Kekalahan telak 0-3 yang diderita Persib Bandung dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) di Stadion Ratchaburi, Na Muang, Thailand, pada Rabu malam, 11 Februari 2026, telah menyisakan pekerjaan rumah yang masif bagi skuad berjuluk Maung Bandung. Hasil minor ini bukan hanya sekadar kekalahan biasa, melainkan sebuah sinyal peringatan keras yang memaksa pelatih kepala Bojan Hodak untuk melakukan evaluasi mendalam dan cepat. Tim kebanggaan Jawa Barat ini harus mengakui keunggulan agresivitas tuan rumah sejak menit awal, gagal mengendalikan ritme permainan, dan kini menghadapi misi berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan berlangsung di kandang sendiri. Performa di bawah standar, kebobolan cepat, hilangnya kontrol di lini tengah, dan faktor cuaca panas menjadi sorotan utama dalam kekalahan yang menempatkan Persib di ambang eliminasi dari kompetisi antar klub Asia ini.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak menyembunyikan kekecewaannya pasca-pertandingan. Dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi klub pada Kamis, 12 Februari 2026, Hodak secara blak-blakan mengakui bahwa timnya tidak tampil sesuai ekspektasi dan memulai laga dengan sangat buruk. “Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama,” ujarnya, menyoroti rapuhnya pertahanan di awal pertandingan yang langsung memberikan keuntungan moral bagi tim tuan rumah. Pernyataan ini diperkuat oleh berbagai laporan media yang menggarisbawahi kegagalan Persib untuk menemukan ritme permainan sejak peluit awal dibunyikan, sebuah kelemahan fatal di level kompetisi Asia yang menuntut konsentrasi penuh dari menit pertama. Hodak juga secara spesifik menyoroti awal laga yang buruk dan hilangnya kontrol di lini tengah sebagai faktor kunci yang memengaruhi performa timnya, seperti yang banyak diberitakan oleh media-media olahraga.

















