- Bangladesh
- China
- Iran
- Yordania
- Jepang
- Korea Selatan
- Malaysia
- Myanmar
- Nepal
- Filipina
- Korea Utara
- Thailand
- Taiwan (Chinese Taipei)
- Uzbekistan
- Vietnam
- Australia
Melihat daftar ini, terlihat jelas bahwa sebagian besar adalah tim-tim yang secara konsisten berpartisipasi di Piala Asia Wanita dan memiliki peringkat FIFA yang lebih tinggi. Jepang, Korea Selatan, China, Australia, dan Korea Utara adalah raksasa sepak bola wanita Asia yang sering menjadi langganan di turnamen-turnamen besar. Sementara itu, negara-negara seperti Filipina dan Vietnam juga telah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran tim-tim dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Myanmar, dan Thailand juga menunjukkan bahwa persaingan di kawasan ini semakin ketat, dan Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk bisa bersaing dengan mereka. Absennya Indonesia dari daftar bergengsi ini mengindikasikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengangkat kualitas dan daya saing Timnas Wanita di panggung internasional.
Respons PSSI dan Prospek Masa Depan Sepak Bola Wanita Indonesia
Menanggapi kabar absennya Timnas Indonesia, baik U-23 putra maupun putri, dari Asian Games 2026, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberikan klarifikasi. PSSI menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait kebijakan baru ini. Meskipun tidak dapat berpartisipasi di Asian Games, PSSI menegaskan komitmennya untuk memastikan persiapan dan pengembangan tim nasional tetap berjalan. Ini mencakup program latihan, uji coba, dan partisipasi di turnamen-turnamen lain yang relevan untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman para pemain. Pernyataan PSSI ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekecewaan, fokus utama adalah pada pembangunan jangka panjang sepak bola wanita. Penting bagi PSSI untuk terus berinvestasi dalam pembinaan usia muda, pengembangan liga domestik, serta memberikan kesempatan bertanding yang lebih banyak bagi Timnas Wanita agar mereka dapat bersaing di level Asia.
Absennya Timnas Wanita Indonesia dari Asian Games 2026 memang merupakan sebuah kemunduran, namun juga bisa menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Perubahan regulasi yang lebih ketat dari AFC dan OCA adalah sinyal bahwa standar kompetisi di Asia terus meningkat. Oleh karena itu, strategi pengembangan sepak bola wanita di Indonesia harus disesuaikan untuk memenuhi standar tersebut. Ini melibatkan peningkatan kualitas pelatih, fasilitas latihan, nutrisi, sport science, serta mentalitas bertanding. Dengan komitmen yang kuat dari PSSI, dukungan pemerintah, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, harapan untuk melihat Garuda Pertiwi kembali berjaya di kancah Asia, dan bahkan dunia, tetap menyala. Langkah strategis dan berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan bahwa di masa depan, Timnas Wanita Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga meraih prestasi membanggakan di turnamen-turnamen internasional.

















