Kematian Tika Mega Lestari, istri pertama dari pesulap kontroversial Marcel Radhival atau yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah, kini berbuntut panjang setelah munculnya berbagai tudingan miring yang menyasar integritas rumah tangga mereka. Marcel Radhival saat ini tengah berjuang membersihkan nama baik istri keduanya, Ratu Rizky Nabila, yang secara masif dituduh oleh netizen sebagai penyebab depresi hingga kematian Tika. Konflik ini memanas ketika pihak keluarga mendiang Tika, terutama sang ibu mertua bernama Endang, mulai membuka suara mengenai dinamika poligami yang dijalani Marcel sejak tahun 2022, sebuah rahasia besar yang baru terungkap ke publik dan pihak keluarga istri pertama pada Agustus 2025. Di tengah duka yang masih menyelimuti, Marcel secara tegas membantah narasi “pelakor” dan tuduhan pembunuhan karakter, sembari mengklarifikasi perselisihan finansial terkait biaya pengobatan kanker mulut dan anemia aplastik yang merenggut nyawa istri pertamanya tersebut.
Dinamika Poligami dan Rahasia yang Tersimpan Sejak 2022
Kehidupan pribadi Marcel Radhival yang selama ini tertutup rapat dari sorotan media akhirnya meledak menjadi konsumsi publik setelah kepergian Tika Mega Lestari. Terungkap fakta mengejutkan bahwa Marcel telah menjalani praktik poligami dengan menikahi Ratu Rizky Nabila secara siri sejak tahun 2022. Keputusan ini diambil Marcel dengan alasan bahwa kondisi kesehatan Tika yang menurun akibat vonis Anemia Aplastik membuatnya tidak lagi mampu menjalankan kewajiban sebagai istri secara penuh. Namun, yang menjadi titik api kemarahan keluarga adalah klaim bahwa Tika baru mengetahui keberadaan istri kedua tersebut pada Agustus 2025, sesaat sebelum kondisinya semakin kritis. Endang, ibunda almarhumah, mengungkapkan bahwa putrinya memendam rasa sakit hati yang sangat mendalam akibat pengkhianatan tersebut, bahkan sempat terlontar keinginan dari Tika untuk menggugat cerai Marcel segera setelah operasi penyembuhannya berhasil. Narasi ini menciptakan gambaran bahwa Tika berjuang melawan penyakit fisiknya sekaligus beban mental akibat situasi rumah tangga yang tidak sehat.
Menanggapi tudingan bahwa Ratu Rizky Nabila adalah sosok “pelakor” yang menghancurkan mental Tika hingga menyebabkan kematian, Marcel Radhival menunjukkan reaksi yang sangat emosional. Melalui pernyataan resmi di media sosialnya, Marcel menegaskan bahwa istri keduanya bukanlah seorang pembunuh maupun perebut laki-laki orang. Ia justru memutarbalikkan fakta dengan menyebut bahwa Ratu Rizky Nabila adalah sosok yang paling gigih mengingatkan Marcel untuk tetap merawat Tika dan mempertahankan pernikahan mereka. Marcel mengklaim bahwa Ratu memiliki prinsip yang sangat teguh, di mana ia mengancam akan ikut bercerai jika Marcel sampai menceraikan Tika. Menurut penuturan Marcel, Ratu justru berperan sebagai pendukung di balik layar yang memastikan Tika mendapatkan perawatan medis maksimal, meskipun hubungan mereka dilakukan dalam skema poligami yang tidak diketahui oleh Tika untuk waktu yang cukup lama.
Pembelaan Sengit Terkait Pengorbanan dan Tuduhan Finansial
Salah satu poin pembelaan yang paling dramatis dari Marcel Radhival adalah klaim mengenai pengorbanan fisik yang ditawarkan oleh Ratu Rizky Nabila untuk kesembuhan Tika. Marcel mengungkapkan sebuah fakta yang selama ini tersembunyi, yakni kesediaan Ratu untuk mendonorkan kulitnya guna keperluan operasi ketiga Tika Mega Lestari yang menderita komplikasi kanker mulut. Namun, Marcel menyayangkan bahwa tawaran tersebut tidak pernah terealisasi karena ia mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas dari pihak keluarga Tika mengenai jadwal operasi ketiga tersebut. Pernyataan ini digunakan Marcel untuk membuktikan kepada publik bahwa hubungan antara istri pertama dan kedua, setidaknya dari sisi Ratu, didasari oleh niat baik dan empati, bukan persaingan yang mematikan. Marcel bahkan berani bersumpah demi Tuhan bahwa seluruh pernyataannya mengenai kebaikan Ratu adalah fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, guna meredam opini negatif yang terus digiring oleh media dan netizen.
Polemik Biaya Pengobatan: Sumpah Marcel vs Kesaksian Mertua
Selain isu perselingkuhan dan poligami, konflik ini juga merembet ke ranah finansial yang sangat sensitif. Endang, ibu mertua Marcel, secara terbuka menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa Marcel sempat menunjukkan kemarahan besar kepada almarhumah Tika terkait biaya medis yang membengkak. Endang menyebutkan bahwa biaya biopsi sebesar Rp25 juta menjadi pemicu pertengkaran, di mana Tika merasa tertekan karena diminta untuk mengganti uang tersebut oleh Marcel. Ketakutan akan kemarahan Marcel inilah yang kabarnya membuat Tika bersikeras menggunakan layanan BPJS untuk pengobatan selanjutnya, demi menghindari beban biaya yang harus ditanggung oleh suaminya. Kesaksian ini menggambarkan sosok Marcel sebagai suami yang kurang suportif secara finansial di tengah perjuangan hidup dan mati istrinya, sebuah tuduhan yang langsung dibantah keras oleh sang pesulap.
Marcel Radhival dengan nada gusar memberikan klarifikasi mendalam mengenai tuduhan penagihan biaya pengobatan tersebut. Ia bersumpah dengan nama Tuhan bahwa dirinya tidak pernah meminta kembali sepeser pun uang yang telah dikeluarkan untuk perawatan Tika, karena ia menyadari sepenuhnya bahwa hal itu adalah tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Marcel menjelaskan bahwa kemarahannya di masa lalu bukan dipicu oleh nominal uang, melainkan karena masalah komunikasi dan prosedur medis. Ia merasa kecewa ketika pihak keluarga Tika memutuskan untuk melakukan cek biopsi di Rumah Sakit Boromeus tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengannya, padahal dokter di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) telah menyarankan prosedur tersebut dilakukan di tempat mereka sejak awal. Menurut Marcel, total biaya yang ia keluarkan mencapai puluhan juta rupiah, termasuk Rp25 juta untuk biopsi dan sekitar Rp15 juta untuk MRI, dan ia menantang pihak manapun untuk menunjukkan bukti jika dirinya benar-benar pernah menagih biaya tersebut kepada mendiang istrinya.
Dampak Psikologis dan Tekanan Publik pada Ratu Rizky Nabila
Di sisi lain, Ratu Rizky Nabila sendiri tampak mencoba menghadapi badai hujatan netizen dengan gaya yang lebih tenang namun sarkastik. Ketika seorang netizen secara langsung menanyakan apakah dirinya merasa bersalah sebagai pelakor yang menyebabkan Tika depresi hingga meninggal, Ratu hanya menjawab dengan pertanyaan retoris mengenai apa yang diharapkan publik dari asumsi tersebut. Namun, ketenangan ini berbanding terbalik dengan pembelaan agresif yang dilakukan Marcel. Sang pesulap merasa perlu turun tangan secara langsung karena narasi yang berkembang sudah mengarah pada tuduhan kriminal, yakni pembunuhan secara mental. Marcel menegaskan bahwa penggiringan opini yang dilakukan oleh media belakangan ini sangat merugikan nama baik keluarganya dan bisa berdampak buruk pada kondisi psikologis istri keduanya yang kini sedang menjadi sasaran kemarahan kolektif publik.
Sebagai penutup dari drama yang memilukan ini, publik kini terbelah menjadi dua kubu. Sebagian besar netizen bersimpati pada mendiang Tika Mega Lestari yang dianggap sebagai korban dari ketidakjujuran dalam rumah tangga, sementara sebagian lainnya mulai mempertimbangkan penjelasan Marcel mengenai kompleksitas tanggung jawab suami dalam kondisi istri yang sakit menahun. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang betapa rumitnya dinamika poligami yang dilakukan tanpa transparansi, serta bagaimana masalah komunikasi dalam keluarga dapat meledak menjadi konflik nasional ketika melibatkan figur publik. Hingga saat ini, perseteruan antara Marcel Radhival dan keluarga mertuanya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, dengan masing-masing pihak tetap teguh pada versinya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di hari-hari terakhir kehidupan Tika Mega Lestari.

















