Dunia maya kembali diguncang oleh gelombang spekulasi masif setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) secara resmi merilis rangkaian dokumen terbaru yang berkaitan dengan mendiang Jeffrey Epstein pada Jumat, 30 Januari 2026. Di tengah ribuan lembar berkas yang dibuka ke publik, sebuah dokumen spesifik berkode EFTA02657725.pdf mendadak viral karena memuat korespondensi elektronik antara pendiri Microsoft, Bill Gates, dan Jeffrey Epstein yang dikirimkan pada tahun 2017. Dokumen tersebut memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial lantaran memuat istilah “simulasi pandemi,” sebuah frasa yang bagi para penganut teori konspirasi dianggap sebagai bukti konkret bahwa krisis kesehatan global Covid-19 telah direncanakan jauh sebelum virus tersebut pertama kali terdeteksi di Wuhan. Narasi ini berkembang cepat, menciptakan benturan persepsi antara prosedur kesiapsiagaan medis internasional dengan kecurigaan publik terhadap keterlibatan elite global dalam rekayasa wabah.
Keterlibatan nama Bill Gates dalam dokumen Epstein sebenarnya bukan merupakan informasi yang sepenuhnya baru, namun rilis terbaru dari DOJ memberikan detail teknis yang lebih mendalam mengenai intensitas komunikasi mereka di masa lalu. Bill Gates, yang selama dekade terakhir telah mentransformasi citranya dari raksasa teknologi menjadi filantropis kesehatan paling berpengaruh di dunia melalui Bill & Melinda Gates Foundation, kini harus kembali menghadapi badai opini publik. Di sisi lain, Jeffrey Epstein, mantan pemodal yang reputasinya hancur akibat skandal pelecehan seksual anak dan perdagangan manusia, dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan-kepentingan gelap di balik layar. Munculnya dokumen ini di awal tahun 2026 seolah membuka kembali luka lama dan trauma kolektif masyarakat dunia terhadap pandemi, sekaligus mempertanyakan integritas proyek-proyek kesehatan global yang didanai oleh para miliarder.
Anatomi Dokumen EFTA02657725.pdf: Membedah Proyek ‘bgc3’
Dokumen yang menjadi pusat perhatian ini merupakan sebuah email yang dikirimkan Bill Gates kepada Jeffrey Epstein pada tanggal 3 Maret 2017. Dalam arsip tersebut, subjek email tertulis dengan jelas: “bgc3 Deliverables and Scope.” Istilah bgc3 sendiri merujuk pada perusahaan riset dan wadah pemikir (think-tank) pribadi milik Bill Gates yang berbasis di Kirkland, Washington. Perusahaan ini diketahui fokus pada pengembangan teknologi, layanan informasi, serta upaya penanggulangan kemiskinan dan penyakit di skala global. Dalam email tersebut, Gates menjabarkan sejumlah poin krusial yang menjadi rencana kerja atau deliverables dari proyek tersebut, yang mencakup pembangunan sistem data kesehatan global yang terintegrasi hingga pengembangan teknologi neurosains atau neurotech.
Namun, perhatian publik secara agresif mengerucut pada poin nomor lima dalam daftar tersebut. Di sana tertulis kalimat yang kini menjadi kontroversi: “follow-up recommendations and/or technical specifications for Strain pandemic simulation.” Jika diterjemahkan secara bebas, poin ini membahas mengenai rekomendasi tindak lanjut dan spesifikasi teknis untuk simulasi pandemi galur tertentu. Para kritikus dan pengamat teori konspirasi berargumen bahwa penggunaan kata “Strain” (galur) menunjukkan adanya pengetahuan awal mengenai varian virus tertentu yang akan menyebar di masa depan. Hal ini kemudian dikaitkan dengan latihan simulasi Event 201 yang diadakan pada Oktober 2019, hanya beberapa bulan sebelum Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Potongan kalimat ini menyebar tanpa konteks yang utuh, menciptakan narasi bahwa simulasi tersebut bukanlah latihan pertahanan, melainkan cetak biru serangan biologis.
Kesiapsiagaan Medis vs. Teori Rekayasa Global
Menanggapi kegaduhan tersebut, para pakar kesehatan masyarakat dan analis kebijakan global memberikan perspektif yang berbeda. Secara prosedural, simulasi pandemi adalah praktik standar yang telah dilakukan oleh organisasi seperti World Health Organization (WHO), Johns Hopkins Center for Health Security, dan berbagai kementerian kesehatan di seluruh dunia selama puluhan tahun. Simulasi ini bertujuan untuk menguji ketahanan sistem logistik, kecepatan distribusi vaksin, serta efektivitas kebijakan karantina wilayah. Dalam konteks email Gates tahun 2017, pembahasan mengenai “Strain pandemic simulation” dipandang oleh para ahli sebagai bagian dari upaya filantropi untuk memperingatkan dunia akan bahaya virus pernapasan yang bisa melumpuhkan ekonomi global—sebuah peringatan yang bahkan pernah disampaikan Gates secara terbuka dalam forum TED Talk tahun 2015.
Meskipun penjelasan medis dan teknis telah diberikan, skeptisisme publik tetap tinggi karena adanya nama Jeffrey Epstein dalam rantai komunikasi tersebut. Pertanyaan yang terus bermunculan adalah mengapa seorang filantropis kesehatan papan atas perlu membahas spesifikasi teknis simulasi pandemi dengan seorang pemodal yang memiliki catatan kriminal berat. Meskipun Gates telah berulang kali menyatakan bahwa pertemuannya dengan Epstein di masa lalu hanyalah dalam rangka mencari pendanaan untuk proyek kesehatan global dan ia menyesali hubungan tersebut, publik tetap melihat adanya anomali. Ketidakpercayaan ini diperparah oleh rilis dokumen DOJ yang dilakukan secara bertahap, sehingga setiap potongan informasi baru dianggap sebagai kepingan puzzle yang sengaja disembunyikan selama ini.
Respons Bill Gates: Paradoks di Tengah Rumor Global
Bill Gates sendiri tidak tinggal diam menghadapi tuduhan yang terus menggunung. Dalam berbagai kesempatan, termasuk wawancara eksklusif dengan media internasional, Gates mengekspresikan rasa frustrasinya terhadap gelombang misinformasi yang menyerang dirinya. Ia menekankan sebuah ironi besar: bahwa dirinya, yang telah menginvestasikan miliaran dolar untuk memperkuat sistem kesehatan di negara-negara berkembang dan mendorong kesiapan menghadapi wabah, justru dituduh sebagai pencipta wabah tersebut. Gates menyebut fenomena ini sebagai “situasi gila” di mana ketakutan masyarakat terhadap ketidakpastian masa depan dimanifestasikan dalam bentuk rumor yang tidak masuk akal.
Poin-poin pembelaan dan fakta terkait tuduhan tersebut antara lain:
- Konteks Simulasi: Simulasi pandemi adalah latihan rutin untuk mitigasi risiko, bukan rencana operasional untuk menciptakan virus di laboratorium.
- Tujuan Proyek bgc3: Fokus utama email tersebut adalah pada sistem data kesehatan yang dapat mendeteksi wabah secara dini di wilayah terpencil.
- Hubungan dengan Epstein: Gates menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein murni bersifat profesional terkait penggalangan dana filantropi, meskipun ia mengakui hal itu sebagai kesalahan penilaian yang besar.
- Sejarah Pandemi: Secara historis, pandemi adalah peristiwa alamiah yang berulang, dan kesiapan teknis yang dibahas pada 2017 adalah respons logis terhadap ancaman yang nyata.
Kasus rilis dokumen DOJ ini pada akhirnya menjadi ujian bagi literasi informasi masyarakat di era digital. Fenomena “Epstein Files” menunjukkan betapa mudahnya dokumen resmi yang bersifat teknis dipelintir menjadi narasi konspiratif ketika kepercayaan terhadap institusi global berada di titik terendah. Meskipun secara faktual email tersebut membahas ruang lingkup kerja sistem data kesehatan, bayang-bayang skandal Epstein membuat setiap kata di dalamnya memiliki beban interpretasi yang berat. Di masa depan, transparansi penuh dari lembaga penegak hukum seperti DOJ mungkin menjadi satu-satunya cara untuk meredam spekulasi liar, namun hingga saat itu tiba, perdebatan mengenai apakah pandemi adalah sebuah kebetulan sejarah atau hasil rekayasa akan terus menghiasi ruang publik global.
Secara mendalam, dokumen EFTA02657725.pdf ini tidak hanya sekadar catatan email lama, melainkan simbol dari ketegangan antara kemajuan teknologi kesehatan dan kecurigaan etis. Perjalanan panjang dokumen Epstein masih jauh dari kata selesai, karena setiap lapisan informasi yang terbuka berpotensi mengungkap jaringan kekuasaan yang lebih luas. Bagi Bill Gates, ini adalah perjuangan untuk mempertahankan reputasi filantropisnya, sementara bagi publik, ini adalah upaya untuk mencari kebenaran di tengah tumpukan data yang kompleks dan sering kali membingungkan.




















