Kudus kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat pembinaan bulu tangkis nasional melalui penyelenggaraan Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 yang berlangsung meriah di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Turnamen bergengsi yang digelar mulai tanggal 9 hingga 14 Februari 2026 ini menjadi magnet bagi 518 atlet muda berbakat yang datang dari berbagai penjuru tanah air untuk memperebutkan gelar prestisius dan mengasah mental bertanding di level yang lebih tinggi. Sebanyak 28 klub, yang terdiri dari 25 klub mitra strategis PB Djarum dan tiga klub undangan khusus, mengirimkan delegasi terbaik mereka untuk membuktikan hasil pembinaan di daerah masing-masing. Ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia agar tidak pernah terputus, sekaligus menjadi jembatan bagi para pebulu tangkis cilik untuk melangkah menuju panggung profesional dunia.
Eksistensi Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 tahun ini menunjukkan eskalasi yang signifikan, baik dari segi kuantitas peserta maupun kualitas penyelenggaraan. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa inisiatif yang telah berjalan selama empat tahun terakhir ini merupakan instrumen vital untuk memetakan kekuatan atlet di level akar rumput (grassroots). Dengan melibatkan klub-klub dari wilayah yang sangat luas, mulai dari PB Talenta Manado di Sulawesi Utara, PB Champion Makassar di Sulawesi Selatan, hingga Hevindo Balikpapan di Kalimantan Timur dan PB Victory Bandung di Jawa Barat, kejuaraan ini menciptakan sebuah ekosistem kompetitif yang sehat. Menurut Yoppy, setiap klub mitra memiliki tanggung jawab besar dalam membina bakat lokal, dan melalui turnamen inilah mereka dapat melakukan evaluasi objektif terhadap kurikulum pelatihan yang telah diterapkan selama setahun terakhir. Hal ini krusial agar standar kualitas atlet di daerah tetap selaras dengan standar elit yang ditetapkan oleh PB Djarum di Kudus.
Inovasi Format Pertandingan: Mengadopsi Standar Kejuaraan Dunia
Salah satu aspek yang paling menonjol dalam edisi 2026 ini adalah keberanian panitia penyelenggara untuk menerapkan format pertandingan yang menyerupai turnamen beregu elit internasional. Jika pada kategori usia dini seperti U-9 dan U-11 pertandingan masih fokus pada nomor perorangan guna mematangkan teknik dasar individu, maka pada kategori U-13 dan U-15, nuansa kompetisi berubah menjadi sangat taktikal. Sektor beregu U-13 tahun ini resmi mengadopsi format Piala Thomas dan Piala Uber, di mana kerja sama tim dan kedalaman skuad menjadi kunci kemenangan. Sementara itu, untuk kategori U-15, format yang digunakan adalah sistem Piala Sudirman yang menggabungkan kekuatan putra dan putri dalam satu tim beregu campuran. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; dengan memperkenalkan atmosfer beregu sejak dini, para atlet muda diajarkan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya bermain untuk diri sendiri tetapi juga berjuang demi kehormatan klub mereka.
Sigit Budiarto, sang legenda bulu tangkis Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan secara mendalam mengenai filosofi di balik penerapan tiga sistem pertandingan yang berbeda ini. Menurut peraih Piala Thomas 2002 tersebut, transisi dari format perorangan ke format beregu dunia seperti Thomas, Uber, dan Sudirman adalah bagian dari proses pendewasaan atlet secara psikologis. Di lapangan, tekanan saat bermain di nomor beregu jauh lebih intens dibandingkan nomor perorangan karena hasil satu partai akan sangat menentukan nasib seluruh tim. Sigit berharap, dengan paparan terhadap tekanan tinggi ini sejak usia dini, para atlet tidak akan lagi merasa canggung atau gugup saat kelak harus mewakili Indonesia di ajang internasional yang sesungguhnya. Inovasi format ini juga memaksa para pelatih di klub mitra untuk lebih jeli dalam menyusun strategi dan melakukan rotasi pemain, yang secara tidak langsung meningkatkan kualitas manajerial klub-klub daerah.
Keberhasilan sistem pembinaan melalui jaringan klub mitra ini telah membuahkan bukti nyata yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Yoppy Rosimin menyoroti bagaimana beberapa alumni klub mitra kini telah berhasil menembus ketatnya persaingan di Pelatnas PBSI Cipayung. Nama-nama seperti Selsi Jovika, yang mengawali langkahnya di PB Champion Madiun, kini menjadi salah satu prospek cerah di kancah nasional. Begitu pula dengan Moh Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Richardo, dua talenta yang mulanya ditempa di PB Champion Klaten sebelum akhirnya ditarik masuk ke markas besar PB Djarum dan kini menjadi bagian dari skuad elit nasional. Keberhasilan para senior ini menjadi inspirasi dan bukti bagi 518 peserta di GOR Djarum Jati bahwa jalur menuju kesuksesan internasional sangat terbuka lebar bagi mereka yang menunjukkan dedikasi tinggi di klub mitra.
Penguatan Ekosistem Melalui Coaching Clinic dan Pelatihan Fisik
Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 tidak hanya dirancang sebagai panggung bagi para atlet, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kapasitas bagi para pelatih. Menyadari bahwa kualitas atlet sangat bergantung pada kualitas pelatihnya, PB Djarum secara rutin menyisipkan agenda coaching clinic dan sharing session di sela-sela jadwal pertandingan. Banyak dari pelatih klub mitra merupakan mantan atlet PB Djarum yang kembali ke daerah asal mereka untuk membina bakat baru. Oleh karena itu, ajang ini juga berfungsi sebagai reuni profesional untuk memperbarui pengetahuan mereka tentang tren bulu tangkis modern. Pada edisi kali ini, fokus utama diberikan pada aspek fisik, di mana Ari Subarkah, pelatih fisik berpengalaman dari PB Djarum, memberikan materi mendalam mengenai peningkatan endurance atau daya tahan tubuh. Kemampuan fisik yang prima dianggap sebagai fondasi utama agar teknik yang dimiliki atlet dapat keluar secara maksimal, terutama dalam format pertandingan beregu yang menguras energi dan konsentrasi.
Antusiasme yang luar biasa terlihat dari peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan, dari 439 atlet pada tahun sebelumnya menjadi 518 atlet pada tahun 2026 ini. Kenaikan angka partisipasi sebesar hampir 20 persen ini menjadi indikator bahwa klub-klub mitra semakin aktif dalam melakukan rekrutmen dan pembinaan di daerah masing-masing. Selain itu, kehadiran klub-klub dari luar pulau Jawa membuktikan bahwa gairah bulu tangkis di Indonesia tetap merata dan tidak hanya terpusat di satu titik. Dengan durasi kompetisi selama enam hari penuh, para atlet muda ini mendapatkan pengalaman bertanding yang sangat berharga, menambah jam terbang, dan yang paling penting, mereka mendapatkan kesempatan untuk dipantau langsung oleh tim pemandu bakat dari PB Djarum. Bagi mereka yang tampil menonjol, jalan untuk mendapatkan beasiswa bulu tangkis dan berlatih secara profesional di Kudus terbuka sangat lebar.
Daftar pemenang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026
Kategori Perorangan
U-9 Putra
- Juara I: Ray Kalandra Al Kahfi (Champion Kudus)
- Juara II: Yusuf Al Ghifari Prasetia (Champion Madiun)
- Juara III: Azka Aldric Arrasyid (Victory Bandung) & Alfarizy Shagufta Mekka Heryanto (PMS Solo)
U-9 Putri
- Juara I: Almeera Nafisha Shareen (Champion Madiun)
- Juara II: Asha Adiba Zada (Champions Jepara)
- Juara III: Inara Kania Aulia Mufida (Arista Semarang) & Gendhis Maheswari (Panorama Solo)
U-11 Putra
- Juara I: Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten)
- Juara II: Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen)
- Juara III: Ibrahim Yuki Suwandi Yamamoto (Champion Klaten) & Kenzou Leonardo Wijaya (Champion Kudus)
U-11 Putri
- Juara I: Ailsie Elaina Sembiring (Champion Kudus)
- Juara II: Aqila Zyan Noufalin (Arista Semarang)
- Juara III: Satmika Cinta (Champion Klaten) & Biancha Ramadhani Zhafira Wardoyo (Champion Madiun)

















