- Jumat, 13 Februari 2026: Tercatat sebagai puncak arus keberangkatan dengan 202.105 pelanggan dari kapasitas 164.196 tempat duduk (Okupansi 123%).
- Sabtu, 14 Februari 2026: Sebanyak 188.405 pelanggan melakukan perjalanan dari total kapasitas 163.980 tempat duduk (Okupansi 114%).
- Minggu, 15 Februari 2026: Volume penumpang tercatat sebanyak 127.915 orang dari kapasitas 165.213 tempat duduk.
- Senin, 16 Februari 2026: Sebanyak 96.642 pelanggan telah memesan tiket dari kapasitas 166.313 tempat duduk.
- Selasa, 17 Februari 2026: Tercatat 109.898 pelanggan dari kapasitas 165.431 tempat duduk, yang mengindikasikan dimulainya pergerakan arus balik.
Pemetaan Stasiun Keberangkatan Terpadat dan Destinasi Favorit
Antusiasme masyarakat untuk bepergian juga tercermin dari kepadatan yang terjadi di sejumlah stasiun besar di wilayah Daop 1 Jakarta hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Stasiun Pasarsenen di Jakarta masih memegang posisi puncak sebagai stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi, melayani 47.774 pelanggan. Angka ini disusul ketat oleh Stasiun Gambir yang melayani 43.290 pelanggan, menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi titik keberangkatan utama bagi para pelancong dan pemudik. Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, Stasiun Yogyakarta mencatatkan angka signifikan dengan 36.784 pelanggan, menjadikannya destinasi sekaligus titik transit terpopuler selama libur Imlek 2026.
Berikut adalah daftar lengkap 10 stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi selama periode libur Imlek 2026:
| Peringkat | Nama Stasiun | Jumlah Pelanggan |
|---|---|---|
| 1 | Stasiun Pasarsenen | 47.774 |
| 2 | Stasiun Gambir | 43.290 |
| 3 | Stasiun Yogyakarta | 36.784 |
| 4 | Stasiun Semarang Tawang | 24.316 |
| 5 | Stasiun Bandung | 21.078 |
| 6 | Stasiun Surabaya Pasar Turi | 20.670 |
| 7 | Stasiun Surabaya Gubeng | 19.247 |
| 8 | Stasiun Lempuyangan | 18.481 |
| 9 | Stasiun Semarang Poncol | 16.442 |
| 10 | Stasiun Solo Balapan | 15.391 |
Kesiapan Operasional dan Strategi Peningkatan Layanan KAI
Menghadapi lonjakan penumpang yang masif ini, PT KAI telah melakukan berbagai persiapan matang dari sisi sarana, prasarana, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM). Anne Purba menekankan bahwa prioritas utama KAI adalah memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung dengan aman, lancar, dan tepat waktu. Seluruh armada kereta api telah melalui proses pengecekan teknis yang ketat sebelum dioperasikan, sementara petugas di stasiun dan di atas kereta disiagakan secara penuh untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. KAI juga terus memantau kondisi cuaca dan potensi gangguan di jalur rel guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menghambat perjalanan.
Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket dan berencana melakukan perjalanan di sisa periode libur Imlek ini, KAI mengimbau agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi. Penggunaan aplikasi Access by KAI sangat disarankan karena selain praktis, aplikasi ini menyediakan informasi ketersediaan tiket secara real-time, jadwal perjalanan yang akurat, serta fitur-fitur tambahan seperti pembatalan atau perubahan jadwal secara mandiri. Selain itu, tiket juga dapat dipesan melalui situs web resmi kai.id maupun mitra penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan KAI. Pelanggan juga diingatkan untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi seperti Contact Center KAI di nomor 121 atau media sosial resmi perusahaan untuk menghindari penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan manajemen volume penumpang yang terstruktur dan sistem pemesanan yang semakin modern, PT Kereta Api Indonesia optimistis dapat menutup periode libur Imlek 2026 dengan catatan performa yang positif. Keberhasilan melayani lebih dari 202 ribu pelanggan di hari pertama tanpa kendala berarti menjadi indikator bahwa transportasi rel masih menjadi tulang punggung mobilitas nasional dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia, terutama pada momen-momen krusial hari besar keagamaan dan libur nasional.
















