Di tengah riuh rendah perayaan politik dan agenda kenegaraan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merayakan hari jadinya yang ke-18 pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan nuansa yang lebih intim dan penuh makna. Perayaan ini tidak digelar di aula megah atau kantor partai yang ramai, melainkan berpusat di kediaman pribadi Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang berlokasi di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keputusan ini, yang diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menggarisbawahi keinginan Prabowo untuk merayakan momen penting ini dalam suasana kekeluargaan dan refleksi, mengundang sejumlah pengurus inti partai untuk berbagi dalam sebuah syukuran sederhana. Acara ini sekaligus menjadi ajang pimpinan tertinggi partai untuk menyampaikan arahan strategis dan penguatan internal menjelang agenda politik mendatang, serta menunjukkan kepedulian terhadap kondisi bangsa yang sedang dilanda musibah.
Syukuran Intim di Kertanegara: Refleksi dan Penguatan Partai
Jalan Kertanegara IV, sebuah alamat yang dikenal sebagai kediaman pribadi Prabowo Subianto, menjadi saksi bisu perayaan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra. Menurut penuturan Sekretaris Jenderal Sugiono, Presiden sekaligus Ketua Umum partai, Prabowo Subianto, secara pribadi mengundang para pengurus inti partai untuk berkumpul di rumah peninggalan orang tuanya tersebut pada Jumat, 6 Februari 2026. Momen ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan sebuah syukuran yang sarat makna. Sugiono mengungkapkan bahwa acara utama akan meliputi pemotongan tumpeng, sebuah tradisi yang melambangkan rasa syukur dan harapan akan keberkahan. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra telah menyusun daftar undangan yang mencakup tokoh-tokoh partai yang berkesempatan hadir di wilayah Jakarta, memastikan bahwa perayaan ini tetap terasa eksklusif namun tetap melibatkan elemen-elemen penting dalam struktur partai. Kehadiran Prabowo di kediamannya sendiri, yang disambut dengan yel-yel antusias dari para kader yang berkumpul di depan rumahnya, sebagaimana terpantau oleh media di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 18.54 WIB, menunjukkan kedekatan dan kehangatan antara pemimpin dan para pengikutnya.
Lebih jauh, Sugiono, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, menjelaskan bahwa acara syukuran ini akan diawali dengan sesi doa bersama. Doa ini memiliki dua fokus utama: pertama, mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi masyarakat yang tengah dilanda bencana di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan empati dan kepedulian partai terhadap penderitaan rakyat. Kedua, doa juga dipanjatkan agar tidak terjadi lagi eskalasi konflik baru di kancah global, mencerminkan visi kenegaraan dan harapan akan perdamaian dunia yang menjadi salah satu pilar diplomasi Indonesia. Setelah sesi doa dan pemotongan tumpeng, Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberikan taklimat atau arahan strategis kepada para kader yang hadir. Arahan ini, menurut Sugiono, akan berfokus pada penguatan kembali kesatuan dan kohesi internal partai, sebuah langkah krusial untuk memastikan soliditas dan efektivitas Gerindra dalam menghadapi tantangan politik di masa depan. Pernyataan Sugiono ini menegaskan bahwa perayaan ulang tahun partai bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga momen strategis untuk konsolidasi dan penajaman visi partai.
Perayaan Sederhana di Senayan: Refleksi Nasional dan Komitmen Rakyat
Sementara itu, semangat peringatan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra juga bergema di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan, Jakarta. Pada hari yang sama, Jumat, 6 Februari 2026, sejumlah tokoh partai yang juga merupakan anggota legislatif turut serta dalam kegiatan peringatan yang diselenggarakan di kompleks parlemen. Acara di Senayan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan teras Partai Gerindra, termasuk Ketua Fraksi Partai Gerindra, Gerardus Budisatrio Djiwandono; Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani; Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono; serta Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Kehadiran para tokoh kunci ini menunjukkan pentingnya perayaan ini bagi struktur partai di tingkat nasional.
Selain itu, terlihat pula sejumlah anggota DPR dari Partai Gerindra yang turut memeriahkan acara, seperti Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, dan Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto. Acara di Gedung DPR ini dimulai sekitar pukul 14.45 WIB. Rangkaian acara diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan mars Gerindra, yang membangkitkan semangat kebangsaan dan identitas partai. Setelah itu, Budi Djiwandono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR, memberikan sambutan pembukaan. Dalam pidatonya, Budi Djiwandono menekankan bahwa peringatan ulang tahun Gerindra kali ini dirancang untuk dilaksanakan secara sederhana. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi banyak saudara sebangsa dan setanah air yang masih menghadapi musibah dan kesulitan. Pernyataan ini menggarisbawahi prinsip empati dan kepedulian sosial yang ingin ditanamkan oleh Partai Gerindra.
Lebih lanjut, Budi Djiwandono menjelaskan bahwa Partai Gerindra memandang momen ulang tahun ke-18 ini bukan hanya sebagai ajang perayaan semata. Sebaliknya, hari jadi ini dijadikan sebagai momen refleksi mendalam atas perjalanan partai, konsolidasi kekuatan internal, dan penguatan komitmen yang telah terjalin antara Gerindra dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Penekanan pada refleksi dan konsolidasi menunjukkan bahwa partai ini berupaya untuk terus belajar dari pengalaman, memperkuat fondasi organisasinya, dan meneguhkan kembali janji serta dedikasinya kepada rakyat. Dengan demikian, perayaan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra, baik yang digelar secara intim di kediaman pribadi Prabowo Subianto maupun yang diselenggarakan secara sederhana di Gedung DPR, sama-sama mengusung semangat kepedulian, refleksi, dan penguatan komitmen partai kepada bangsa dan negara.

















