Sumatera Bangkit dari Kegelapan: Listrik di Wilayah Bencana Hampir Pulih Total, Akselerasi Pemulihan Infrastruktur Jadi Kunci
Perjuangan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama dalam hal pemulihan jaringan listrik yang krusial bagi kehidupan masyarakat. Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengonfirmasi bahwa progres pemulihan jaringan listrik di daerah-daerah yang terdampak bencana alam terus menunjukkan kemajuan signifikan, dengan sebagian besar wilayah kini telah kembali berfungsi normal. Menurutnya, ketersediaan listrik bukan sekadar layanan dasar, melainkan menjadi salah satu indikator utama yang paling mendasar dalam mengukur seberapa cepat infrastruktur dan layanan vital bagi masyarakat dapat dipulihkan pasca-bencana. Keberhasilan pemulihan listrik ini menjadi cerminan upaya kolektif berbagai pihak dalam mengembalikan denyut kehidupan di wilayah yang sempat terpuruk.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026, Tito Karnavian memaparkan lebih rinci mengenai indikator-indikator kunci pemulihan. “Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, yaitu listrik, kemudian bahan bakar, baik BBM maupun gas, LPG, dan kemudian sarana komunikasi, internet,” ujarnya. Penekanan pada elemen-elemen dasar ini menggarisbawahi betapa pentingnya aspek-aspek tersebut dalam membangun kembali fondasi kehidupan pascabencana. Listrik yang kembali menyala berarti aktivitas ekonomi dapat berdenyut kembali, fasilitas kesehatan dapat beroperasi optimal, dan komunikasi antarwarga serta dengan dunia luar dapat terjalin lancar. Begitu pula dengan ketersediaan bahan bakar dan gas LPG, yang sangat vital untuk kebutuhan rumah tangga dan mobilitas masyarakat. Sarana komunikasi dan internet menjadi jembatan informasi, memfasilitasi koordinasi tanggap darurat, serta memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini dan bantuan.
Progres Pemulihan Listrik: Rincian per Provinsi
Berdasarkan data pemantauan mendalam yang dihimpun oleh Satgas PRR per tanggal 8 Februari 2026, upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan di tiga provinsi yang paling terdampak bencana alam terus menunjukkan perkembangan yang positif dan terukur. Di Provinsi Aceh, meskipun sebagian besar jaringan listrik telah pulih, masih terdapat 13 desa yang dilaporkan belum sepenuhnya mendapatkan aliran listrik kembali. Hal ini menunjukkan adanya tantangan spesifik di beberapa area terpencil atau yang mengalami kerusakan infrastruktur yang lebih parah, sehingga memerlukan penanganan yang lebih intensif dan terfokus. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, situasi pemulihan listrik juga terus membaik, dengan tersisa 2 desa yang dilaporkan masih mengalami pemadaman. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya, mengindikasikan efektivitas langkah-langkah pemulihan yang telah diambil. Berbeda dengan kedua provinsi tersebut, Provinsi Sumatera Barat menunjukkan capaian yang luar biasa. Berdasarkan laporan yang ada, aliran listrik di seluruh wilayah Sumatera Barat telah kembali normal secara keseluruhan, menandakan keberhasilan penuh dalam memulihkan infrastruktur kelistrikan di provinsi ini.
Indikator Lain Pemulihan: BBM, LPG, dan Komunikasi
Selain fokus pada pemulihan jaringan listrik, Satgas PRR juga memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan dan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji (LPG). Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa secara umum, pasokan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) serta ketersediaan gas LPG di wilayah terdampak bencana telah menunjukkan hasil yang sangat baik dan berjalan lancar. “Kemudian kalau untuk BBM, SPBU maupun gas LPG, umumnya berhasil sudah bagus semua, lancar,” ungkapnya. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan energi untuk mobilitas, aktivitas rumah tangga, dan kegiatan ekonomi. Namun, Tito juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi pasokan ini agar pemulihan yang telah dicapai dapat berkelanjutan. Ketersediaan yang stabil dan merata menjadi kunci agar roda perekonomian dan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan. Lebih lanjut, ia mengulangi penegasan mengenai status pemulihan listrik, “Demikian juga listrik sebagian besar [sudah pulih]. Saya ulangi, untuk di Sumatera Barat semuanya sudah 100 persen,” jelas Tito, sekali lagi menyoroti keberhasilan penuh di provinsi tersebut. Keberhasilan pemulihan di berbagai sektor ini, mulai dari listrik hingga BBM dan LPG, merupakan bukti kerja keras dan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga terkait.
Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera tidak berhenti pada pencapaian saat ini. Satgas PRR secara proaktif terus membangun dan memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK), serta pemerintah daerah di seluruh tingkatan. Koordinasi yang intensif ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh wilayah yang terdampak bencana alam dapat segera bangkit sepenuhnya dan semua layanan dasar, khususnya layanan listrik, dapat kembali beroperasi normal secara berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci untuk mengatasi tantangan yang mungkin masih ada dan memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efisien dan efektif, demi terciptanya kembali kehidupan yang aman dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Sumatera yang terdampak.

















