- Kepulauan Seribu: Diprediksi akan mengalami Hujan Sedang dengan suhu berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 76 hingga 87 persen.
- Kota Jakarta Pusat: Diperkirakan akan diguyur Hujan Ringan. Suhu udara diprediksi berada di kisaran 24 hingga 28 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 75 hingga 94 persen.
- Kota Jakarta Utara: Prakiraan cuaca menunjukkan Hujan Ringan. Suhu udara diperkirakan sama dengan Jakarta Pusat, yaitu 24 hingga 28 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berkisar antara 78 hingga 93 persen.
- Kota Jakarta Barat: Akan mengalami Hujan Ringan. Rentang suhu udara adalah 23 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, antara 74 hingga 95 persen.
- Kota Jakarta Selatan: Diprediksi akan diguyur Hujan Sedang. Suhu udara berada pada rentang 23 hingga 29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 74 hingga 94 persen.
- Kota Jakarta Timur: Prakiraan cuaca menunjukkan Hujan Ringan. Suhu udara diprediksi antara 23 hingga 29 derajat Celsius, dan kelembapan udara berkisar antara 74 hingga 93 persen.
Perbedaan intensitas hujan antar wilayah ini, meskipun terlihat minor, tetap menjadi pertimbangan penting. Hujan sedang, seperti yang diprediksi di Kepulauan Seribu dan Jakarta Selatan, memiliki potensi dampak yang lebih signifikan dibandingkan hujan ringan, terutama jika disertai angin kencang atau berlangsung dalam durasi yang lama. Oleh karena itu, warga yang berada di kedua wilayah tersebut dihimbau untuk lebih ekstra waspada.
Implikasi dan Rekomendasi bagi Masyarakat
Menghadapi prakiraan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan potensi angin kencang, kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Bagi warga yang memiliki rencana untuk beraktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan wisata pada Minggu, 7 Februari 2026, sangat disarankan untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai. Payung, jas hujan, dan alas kaki yang tahan air adalah beberapa contoh perlengkapan dasar yang dapat membantu melindungi diri dari guyuran hujan. Selain itu, penting untuk selalu memantau informasi perkembangan cuaca terbaru dari sumber yang terpercaya, seperti BMKG, karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Lebih jauh lagi, peringatan dini cuaca ekstrem ini juga memiliki implikasi yang lebih luas terkait potensi bencana hidrometeorologi. Hujan dengan intensitas tinggi, terutama jika berlangsung terus-menerus, dapat memicu genangan air, banjir, hingga tanah longsor di daerah-daerah yang rawan. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko, khususnya di bantaran sungai, daerah cekungan, atau perbukitan, diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi jika diperlukan. Koordinasi dengan pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, juga dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Kesadaran akan pentingnya informasi cuaca dan kesiapsiagaan diri merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

















