Persaingan Scudetto Memanas: Milan Tempel Ketat Inter di Puncak Klasemen
Panggung kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A musim 2025-2026, baru saja merampungkan rangkaian pertandingan pekan ke-20 yang penuh dengan drama dan pergeseran krusial di tabel klasemen. Fokus utama tertuju pada Stadion San Siro, di mana raksasa mode Italia, AC Milan, berhasil mengamankan poin penuh dalam laga yang sangat menentukan arah perburuan gelar juara. Kemenangan tipis namun sangat berharga ini memastikan bahwa persaingan perebutan Scudetto antara dua rival sekota tetap membara, dengan I Rossoneri yang menolak untuk membiarkan Inter Milan melenggang sendirian di puncak klasemen sementara.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, AC Milan menghadapi perlawanan alot dari Lecce yang datang dengan strategi pertahanan berlapis. Sepanjang babak pertama hingga pertengahan babak kedua, skuat asuhan Stefano Pioli tampak kesulitan membongkar barikade pertahanan tim tamu. Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-76 melalui aksi gemilang Niclas Fuellkrug. Penyerang internasional Jerman tersebut membuktikan insting golnya yang tajam dengan memanfaatkan peluang krusial di dalam kotak penalti. Gol Fuellkrug tidak hanya sekadar memberikan tiga angka, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa Milan masih merupakan penantang gelar yang sangat serius musim ini.
Kemenangan ini membawa dampak signifikan secara psikologis maupun matematis bagi AC Milan. Dengan tambahan tiga poin ini, I Rossoneri kini berhasil merapatkan jarak dengan saudara muda mereka, Inter Milan. Saat ini, margin poin di antara kedua raksasa Milan tersebut hanya terpaut 3 angka saja. Konsistensi yang ditunjukkan Milan dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal bahaya bagi Inter, mengingat tekanan di papan atas klasemen Liga Italia semakin meningkat memasuki paruh kedua musim. Setiap kesalahan kecil kini bisa berakibat fatal dalam ambisi mereka merengkuh trofi juara di akhir musim nanti.
Kebangkitan La Viola dan Drama di Zona Degradasi
Beralih ke pertandingan lainnya yang tidak kalah krusial, Fiorentina menunjukkan karakter luar biasa saat bertandang ke markas Bologna di Stadion Renato Dall’Ara. Laga ini menjadi sorotan karena implikasinya yang sangat besar terhadap konstelasi di papan bawah klasemen. Tampil sebagai tim tamu, skuat berjuluk La Viola tersebut membawa misi wajib menang untuk menjauhkan diri dari jeratan zona degradasi yang kian mengancam. Tekanan publik tuan rumah ternyata tidak menyurutkan mentalitas para pemain Fiorentina yang tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.
Kejutan langsung terjadi di babak pertama ketika Fiorentina mampu memecundangi tuan rumah dengan dua gol tanpa balas. Keunggulan dimulai melalui aksi Rolando Mandragora pada menit ke-18 yang berhasil menggetarkan jala gawang Bologna. Gol pembuka ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi tim tamu untuk terus menekan. Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45, Roberto Piccoli menggandakan keunggulan Fiorentina menjadi 2-0. Efektivitas penyelesaian akhir para pemain depan La Viola membuat Bologna tampak frustrasi dan kehilangan arah permainan di hadapan pendukungnya sendiri.
Memasuki babak kedua, Bologna mencoba bangkit dan melakukan serangkaian pergantian taktis untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan disiplin yang digalang oleh lini belakang Fiorentina membuat I Rossoblu kesulitan menciptakan peluang bersih. Bologna baru bisa memperkecil kedudukan melalui gol Giovanni Fabbian pada menit ke-88. Meski gol tersebut sempat memicu ketegangan di menit-menit akhir laga, Fiorentina berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga laga usai. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan yang sangat krusial bagi La Viola dalam upaya mereka memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Dampak dari hasil positif ini sangat terasa di tabel klasemen. Berkat tambahan tiga poin dari markas Bologna, Fiorentina kini merangkak naik ke urutan ke-17 dengan total perolehan 19 poin. Keberhasilan ini secara otomatis memberikan tekanan hebat kepada Lecce yang harus rela terperosok ke zona merah degradasi. Meskipun Lecce memiliki jumlah poin yang sama dengan Fiorentina, yakni 19 poin, mereka harus duduk di peringkat ke-18 karena kalah dalam berbagai parameter penentu posisi klasemen. Pergeseran ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan bawah, di mana selisih satu gol atau satu poin dapat mengubah nasib sebuah tim secara drastis.
Dominasi AS Roma di Turin dan Rekapitulasi Hasil Pekan ke-20
Di pertandingan lain yang digelar di Turin, AS Roma menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Italia musim ini. Melawan tuan rumah Torino, tim Serigala Ibu Kota tampil sangat klinis dan efisien. Kemenangan 2-0 berhasil diraih berkat kontribusi dua bintang mereka, Donyell Malen dan Paulo Dybala. Malen membuka keunggulan pada menit ke-26, sementara Dybala mengunci kemenangan lewat golnya di menit ke-72. Hasil ini semakin memperkokoh posisi AS Roma di papan atas dan menjaga asa mereka untuk bersaing di zona kompetisi Eropa musim depan.
Secara keseluruhan, pekan ke-20 Liga Italia 2025-2026 telah menyajikan tontonan berkualitas tinggi dengan hasil-hasil yang mengubah peta persaingan di berbagai lini. Baik di jalur perburuan gelar Scudetto maupun dalam perjuangan menghindari degradasi, setiap tim menunjukkan determinasi tinggi. Para analis memprediksi bahwa paruh kedua musim ini akan berjalan jauh lebih kompetitif, mengingat selisih poin yang sangat tipis di antara tim-tim penghuni papan atas maupun papan bawah.
Berikut adalah rekapitulasi lengkap hasil pertandingan pekan ke-20 Liga Italia 2025-2026 hingga Senin (19/1/2026) dini hari WIB:
| Pertandingan | Skor Akhir | Pencetak Gol |
|---|---|---|
| Bologna vs Fiorentina | 1 – 2 | Giovanni Fabbian (88′) | Rolando Mandragora (18′), Roberto Piccoli (45′) |
| Torino vs AS Roma | 0 – 2 | Donyell Malen (26′), Paulo Dybala (72′) |
| AC Milan vs Lecce | 1 – 0 | Niclas Fuellkrug (76′) |
Dengan hasil-hasil di atas, klasemen sementara Liga Italia menunjukkan dinamika yang sangat menarik. AC Milan kini membayangi Inter Milan dengan hanya selisih satu kemenangan, sementara di papan bawah, pertarungan untuk keluar dari zona degradasi melibatkan setidaknya lima tim yang memiliki selisih poin sangat rapat. Pekan-pekan mendatang dipastikan akan menyajikan tensi yang lebih tinggi seiring dengan semakin dekatnya akhir kompetisi.


















