- SPRE (Soraya Berjaya Indonesia Tbk): Menjadi pemimpin dalam daftar pelemahan dengan penurunan drastis sebesar 9,55 persen, yang membawa harganya turun ke level 142 per lembar saham.
- HILL (Hillcon Tbk): Emiten jasa pertambangan ini juga mengalami tekanan jual yang signifikan, merosot 8,26 persen dan berakhir di posisi harga 100.
- RLCO (Abadi Lestari Indonesia Tbk): Mencatatkan penurunan sebesar 6,61 persen, sehingga harganya terkoreksi ke level 6.000.
- MSIN (MNC Digital Entertainment Tbk): Unit bisnis digital milik grup MNC ini harus rela turun 6,38 persen ke level harga 440 di tengah sentimen negatif sektor teknologi dan media.
- TRIN (Perintis Triniti Properti Tbk.): Emiten di sektor properti ini juga tak luput dari aksi jual, dengan pelemahan sebesar 6,28 persen ke level 1.045.
Secara sektoral, IDX Sektor Kesehatan menjadi kontributor pelemahan terdalam dengan anjlok hingga 0,92 persen pada sesi pertama. Hal ini menunjukkan adanya aksi jual pada saham-saham farmasi dan layanan rumah sakit yang sebelumnya mungkin sudah mengalami reli cukup panjang. Selain itu, sektor energi dan infrastruktur juga terpantau mengalami kontraksi akibat pelemahan saham-saham pendukung utamanya. Analis dari Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa pada sesi kedua nanti, IHSG kemungkinan besar akan bergerak secara sideways atau mendatar dalam rentang level 8.225 hingga 8.275. Investor disarankan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan level support terdekat guna mengantisipasi penurunan lebih lanjut.
Kondisi Bursa Saham Asia: Pergerakan yang Bervariasi
Berbeda dengan IHSG yang tertekan di zona merah, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi (mixed) pada perdagangan hari ini. Beberapa indeks utama di kawasan regional justru mampu mencatatkan penguatan tipis, sementara yang lainnya mengikuti jejak IHSG ke zona koreksi. Berikut adalah ringkasan kondisi bursa Asia pada siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 (N225) di Jepang: Berhasil mencatatkan performa positif dengan kenaikan sebesar 0,20 persen, membawa indeks ke level 57.765,699. Penguatan ini didorong oleh optimisme investor terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Jepang.
- Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong: Mengalami tekanan yang lebih berat dibandingkan IHSG, dengan penurunan sebesar 0,89 persen ke level 27.023,669. Sentimen negatif di sektor properti China daratan masih menjadi beban bagi bursa Hong Kong.
- Indeks Shanghai Composite (SSEC) di China: Mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,12 persen ke level 4.137,060, didukung oleh intervensi kebijakan moneter dari bank sentral setempat.
- Indeks Straits Times (STI) di Singapura: Menunjukkan performa paling solid di kawasan Asia Tenggara dengan kenaikan 0,66 persen, parkir di level 5.017,399.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG mengalami koreksi pada sesi pertama ini, nilai transaksi yang tinggi menunjukkan bahwa pasar tetap likuid dan dinamis. Investor kini tengah menantikan rilis data ekonomi terbaru serta pernyataan dari otoritas moneter yang dapat memberikan arah lebih jelas bagi pergerakan pasar di sesi kedua dan hari-hari mendatang. Fokus pasar akan tertuju pada kemampuan IHSG untuk mempertahankan level support di angka 8.225 guna menghindari tren penurunan jangka pendek yang lebih dalam.

















