih terjangkau ini merupakan respon terhadap dinamika pasar yang menginginkan kendaraan rendah emisi namun tetap fungsional dan ekonomis secara operasional. Menurut Yokohama, Toyota tidak hanya sekadar menjual mobil, tetapi juga menyediakan solusi mobilitas yang berkelanjutan bagi semua orang (mobility for all). Dengan memperluas pilihan di berbagai segmen, mulai dari sedan, MPV keluarga, hingga SUV kompak, konsumen kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau daya beli mereka.
“Toyota selalu berupaya menyediakan solusi mobilitas untuk semua, dengan produk-produk ini masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” buka Yokohama saat memberikan sambutan resmi di booth Toyota yang megah di Kemayoran, Jakarta. Beliau menambahkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat krusial bagi Toyota global, sehingga pengenalan teknologi HEV pada model-model volume maker seperti Veloz dan Vios menjadi prioritas utama untuk mendukung target netralitas karbon pemerintah Indonesia. Fokus utama dari peluncuran ini adalah memberikan nilai tambah melalui efisiensi bahan bakar yang superior dan pengalaman berkendara yang lebih halus khas motor listrik, namun tanpa kekhawatiran akan infrastruktur pengisian daya (range anxiety).
Demokratisasi Teknologi: Veloz HEV Menjadi Standar Baru MPV Keluarga
Salah satu sorotan utama dalam pameran IIMS 2026 adalah pengumuman harga resmi untuk Toyota Veloz HEV. Sebagai mobil yang sering dijuluki sebagai “mobil sejuta umat” di kelasnya, kehadiran varian hibrida pada Veloz menandai babak baru dalam industri otomotif tanah air. Toyota secara cerdik memposisikan Veloz HEV dengan harga yang sangat kompetitif untuk menarik minat keluarga muda dan konsumen pertama kendaraan listrik. Varian paling dasar, yakni Veloz HEV tipe V, dibanderol dengan harga normal Rp 308 juta. Namun, guna merangsang minat pasar selama periode peluncuran, Toyota menghadirkan program promosi agresif bertajuk ‘Hybrid EV untuk Semua’ yang memangkas harga menjadi hanya Rp 303 juta untuk periode tertentu. Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk bersaing dengan kendaraan konvensional (ICE) di rentang harga yang sama.
Tidak hanya berhenti pada varian dasar, Toyota juga menawarkan tingkatan kemewahan dan fitur keselamatan yang lebih lengkap bagi konsumen yang menginginkan aspek premium. Di atas tipe V, terdapat Veloz HEV tipe Q yang dipasarkan dengan harga Rp 325 juta. Bagi konsumen yang mengutamakan estetika sporti, tersedia varian Veloz HEV Q Modellista dengan harga Rp 350 juta, yang dilengkapi dengan body kit eksklusif. Sementara itu, varian tertinggi yang menjadi flagship di model ini adalah Veloz HEV Q Modellista yang dilengkapi dengan fitur keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS), yang ditawarkan dengan harga Rp 385 juta on the road (OTR) Jakarta. Dengan rentang harga ini, Veloz HEV secara efektif menjadi salah satu MPV hibrida paling terjangkau di pasaran saat ini, memberikan tantangan serius bagi para kompetitor di kelasnya.
Tabel Harga Lini Hybrid Toyota di IIMS 2026
| Model Kendaraan | Varian / Tipe | Harga (OTR Jakarta) |
|---|---|---|
| Veloz HEV | Tipe V (Promo Spesial) | Rp 303.000.000 |
| Veloz HEV | Tipe V (Normal) | Rp 308.000.000 |
| Veloz HEV | Tipe Q | Rp 325.000.000 |
| Veloz HEV | Tipe Q Modellista | Rp 350.000.000 |
| Veloz HEV | Tipe Q Modellista with TSS | Rp 385.000.000 |
| Yaris Cross HEV | Varian G (Ekonomis) | Rp 399.000.000 |
| Vios HEV | Standard Edition | Rp 460.000.000 |
| Alphard HEV | Varian XE (Entry Level) | Rp 1.388.000.000 |
Ekspansi Lini Produk: Dari Sedan Vios Hingga Luxury Alphard XE
Selain fokus pada segmen MPV, Toyota juga memperluas portofolio elektrifikasinya ke segmen sedan melalui peluncuran Vios HEV. Kehadiran sedan ikonik versi hibrida ini menjawab kebutuhan kaum urban yang menginginkan kendaraan dengan efisiensi tinggi namun tetap memiliki prestise dan kenyamanan berkendara khas sedan. Vios HEV ditawarkan dengan harga Rp 460 juta, sebuah angka yang cukup kompetitif mengingat teknologi canggih yang diusungnya. Di sisi lain, untuk segmen SUV kompak yang sedang naik daun, Toyota menghadirkan Yaris Cross G HEV. Varian “G” ini merupakan versi yang lebih sederhana secara tampilan dan fitur dibandingkan varian GR Parts, namun tetap mengusung jantung mekanis hibrida yang efisien. Dengan harga Rp 399 juta, Yaris Cross G HEV diproyeksikan menjadi volume maker baru bagi Toyota di pasar SUV elektrifikasi.
Kejutan lain datang dari segmen luxury MPV dengan diperkenalkannya Alphard XE HEV. Varian “XE” ini diposisikan sebagai pilihan yang lebih ekonomis bagi konsumen yang mendambakan kemewahan Alphard namun dengan efisiensi teknologi hibrida yang lebih optimal. Dijual dengan harga Rp 1,388 miliar, Alphard XE HEV memberikan pilihan baru bagi kalangan eksekutif dan keluarga mapan yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan status sosial mereka. Yokohama berharap dengan adanya varian-varian baru yang lebih terjangkau ini, hambatan harga yang selama ini menjadi kendala utama konsumen untuk membeli mobil hibrida dapat teratasi. Toyota yakin bahwa penetrasi model-model ini akan mempercepat transisi energi nasional dan membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi karbon secara signifikan di tahun-tahun mendatang.
Sebagai penutup, Takuya Yokohama menegaskan komitmen jangka panjang Toyota untuk terus menghadirkan “even better car” yang disesuaikan dengan karakteristik geografis dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari setengah abad di Indonesia, Toyota memahami bahwa keberagaman kebutuhan konsumen memerlukan pendekatan yang tidak tunggal. Strategi multi-pathway yang mencakup HEV, PHEV, hingga BEV akan terus dikembangkan secara paralel. Namun, untuk saat ini, teknologi Hybrid EV dianggap sebagai solusi yang paling pragmatis dan efektif untuk pasar Indonesia karena tidak memerlukan perubahan perilaku konsumen secara drastis dalam hal pengisian daya, namun memberikan dampak nyata bagi penghematan energi dan pelestarian lingkungan.

















