Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Via Vallen Hamil Lagi: Momen Tasyakuran Penuh Haru

    Via Vallen Hamil Lagi: Momen Tasyakuran Penuh Haru

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Via Vallen Hamil Lagi: Momen Tasyakuran Penuh Haru

    Via Vallen Hamil Lagi: Momen Tasyakuran Penuh Haru

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Isu Sosial

Purbaya Geram Pencabutan PBI Pasien Gagal Ginjal Tanpa Sosialisasi

Kiki Wijaya by Kiki Wijaya
February 18, 2026
Reading Time: 3 mins read
0

Polemik penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berdampak langsung pada terhentinya layanan medis bagi ratusan pasien gagal ginjal kronis memicu respons keras dari jajaran pimpinan DPR RI dalam rapat koordinasi tingkat tinggi di Jakarta. Krisis kemanusiaan ini mencuat setelah pemberlakuan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 per 1 Februari 2026, yang secara mendadak menghapus jutaan nama dari daftar subsidi BPJS Kesehatan, sehingga mengakibatkan pasien kategori penyakit katastropik kehilangan akses vital terhadap prosedur cuci darah (hemodialisis). Rapat darurat tersebut menghadirkan jajaran menteri kunci, mulai dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, guna membedah kegagalan koordinasi antarlembaga yang berujung pada ancaman keselamatan jiwa masyarakat miskin.

RELATED POSTS

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?

Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?

Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

Persoalan ini menjadi semakin kompleks mengingat alokasi anggaran yang dikucurkan negara untuk sektor kesehatan sebenarnya berada pada angka yang sangat signifikan. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menetapkan pagu anggaran kesehatan total mencapai Rp247,3 triliun, di mana sebesar Rp56 triliun secara khusus dialokasikan untuk menyokong program JKN bagi 96,8 juta peserta PBI pada tahun 2026. Langkah penonaktifan massal ini diklaim sebagai bagian dari upaya “bersih-bersih” Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar subsidi negara lebih tepat sasaran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembersihan data tersebut dilakukan tanpa mitigasi risiko yang matang, sehingga warga yang benar-benar membutuhkan bantuan medis justru terdepak dari sistem jaminan kesehatan negara.

Lonjakan Penonaktifan 11 Juta Peserta dan Kegagalan Sosialisasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekesalannya terhadap pola kebijakan yang diambil oleh kementerian terkait, yang dinilai kurang mempertimbangkan aspek dampak sosial secara luas. Berdasarkan analisis data yang dipaparkannya, terdapat anomali besar pada jumlah penghapusan peserta PBI di awal tahun 2026. Jika pada periode-periode sebelumnya jumlah penggantian atau penghapusan peserta hanya berkisar di bawah satu juta orang per bulan, pada Februari 2026 angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 11 juta orang. Angka ini setara dengan hampir 10 persen dari total keseluruhan penerima PBI JKN yang berjumlah sekitar 98 juta jiwa. Lonjakan yang mencapai sepuluh kali lipat dari rata-rata bulanan inilah yang menciptakan guncangan hebat di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menjalani perawatan rutin di rumah sakit.

Purbaya menekankan bahwa keributan yang terjadi akibat ratusan pasien gagal ginjal yang ditolak rumah sakit telah merusak citra pemerintah di mata publik. Menurutnya, pemerintah mengalami kerugian ganda; di satu sisi anggaran tetap digelontorkan dalam jumlah yang sama besar, namun di sisi lain reputasi komitmen pemerintah terhadap kesehatan berkualitas justru hancur akibat eksekusi kebijakan yang serampangan. “Uang yang saya keluarkan sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jadi jelek. Pemerintah rugi dalam hal ini,” tegas Purbaya dengan nada bicara yang tinggi di ruang rapat Komisi V DPR RI. Ia menyoroti ketiadaan mekanisme pemberitahuan dini yang seharusnya diberikan kepada peserta minimal dua hingga tiga bulan sebelum penonaktifan berlaku, agar masyarakat memiliki waktu untuk melakukan verifikasi ulang atau beralih ke skema kepesertaan lain secara mandiri.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi telah bergeser menjadi pelanggaran hak hidup bagi para penyintas penyakit kronis. Tercatat ada sekitar 120.000 peserta yang masuk dalam kategori penderita penyakit katastropik yang terdampak langsung oleh pembersihan data ini. Pasien gagal ginjal, misalnya, memerlukan terapi hemodialisis yang bersifat vital dan tidak dapat ditunda barang satu hari pun. Penonaktifan secara tiba-tiba tanpa sosialisasi merupakan bentuk penghentian paksa akses terapi yang mempertaruhkan nyawa pasien. Hal inilah yang mendasari munculnya desakan agar pemerintah segera melakukan reaktivasi bagi pasien-pasien dalam kondisi darurat medis tanpa harus melewati birokrasi yang berbelit.

Komitmen Dana Darurat dan Mandat Undang-Undang Kesehatan

Menyikapi krisis ini, Menteri Keuangan menyatakan kesiapannya untuk menggelontorkan dana tambahan sebesar Rp15 miliar sebagai langkah darurat untuk meng-cover para penderita penyakit katastropik yang kehilangan hak PBI mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan tidak ada satu pun warga negara yang kehilangan akses pengobatan esensial hanya karena masalah sinkronisasi data. Purbaya meminta agar setiap kali ada perubahan status dalam DTSEN, sistem harus secara otomatis memicu (trigger) sosialisasi langsung kepada individu yang bersangkutan. Dengan demikian, warga tidak baru mengetahui kepesertaan mereka nonaktif saat sudah berada di loket pendaftaran rumah sakit dalam kondisi sakit parah.

Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, memberikan perbandingan dengan kebijakan serupa yang pernah dilakukan pada periode Mei-Juni 2025. Saat itu, sebanyak 13,5 juta peserta PBI dinonaktifkan, namun tidak menimbulkan gejolak masif seperti yang terjadi saat ini. Ali mengklaim bahwa pada tahun sebelumnya, proses dilakukan dengan lebih presisi berdasarkan desil kesejahteraan masyarakat sehingga lebih tepat sasaran. Namun, ia juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit bahwa secara hukum, mereka dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat (emergency), terlepas dari status kepesertaan BPJS mereka. Hal ini telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 17 tentang Kesehatan yang menjadi mandat bagi setiap penyedia layanan medis.

Rapat koordinasi ini menyimpulkan perlunya sinkronisasi ulang antara Kementerian Sosial sebagai penyedia data, BPJS Kesehatan sebagai operator, dan Kementerian Kesehatan sebagai pengawas layanan medis. DPR RI mendesak agar seluruh pasien gagal ginjal yang saat ini terkatung-katung segera mendapatkan jaminan layanan kembali. Selain itu, pemerintah diminta untuk memperbaiki sistem integrasi data nasional agar proses “bersih-bersih” kepesertaan di masa depan tidak lagi mengorbankan masyarakat kecil yang sedang berjuang melawan penyakit mematikan. Transparansi data dan kecepatan respons birokrasi menjadi kunci utama agar program JKN tetap berjalan sesuai khitahnya sebagai jaring pengaman sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tags: BPJS Kesehatanlayanan medispasien gagal ginjalPBI JKNpencabutan PBI
ShareTweetPin
Kiki Wijaya

Kiki Wijaya

Related Posts

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?
Isu Sosial

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?

February 28, 2026
Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?
Isu Sosial

Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?

February 28, 2026
Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!
Isu Sosial

Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

February 28, 2026
Diteror, Ketua BEM UGM Minta Perlindungan LPSK
Isu Sosial

Diteror, Ketua BEM UGM Minta Perlindungan LPSK

February 27, 2026
Mencekam, Tentara Wanita Israel Nyaris Diamuk Massa Yahudi Haredi
Isu Sosial

Mencekam, Tentara Wanita Israel Nyaris Diamuk Massa Yahudi Haredi

February 27, 2026
Nanik Deyang: Warga Jatiluhur Bisa Manfaatkan Lahan Perhutani Secara Legal
Isu Sosial

Nanik Deyang: Warga Jatiluhur Bisa Manfaatkan Lahan Perhutani Secara Legal

February 27, 2026
Next Post
Tegas! Hamas Tolak Tuntutan AS dan Israel untuk Lucuti Senjata

Tegas! Hamas Tolak Tuntutan AS dan Israel untuk Lucuti Senjata

Geger! Polisi Ringkus Tiga Pengedar Ganja di RS UKI Jaktim

Geger! Polisi Ringkus Tiga Pengedar Ganja di RS UKI Jaktim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Persib vs Malut United: Skor Prediksi Mengejutkan Jumat!

Persib vs Malut United: Skor Prediksi Mengejutkan Jumat!

February 14, 2026
Suyasa Pimpin PSI Bali: Gaungkan Sing Menang Sing Jerih!

Suyasa Pimpin PSI Bali: Gaungkan Sing Menang Sing Jerih!

January 29, 2026
20 ton pestisida racuni Sungai Cisadane, Menteri LH Hanif: Ini masuk ranah pidana!

20 ton pestisida racuni Sungai Cisadane, Menteri LH Hanif: Ini masuk ranah pidana!

February 23, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Utamakan Negosiasi, Bukan Perang dengan Iran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Via Vallen Hamil Lagi: Momen Tasyakuran Penuh Haru
  • Imlek 2026: 245 Ribu Kendaraan Padati Tol Cipali!
  • Aurel Dicuekkin Gen Halilintar? Ashanty Ungkap Fakta Mengejutkan!

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026