JAKARTA, Indonesia – Sebuah peristiwa seismik dengan magnitudo relatif kecil mengguncang perairan dekat Daruba, Maluku Utara, pada Minggu malam, 18 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 3,0 Skala Richter (SR), sebuah angka yang mengindikasikan pelepasan energi yang moderat namun seringkali masih dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama yang berada dekat dengan episentrum atau di bangunan tinggi. Guncangan ini, yang terjadi pada pukul 19.42 WIB atau 20.42 WITA, berpusat jauh di dalam laut, sebuah karakteristik yang seringkali memengaruhi persepsi intensitas guncangan di daratan.
Detail lebih lanjut dari data BMKG menunjukkan bahwa episentrum gempa ini terletak pada koordinat geografis 3.03 Lintang Utara (LU) dan 128.06 Bujur Timur (BT). Titik ini menempatkan pusat guncangan sekitar 112 kilometer di sebelah barat laut Daruba, sebuah wilayah yang merupakan bagian integral dari kepulauan Maluku Utara yang dikenal dengan aktivitas tektoniknya. Meskipun jaraknya terbilang cukup jauh dari daratan utama Daruba, karakteristik kedalaman gempa ini menjadi faktor krusial dalam memahami dampak yang mungkin timbul. Dengan kedalaman mencapai 159 kilometer di bawah permukaan laut, gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dalam (deep-focus earthquake). Gempa dalam seperti ini cenderung memiliki dampak guncangan permukaan yang lebih lemah dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo yang sama, karena energi seismik yang dilepaskan harus menempuh jarak yang lebih jauh melalui lapisan bumi sebelum mencapai permukaan, sehingga mengalami atenuasi atau pelemahan.
Analisis Geofisika Gempa Daruba: Kedalaman dan Lokasi Episentrum
Kekuatan magnitudo 3,0 SR yang dicatat oleh BMKG untuk gempa di Daruba ini menempatkannya dalam kategori gempa bumi minor. Dalam skala Richter, gempa dengan magnitudo 2.0 hingga 3.9 biasanya dirasakan oleh sedikit orang, terutama di dalam ruangan, dan jarang menyebabkan kerusakan signifikan. Namun, setiap gempa, sekecil apapun, merupakan pengingat akan dinamika geologi yang terus berlangsung di bawah permukaan bumi. Lokasi episentrum yang berada di laut, tepatnya di barat laut Daruba, menggarisbawahi posisi Maluku Utara sebagai wilayah yang sangat aktif secara seismik. Kawasan ini merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, sebuah zona di mana beberapa lempeng tektonik utama seperti Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Filipina saling berinteraksi. Pergerakan dan subduksi lempeng-lempeng ini secara konstan menghasilkan tekanan yang terakumulasi dan dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Data lengkap yang dirilis oleh BMKG melalui platform X (sebelumnya Twitter) pada waktu kejadian, yakni 18 Januari 2026 pukul 19:42:15 WIB, dengan lokasi 3.03 LU, 128.06 BT (112 km BaratLaut DARUBA-MALUT) dan kedalaman 159 Km, adalah informasi awal yang mengutamakan kecepatan penyebaran. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas mitigasi bencana geologi, BMKG selalu menekankan bahwa data awal seperti ini bersifat sementara. Proses pengolahan data seismik memerlukan waktu untuk analisis yang lebih mendalam dan validasi dari berbagai stasiun seismograf. Oleh karena itu, hasil pengolahan data awal bisa saja mengalami perubahan minor seiring dengan kelengkapan dan stabilitas data yang diterima. Transparansi ini penting untuk memastikan masyarakat memahami sifat dinamis dari informasi kebencanaan.
Protokol Keselamatan Gempa Bumi: Panduan Komprehensif untuk Masyarakat
Mengingat Indonesia adalah negara yang rentan terhadap gempa bumi, pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi bencana ini menjadi sangat vital. BMKG secara rutin mengedukasi masyarakat mengenai tindakan-tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa, yang dapat disarikan sebagai berikut:
- Tetap Tenang: Ketika guncangan gempa dimulai, respons alami banyak orang adalah panik. Namun, kepanikan dapat menghambat pengambilan keputusan yang rasional dan membahayakan diri sendiri serta orang lain. Tarik napas dalam-dalam, fokus untuk menenangkan diri, dan segera amati lingkungan sekitar untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan jalur evakuasi yang aman. Ketenangan adalah kunci untuk bertindak efektif.
- Di Dalam Rumah: Jika gempa terjadi saat Anda berada di dalam bangunan, prioritas utama adalah melindungi diri dari benda-benda yang berjatuhan atau struktur yang roboh. Segera berlindung di bawah meja yang kokoh, rangka tempat tidur, atau struktur kuat lainnya. Posisi “Drop, Cover, and Hold On” (Menunduk, Berlindung, dan Berpegangan) adalah yang paling efektif. Lindungi kepala dan leher dengan bantal, helm, papan, atau yang paling praktis, dengan kedua tangan Anda dalam posisi tertelungkup. Jauhi jendela, cermin, lemari tinggi, dan benda-benda berat lainnya yang berpotensi jatuh.
- Di Luar Ruangan: Apabila gempa mengguncang saat Anda berada di luar ruangan, segera bergeraklah menjauhi gedung-gedung tinggi, tiang listrik, pohon besar, dan struktur lainnya yang berpotensi roboh atau menimpa. Carilah area terbuka yang lapang, seperti lapangan atau taman. Tetap tenang dan jangan terburu-buru melakukan tindakan lain. Penting untuk diingat bahwa gempa susulan (aftershocks) seringkali terjadi setelah gempa utama, dan guncangannya bisa saja sama kuat atau bahkan lebih kuat.
- Di Kerumunan: Situasi gempa di tengah kerumunan massa dapat memicu kepanikan massal dan risiko desakan (stampede). Dalam kondisi ini, sangat penting untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas penyelamat atau keamanan yang berwenang. Hindari berdesakan atau berlari tanpa arah. Usahakan untuk bergerak secara tertib menuju tangga darurat atau jalur evakuasi yang telah ditentukan untuk mencapai area terbuka yang aman.
- Di Gunung atau Dataran Tinggi: Bagi mereka yang berada di daerah pegunungan atau dataran tinggi saat gempa terjadi, ancaman utama adalah tanah longsor dan jatuhnya bebatuan. Segera bergerak menuju area lapang yang jauh dari lereng curam, tebing, atau area yang menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan tanah. Hindari berlindung di bawah overhang atau di dekat area yang rawan longsor.
- Di Laut:


















