Banjir Landa Yogyakarta Akibat Hujan Ekstrem, BMKG Prediksi Cuaca Buruk Berlanjut
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilanda banjir bandang yang signifikan pada Sabtu, 17 Januari 2026, dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam hari. Fenomena alam ini tidak hanya merendam sejumlah ruas jalan vital, tetapi juga menimbulkan dampak kerusakan pada infrastruktur dan properti warga di berbagai kabupaten dan kota di DIY. Laporan awal menunjukkan bahwa beberapa area yang tergenang air meliputi ruas Jalan Adisutjipto, tepatnya di sekitar Ambarrukmo Plaza, yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan utama di Yogyakarta. Selain itu, Jalan Colombo, yang berhadapan langsung dengan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), juga terendam, mengganggu aktivitas perkuliahan dan mobilitas mahasiswa. Jalan Wonosari, sebagai jalur utama menuju wilayah Gunungkidul, turut merasakan dampak banjir, menghambat arus transportasi barang dan orang.
Kenaikan drastis ketinggian air Sungai Gajah Wong, salah satu sistem sungai terbesar yang melintasi Kota Yogyakarta, menjadi indikator lain dari besarnya curah hujan yang turun. Sungai ini meluap dan merendam pemukiman warga yang berada di Kecamatan Umbulharjo, memaksa sebagian warga untuk mengungsi sementara demi keselamatan. Situasi serupa juga terjadi di kawasan yang lebih tinggi, yakni di Kecamatan Pakem, Sleman, yang dikenal sebagai gerbang menuju destinasi wisata lereng Gunung Merapi. Di wilayah ini, hujan lebat disertai angin kencang tidak hanya menyebabkan banjir lokal, tetapi juga memicu tumbangnya pohon berdiameter 40 sentimeter. Pohon tumbang tersebut dilaporkan menimpa sebuah mobil, menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada kendaraan tersebut. Skala kerusakan akibat angin kencang di Sleman ternyata lebih luas, dengan total 47 titik pohon tumbang yang tersebar di berbagai kecamatan. Peristiwa ini juga mengakibatkan kerusakan pada 137 rumah warga, menandakan dampak multidimensional dari cuaca ekstrem yang melanda.
Prediksi BMKG: Hujan Lebat Berlanjut hingga Pekan Depan, Destinasi Wisata Waspada
Menyikapi kondisi cuaca yang memburuk, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, memberikan peringatan dini pada Minggu, 18 Januari 2026. Beliau memprediksi bahwa hujan dengan intensitas lebat masih akan terus berlanjut hingga hari Senin, 19 Januari 2026. Prediksi ini mencakup wilayah yang luas, termasuk beberapa destinasi wisata populer di DIY yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kewaspadaan tinggi diimbau bagi seluruh masyarakat dan pelaku pariwisata untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, seperti banjir susulan, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas luar ruang. Informasi ini sangat krusial bagi para wisatawan yang berencana mengunjungi Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan, agar dapat menyesuaikan jadwal perjalanan dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Kepadatan di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, 21 Desember 2025. Tempo/Pribadi Wicaksono
BMKG secara spesifik merilis daftar tujuh kawasan destinasi wisata yang memiliki potensi tinggi untuk diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kawasan-kawasan tersebut meliputi: Malioboro, yang merupakan ikon pariwisata Yogyakarta dan selalu ramai dikunjungi wisatawan; Kaliurang di lereng Gunung Merapi, yang menawarkan pemandangan alam dan udara sejuk; Pantai Glagah di Kulon Progo, yang terkenal dengan laguna dan ombaknya; Perbukitan Menoreh di Kulon Progo, menawarkan pesona alam perbukitan yang eksotis; Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO yang kaya akan sejarah dan arsitektur; Pantai Indrayanti di Gunungkidul, yang dikenal dengan pasir putihnya yang halus dan tebing karang yang dramatis; serta Pantai Parangtritis di Bantul, pantai legendaris yang selalu ramai dengan aktivitas wisatawan.
Analisis Curah Hujan dan Titik Tertinggi Dampak
Berdasarkan data distribusi curah hujan yang dikumpulkan dari 122 titik pengamatan pasca-hujan lebat pada hari Sabtu, analisis BMKG menunjukkan pola yang spesifik mengenai wilayah yang paling terdampak. Wilayah Sleman bagian tengah dan Kota Yogyakarta bagian utara teridentifikasi sebagai area yang mengalami curah hujan dengan kategori sangat lebat. Tingkat curah hujan di kedua wilayah ini berkisar antara 100 hingga 150 milimeter per hari. Angka ini menunjukkan volume air yang sangat tinggi dalam periode waktu yang relatif singkat, yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan genangan air.
Puncak curah hujan tertinggi saat kejadian tersebut tercatat di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Di lokasi ini, curah hujan mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 127.5 milimeter per hari. Tingginya curah hujan di satu titik ini mengindikasikan adanya konsentrasi awan hujan yang sangat intens di area tersebut, yang kemudian memicu luapan air di sungai-sungai terdekat dan merendam kawasan permukiman serta infrastruktur publik. Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi sistem drainase, penataan ruang, dan mitigasi bencana di wilayah yang rentan terhadap genangan air dan banjir.
Prediksi Cuaca Spesifik untuk Destinasi Wisata
Lebih lanjut, Warjono merinci prediksi potensi hujan di kawasan-kawasan destinasi wisata tersebut. Mayoritas destinasi wisata diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada siang hingga sore hari. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut. Namun, ada pengecualian penting yang perlu dicatat: Pantai Indrayanti di Gunungkidul dan Pantai Parangtritis di Bantul diprediksi akan mengalami hujan pada malam hari. Fenomena hujan yang diprediksi di kedua pantai ini juga berpotensi disertai dengan petir, yang menambah tingkat kewaspadaan dan risiko bagi pengunjung yang berada di area terbuka.
Informasi detail mengenai waktu dan jenis hujan di setiap destinasi wisata ini sangat berharga bagi perencanaan operasional pariwisata, termasuk penjadwalan tur, kegiatan outdoor, dan persiapan keselamatan bagi para pengunjung. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi mereka untuk menghindari potensi bahaya akibat cuaca ekstrem yang masih berlanjut.


















