| Indikator / Saham | Perubahan Persentase | Keterangan |
|---|---|---|
| Indeks Pertumbuhan S&P 500 (IGX) | -4,00% (Mingguan) | Tertekan oleh aksi jual saham teknologi besar. |
| Indeks Nilai S&P 500 (.IVX) | -0,90% (Harian) | Masih mencatatkan kinerja positif secara mingguan. |
| Sektor Material (.SPLRCM) | -2,75% | Penurunan terdalam di antara sektor non-teknologi. |
| Estee Lauder (E.LN) | -19,00% | Proyeksi tahunan di bawah estimasi pasar. |
| Tapestry (TPR.N) | +10,00% | Menaikkan proyeksi laba tahunan, melawan arus pasar. |
| Hershey (HSY.N) | +9,00% | Laba lebih baik dari perkiraan, menjadi aset defensif. |
Kondisi pasar saham yang memburuk ini juga diperparah oleh rilis data ekonomi makro yang kurang menggembirakan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran baru meningkat melampaui ekspektasi para ekonom, sementara jumlah lowongan pekerjaan pada bulan Desember turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun. Data ini memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja yang selama ini menjadi pilar kekuatan ekonomi AS mulai mendingin secara signifikan. Kombinasi antara kekhawatiran investasi teknologi dan pelemahan ekonomi makro menciptakan sentimen “risk-off” di mana investor lebih memilih untuk menarik modal mereka dari pasar saham. Di bursa Nasdaq, jumlah saham yang mencatatkan rekor terendah baru mencapai 425 emiten, jauh melampaui 113 emiten yang mencapai rekor tertinggi, menegaskan bahwa tekanan jual ini bersifat sistemik dan menyeluruh di sektor-sektor pertumbuhan.
Sebagai kesimpulan, penutupan Wall Street pada Kamis malam ini mencerminkan periode introspeksi yang menyakitkan bagi para investor AI. Meskipun potensi jangka panjang dari kecerdasan buatan tetap tidak terbantahkan, pasar kini menuntut bukti konkret berupa efisiensi biaya dan pertumbuhan pendapatan yang nyata, bukan sekadar janji inovasi. Dengan tingkat volatilitas yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang membayangi, para pelaku pasar kini beralih ke posisi yang lebih defensif, menunggu laporan keuangan berikutnya untuk menentukan apakah “bubble” AI ini akan pecah atau sekadar mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan tren kenaikannya.

















