Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Di tengah sorotan performa yang kian menanjak, bek tangguh Persib Bandung, Alfeandra Dewangga, kini dihadapkan pada sebuah ironi. Sempat berjuang keras untuk mendapatkan menit bermain di awal musim, Dewangga kini justru menjadi pilihan utama yang diandalkan di lini belakang Maung Bandung, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan dari staf pelatih. Namun, di balik peningkatan performa dan kepercayaan yang diberikan, ia tak dapat menyembunyikan perasaan kehilangan yang mendalam. Kehilangan ini bukan karena cedera atau sanksi, melainkan karena perpisahan dengan salah satu rekan terdekatnya di dalam tim, Hamra Hahenusa, yang baru saja resmi meninggalkan skuad Pangeran Biru. Dinamika transfer pemain, khususnya skema peminjaman, kembali menunjukkan sisi emosional dari dunia sepak bola profesional, di mana ikatan personal seringkali teruji oleh tuntutan karier, strategi klub, dan ambisi individu.
Hamra Hahenusa, sosok yang baru bergabung dengan Persib pada awal musim ini dengan harapan besar, kini telah resmi melanjutkan petualangan kariernya bersama Persik Kediri. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi manajemen klub untuk memastikan sang pemain mendapatkan kesempatan bermain yang lebih luas dan pengalaman berharga di level kompetitif. Hamra dipinjamkan ke tim berjuluk Macan Putih tersebut untuk mengarungi putaran kedua Super League Indonesia 2025/2026. Kepergian Hamra dari Persib bukan sendirian; ia ditemani oleh sang kakak, Rezaldi Hahenusa, yang juga mengalami nasib serupa. Keduanya, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Persib, ternyata menghadapi realitas persaingan ketat yang membuat mereka kesulitan menembus tim utama. Ironisnya, bagi Hamra, periode singkatnya di Persib Bandung berakhir tanpa sekalipun mencicipi atmosfer pertandingan resmi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sebuah situasi yang tentu saja krusial bagi pengembangan seorang pemain muda.


















