Di tengah agenda kenegaraan yang padat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Jawa Timur, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menunjukkan sisi humanis dan dukungannya terhadap kemajuan olahraga nasional dengan berbaur bersama masyarakat Kota Malang. Pada Sabtu malam (7/2/2026), suasana hangat menyelimuti BroJans Cafe, sebuah tempat berkumpul populer di Malang, saat Letkol Teddy memutuskan untuk mengadakan nonton bareng (nobar) pertandingan final Piala Asia Futsal 2026 yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan kekuatan besar Asia, Iran. Kehadiran pejabat teras istana ini tidak hanya menjadi kejutan bagi pengunjung kafe, tetapi juga menjadi simbol dukungan moral yang kuat bagi skuat Garuda yang tengah berjuang di partai puncak yang diselenggarakan di Indonesia Arena. Dengan gaya yang sangat santai dan jauh dari kesan formalitas protokoler yang kaku, Letkol Teddy menyaksikan setiap detik drama lapangan hijau yang berakhir dengan skor imbang 5-5 sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti yang mendebarkan.
Kunjungan Letkol Teddy ke Kota Malang ini sejatinya merupakan bagian dari tugas resminya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian acara peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Agenda besar yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Malang, pada Minggu (8/2/2026) tersebut menuntut konsentrasi dan koordinasi tinggi dari Sekretariat Kabinet. Namun, di sela-sela persiapan teknis dan pengamanan agenda presiden, Letkol Teddy menyempatkan diri untuk keluar sejenak dari rutinitas birokrasi demi memberikan energi positif kepada Timnas Futsal Indonesia. Momen nobar ini menjadi bukti bahwa meskipun mengemban tanggung jawab besar sebagai Seskab, kedekatan dengan aspirasi rakyat dan euforia prestasi olahraga tetap menjadi prioritas yang tidak ditinggalkan. Kehadirannya di tengah warga Malang mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif, di mana seorang pejabat negara tidak ragu untuk duduk satu meja dengan pemuda dan pecinta olahraga di sebuah kedai kopi atau warung kopi (warkop) lokal.
Gaya Santai dan Kedekatan Seskab Teddy dengan Warga Malang
Penampilan Letkol Teddy saat acara nobar tersebut menarik perhatian banyak mata karena kesederhanaannya yang kontras dengan seragam dinas yang biasa ia kenakan. Mengenakan jaket berwarna biru yang dipadukan dengan kaus putih polos serta sandal santai, Teddy tampak sangat rileks menikmati suasana malam di Malang. Tidak sendirian, ia terlihat didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang juga ikut larut dalam ketegangan pertandingan. Keduanya duduk di tengah-tengah warga, tanpa sekat pengamanan yang mencolok, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Interaksi antara Teddy dan Emil Dardak selama pertandingan berlangsung menunjukkan koordinasi yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, bahkan dalam momen-momen informal seperti mendukung tim nasional.
Antusiasme Letkol Teddy mencapai puncaknya ketika Timnas Futsal Indonesia berhasil menyarangkan gol pertama ke gawang Iran. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat Seskab Teddy tidak mampu membendung kegembiraannya; ia spontan bangkit dari tempat duduknya, bertepuk tangan dengan penuh semangat, dan bahkan melompat kegirangan bersama anak-anak muda dan warga lainnya yang memadati BroJans Cafe. Ekspresi emosional ini menggambarkan betapa besarnya harapan dan kebanggaan yang ia rasakan terhadap prestasi atlet Indonesia. Momen tersebut seolah menghapus jarak antara pejabat negara dan rakyat jelata, karena pada saat itu, semua yang hadir di kafe tersebut memiliki identitas yang sama: pendukung setia Merah Putih yang menginginkan kemenangan di kancah internasional.
Setelah peluit panjang dibunyikan dan pertandingan berakhir, Letkol Teddy tidak langsung bergegas meninggalkan lokasi. Ia memberikan waktu bagi sejumlah anak muda dan pengunjung kafe yang ingin menyapa atau sekadar berfoto bersama. Dengan ramah, Teddy melayani permintaan swafoto (selfie) tersebut sambil sesekali berbincang ringan mengenai jalannya pertandingan. Percakapan-percakapan kecil ini mencakup apresiasi terhadap teknik permainan Timnas hingga harapan agar futsal Indonesia terus berkembang di masa depan. Sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Seskab ini mendapat apresiasi positif dari warga Malang, yang merasa dihargai karena kehadiran sosok penting dari lingkaran dalam istana di ruang publik mereka.
Perjuangan Heroik Timnas Futsal Indonesia: Runner-Up yang Membanggakan
Meskipun atmosfer di Malang begitu meriah, hasil akhir di lapangan pertandingan memberikan catatan sejarah yang campur aduk. Timnas Futsal Indonesia harus puas keluar sebagai runner-up dalam ajang Piala Asia Futsal 2026. Pertandingan melawan Iran di Indonesia Arena pada Sabtu malam itu berlangsung sangat sengit dan berkualitas tinggi. Indonesia menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan baru futsal di Asia dengan mampu mengimbangi permainan agresif Iran. Skor imbang 5-5 di waktu normal menjadi bukti betapa gigihnya perjuangan skuat Garuda dalam mengejar ketertinggalan dan mempertahankan keunggulan. Kejar-mengejar gol yang terjadi sepanjang babak pertama hingga babak kedua membuat seluruh penonton, termasuk Letkol Teddy di Malang, terus berada dalam tensi tinggi.
Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada Indonesia saat memasuki babak adu penalti. Setelah melalui drama yang menguras emosi, Indonesia akhirnya kalah dengan skor tipis 5-4 dalam babak tos-tosan tersebut. Meski gagal mengangkat trofi juara, pencapaian menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 merupakan prestasi luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa. Letkol Teddy sendiri dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan heroik para pemain. Menurutnya, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Timnas Futsal Indonesia adalah representasi dari karakter bangsa yang kuat, dan pencapaian ini merupakan fondasi penting bagi kemajuan olahraga futsal tanah air di level dunia.
Kegiatan nobar ini pun diakhiri dengan pesan optimisme. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Letkol Teddy Indra Wijaya dan Emil Dardak di tengah masyarakat untuk mendukung tim nasional diharapkan dapat memicu semangat lebih besar bagi para atlet untuk terus berprestasi. Selain itu, momen ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan agenda kenegaraan seperti perayaan 1 Abad NU di Malang, olahraga tetap menjadi instrumen pemersatu bangsa yang paling efektif. Dengan berakhirnya laga final tersebut, Letkol Teddy kembali fokus pada tugas utamanya mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian Mujahadah Kubro, membawa semangat sportivitas dan kebersamaan yang ia serap dari warga Malang malam itu ke dalam tugas-tugas kenegaraan berikutnya.

















