Hong Kong bersiap bertransformasi menjadi pusat perayaan global yang megah saat kota ini menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2026 dengan rangkaian festival yang memadukan warisan leluhur dan tontonan modern. Dari kemegahan Parade Malam Internasional Cathay yang mendunia hingga ketenangan spiritual di Pohon Harapan Lam Tsuen, Daerah Administratif Khusus ini menawarkan pengalaman multi-indrawi bagi jutaan warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Dimulai pada pertengahan Februari, perayaan ini tidak hanya menandai masuknya Tahun Kuda dalam zodiak Tionghoa, tetapi juga menjadi denyut nadi budaya yang menghidupkan kembali jalanan Tsim Sha Tsui, Wan Chai, dan Tai Po melalui pawai yang semarak, pasar bunga yang harum, serta balapan kuda dengan pertaruhan tinggi yang mendefinisikan esensi “Kung Hei Fat Choy” di era modern.
Kemegahan Parade Malam Tahun Baru Imlek Cathay International
Puncak dari segala perayaan di Hong Kong adalah Parade Malam Tahun Baru Imlek Cathay International, sebuah ekstravaganza kelas dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026. Acara ini jauh lebih dari sekadar prosesi jalanan biasa; ini adalah teater dinamis di atas roda yang menangkap semangat kosmopolitan Hong Kong. Dimulai tepat pada pukul 20.00 hingga 21.45, parade ini akan menampilkan deretan kendaraan hias yang dirancang secara rumit, di mana banyak di antaranya akan mengusung tema Kuda sesuai dengan shio tahun tersebut, yang melambangkan kekuatan, kecepatan, dan kemakmuran. Rute parade telah dirancang secara strategis untuk memberikan visibilitas maksimal bagi penonton, dimulai dari Piazza Pusat Kebudayaan Hong Kong yang ikonik di Tsim Sha Tsui, sebelum menyusuri koridor sibuk di Jalan Canton, Jalan Haiphong, dan berakhir di Jalan Nathan yang legendaris.
Bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer kemeriahan lebih awal, sebuah pesta jalanan pra-pawai yang masif akan dimulai sejak pukul 18.00 hingga 20.30. Area Tsim Sha Tsui akan diubah menjadi zona karnaval yang dipenuhi oleh pesulap profesional, pertunjukan musik live dari berbagai genre, dan penampil jalanan interaktif yang menjaga energi penonton tetap tinggi sebelum kendaraan hias pertama muncul. Kelompok pertunjukan internasional dari berbagai belahan dunia akan bergabung dengan talenta lokal untuk menciptakan perpaduan budaya yang unik, menjadikan malam sebelum Tahun Baru Imlek sebagai momen yang tak terlupakan bagi siapa pun yang memadati jalanan Kowloon.
Tradisi Pasar Bunga dan Simbolisme Keberuntungan
Menjelang pergantian tahun, aroma bunga segar akan menyeruak di seluruh penjuru kota, menandai dimulainya musim pasar bunga tradisional yang sangat dinanti. Di Hong Kong, mengunjungi pasar bunga bukan sekadar aktivitas belanja, melainkan ritual wajib bagi keluarga yang ingin mengundang keberuntungan masuk ke dalam rumah mereka. Pusat-pusat hortikultura seperti Pasar Bunga Prince Edward dan Taman Victoria di Causeway Bay akan menjadi episentrum keindahan flora. Pasar-pasar ini tidak hanya menawarkan tanaman biasa, tetapi juga tanaman yang sarat akan makna simbolis, seperti pohon jeruk mandarin yang melambangkan kekayaan, bunga persik untuk keberuntungan dalam asmara, dan bunga krisan yang melambangkan umur panjang.
Di Taman Victoria, pengalaman ini ditingkatkan dengan kehadiran instalasi bunga raksasa yang artistik serta stan interaktif yang menjembatani tradisi kuno dengan teknologi modern. Pengunjung dapat melihat ribuan orang membawa seikat bunga gladiol atau tangkai bunga sakura melewati jalanan yang diterangi lampu neon, sebuah pemandangan yang menjadi salah satu citra paling menggugah dari perayaan Imlek di Hong Kong. Pasar bunga ini biasanya mencapai puncak keramaiannya pada malam hari, menciptakan suasana pasar malam yang penuh energi di mana warga saling bertukar salam kemakmuran di tengah lautan warna-warni kelopak bunga.
Salah satu tradisi kuno Tahun Baru Imlek di Hong Kong adalah mengunjungi pohon harapan di Tai Po. Unsplash.com/Candeleria Wag
Ritual Spiritual di Festival Lam Tsuen dan Pohon Harapan
Beralih dari hiruk-pikuk pusat kota menuju suasana pastoral di Tai Po, Festival Lam Tsuen menawarkan koneksi mendalam dengan akar leluhur masyarakat Hong Kong. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan berpusat pada Pohon Harapan Lam Tsuen yang legendaris. Wisatawan dan peziarah berkumpul untuk melakukan ritual unik: menuliskan aspirasi dan doa terdalam mereka di atas selembar kertas merah, yang kemudian diikatkan pada sebuah jeruk mandarin plastik. Jeruk ini kemudian dilemparkan ke arah dahan pohon dengan harapan kertas tersebut akan tersangkut di sana. Menurut kepercayaan setempat, jika kertas harapan tersebut berhasil bertahan di dahan pohon dan tidak jatuh, maka kemungkinan besar keinginan si pelempar akan terwujud di tahun yang baru.
Festival Lam Tsuen pada tahun 2026 diprediksi akan lebih meriah dengan penambahan berbagai fasilitas pendukung. Selain ritual melempar harapan, area tersebut akan dipenuhi dengan kios-kios makanan mewah yang menyajikan hidangan tradisional seperti “Poon Choi” (makan besar dalam baskom), karnaval keluarga, serta pertunjukan musik rakyat yang bergema di sepanjang lembah Lam Tsuen. Tradisi ini memberikan keseimbangan spiritual di tengah kemeriahan modernitas Hong Kong, mengingatkan setiap pengunjung akan pentingnya harapan dan rasa syukur dalam menyambut siklus kehidupan yang baru.
Adrenalin di Arena Balap Kuda Sha Tin
Pada hari ketiga Tahun Baru Imlek, fokus perayaan bergeser ke Arena Pacuan Kuda Sha Tin untuk salah satu acara olahraga paling dinamis dalam kalender tahunan: Chinese New Year Raceday. Dalam budaya Hong Kong, awal tahun adalah waktu yang sangat baik untuk menguji keberuntungan, dan pacuan kuda menyediakan arena yang sempurna untuk tujuan tersebut. Acara ini bukan sekadar ajang taruhan, melainkan sebuah pertunjukan budaya yang megah. Upacara pembukaan biasanya dihiasi dengan tarian barongsai yang spektakuler dan berbagai pertunjukan varietas yang menampilkan selebriti lokal, menciptakan atmosfer yang menggembirakan bagi seluruh keluarga.
Gemuruh derap kaki kuda di atas lintasan rumput dianggap sebagai simbol kemajuan yang “berlari kencang” yang diharapkan setiap orang di tahun baru. Selain menyaksikan balapan yang memacu adrenalin, pengunjung juga dapat menikmati berbagai instalasi seni bertema Imlek di sekitar area tribun dan berpartisipasi dalam lokakarya keberuntungan. Bagi wisatawan mancanegara, mengunjungi Sha Tin pada hari ketiga Imlek memberikan wawasan unik tentang bagaimana gairah olahraga dan kepercayaan tradisional akan keberuntungan dapat berpadu secara harmonis dalam kehidupan masyarakat Hong Kong modern.
Lentera Merah dan Keindahan Visual di Lee Tung Avenue
















