MILAN – AC Milan berhasil mengukir kemenangan krusial dalam lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A, mengamankan tiga poin penting saat menjamu US Lecce. Pertandingan yang digelar di markas kebanggaan mereka, Stadion San Siro, Milan, pada Senin dini hari WIB, 19 Januari, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor positif Rossoneri tetapi juga menjaga asa mereka dalam perburuan gelar juara liga yang semakin memanas. Atmosfer di San Siro terasa begitu hidup, dengan puluhan ribu tifosi setia memadati tribun, memberikan dukungan penuh yang tak henti-hentinya sepanjang 90 menit pertandingan, menciptakan tekanan luar biasa bagi tim tamu dari Salento. Sejak peluit awal dibunyikan, Milan menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola, mencoba membongkar pertahanan rapat Lecce yang bermain disiplin dengan formasi yang cenderung defensif. Meskipun demikian, Lecce tidak hanya bertahan; mereka juga sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan, memaksa barisan belakang Milan untuk tetap waspada. Babak pertama berakhir tanpa gol, mencerminkan ketatnya pertandingan dan kesulitan Milan dalam menembus tembok pertahanan tim tamu.
Gol Perdana Niklas Fullkrug: Momen Penentu di San Siro
Satu-satunya gol yang memecah kebuntuan dan menjadi penentu kemenangan Milan lahir pada menit ke-76 babak kedua, setelah kedua tim saling jual beli serangan dan berjuang keras mencari celah. Momen magis itu berawal dari sebuah skema serangan yang rapi di sisi kanan pertahanan Lecce. Alexis Saelemaekers, gelandang serang asal Belgia yang dikenal dengan kecepatan, kelincahan, dan umpan silangnya yang akurat, berhasil melepaskan diri dari kawalan bek lawan setelah menerima operan pendek dari lini tengah. Dengan visi permainan yang tajam dan ketenangan di bawah tekanan, Saelemaekers mengangkat kepalanya dan mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat terukur ke jantung pertahanan Lecce, tepat di antara barisan bek tengah dan kiper yang maju. Umpan tersebut melaju deras dan langsung disambut oleh Niklas Fullkrug

















