| Peringkat | Partai Politik | Elektabilitas (%) |
|---|---|---|
| 1 | Partai Gerindra | 33,7% – 37,0% |
| 2 | PDI Perjuangan | 7,8% – 19,0% |
| 3 | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) | 7,0% – 7,7% |
| 4 | Partai Demokrat | 6,2% – 6,9% |
| 5 | Partai Golkar | 5,5% – 5,8% |
| 6 | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) | 5,3% |
| 7 | Partai Amanat Nasional (PAN) | 3,5% – 3,9% |
| 8 | Partai NasDem | 3,1% |
Data di atas menunjukkan bahwa selain partai-partai lima besar, terdapat tantangan serius bagi partai menengah dan bawah seperti PKS, PAN, dan NasDem yang elektabilitasnya masih berada di kisaran angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Saiful Muhjab menjelaskan bahwa survei ini dilakukan dengan metode top of mind, di mana responden diberikan pertanyaan terbuka: “Jika pemilu legislatif dilakukan hari ini, partai apa yang akan Anda pilih?”. Metode ini dianggap paling akurat dalam mengukur loyalitas pemilih dan ingatan kolektif publik terhadap sebuah brand politik. Menariknya, terdapat porsi pemilih yang sangat besar yang belum menentukan pilihan (undecided voters) yakni sebesar 24,5 persen, serta responden yang memilih untuk tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 21,4 persen. Angka pemilih “galau” yang mencapai hampir separuh dari total populasi ini menjadi peluang sekaligus ancaman bagi semua partai politik untuk melakukan penetrasi lebih dalam di sisa waktu tiga tahun ke depan.
Dari sisi metodologi, Indekstat memastikan bahwa sigi ini memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Responden yang dipilih adalah warga negara yang telah memenuhi syarat usia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta memiliki hak pilih pada Pemilu 2029 mendatang. Proses pengumpulan data dilakukan secara tatap muka (face-to-face interview) oleh enumerator yang telah mendapatkan pelatihan khusus, guna meminimalisir bias informasi. Dengan menggunakan metode multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Kualitas data juga dipastikan melalui proses spot check terhadap sebagian besar sampel yang telah diwawancarai untuk menjamin integritas hasil lapangan.
Selain faktor elektabilitas partai, Indekstat juga memetakan persepsi publik terhadap dinamika sosial dan kepuasan terhadap kepemimpinan nasional. Tingginya angka elektabilitas Gerindra secara linear berbanding lurus dengan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan bahwa publik cenderung mengidentikkan keberhasilan program pemerintah dengan partai asal sang presiden. Namun, bagi partai seperti Golkar yang juga berada di dalam koalisi pemerintahan, tantangan ke depan adalah bagaimana mengonversi kontribusi mereka di kabinet menjadi insentif elektoral yang nyata. Muhammad Sarmuji menekankan bahwa fokus Golkar saat ini adalah bekerja nyata untuk rakyat melalui jalur legislatif maupun eksekutif, karena pada akhirnya rakyat akan menilai berdasarkan hasil kerja, bukan sekadar angka-angka di atas kertas survei yang masih bersifat sangat dinamis.
Menutup analisisnya, Saiful Muhjab dari Indekstat mengingatkan bahwa peta politik ini masih sangat cair. Keberadaan undecided voters

















