Geliat sepak bola putri usia dini di Indonesia kembali menunjukkan puncaknya melalui gelaran bergengsi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 2025-2026. Turnamen yang telah sukses menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya ini menjadi ajang krusial dalam mencetak talenta-talenta baru sekaligus membuktikan peningkatan signifikan kualitas ekosistem sepak bola putri di akar rumput. Dengan partisipasi ribuan siswi dari berbagai sekolah, MLSC Solo Seri 2 tidak hanya melahirkan juara-juara baru yang tangguh, seperti MIN 9 Sragen dan SDN Kristen Manahan SKA, tetapi juga menyoroti potensi luar biasa dari para pemain muda yang siap mengharumkan nama bangsa di masa depan, menegaskan komitmen kuat MilkLife dalam memajukan olahraga sepak bola wanita di Tanah Air.
Perhelatan akbar MilkLife Soccer Challenge Seri 2 musim 2025-2026 yang diselenggarakan di dua kota besar, Jakarta dan Solo, telah menjadi sorotan utama dalam kalender pengembangan sepak bola putri nasional. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, secara lugas menyampaikan bahwa hasil dari seri Jakarta dan Solo ini adalah bukti nyata adanya peningkatan kualitas yang signifikan dalam ekosistem sepak bola putri di tingkat akar rumput. Data menunjukkan bahwa lebih dari 3.937 siswi telah meramaikan MLSC Seri 2 di kedua kota tersebut, sebuah angka fantastis yang mencerminkan antusiasme dan potensi besar. Atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas mewarnai setiap partai puncak, menegaskan geliat positif sepak bola putri usia dini di Tanah Air. Kehadiran juara-juara baru di setiap kategori, seperti yang terjadi di Solo, menjadi pemicu semangat kompetitif bagi tim-tim lain, sebagaimana diakui oleh Asisten Pelatih MLSC Jakarta Seri 2 2025-2026, Rici Vauzi. Ia menekankan bahwa dinamika ini sangat penting untuk terus memacu perkembangan talenta.
Dominasi dan Bintang Baru di Kategori Usia 10
Kategori Usia 10 (KU 10) di MLSC Solo Seri 2 menjadi panggung bagi tim-tim muda untuk menunjukkan bakat dan strategi mereka. Dari persaingan yang ketat, MIN 9 Sragen berhasil mengukuhkan diri sebagai juara. Kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi, melainkan cerminan dari kerja keras, kekompakan tim, dan strategi pelatih yang jitu. Mereka menunjukkan performa yang konsisten dan dominan sepanjang turnamen, mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru di kancah sepak bola putri usia dini Solo. Di posisi runner-up, SDN 02 Malangjiwan menunjukkan perlawanan yang sengit, membuktikan bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik di kategori ini. Perjalanan mereka hingga partai puncak adalah bukti dari ketahanan mental dan keterampilan teknis yang mumpuni. Sementara itu, SD Al Azhar Syifa Budi dan SDIT Muhammadiyah Al Kautsar berhasil mencapai babak semifinal, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat level kompetisi yang semakin meningkat. Keberadaan empat tim kuat ini di fase akhir menunjukkan kedalaman talenta di KU 10.
Penghargaan individu di KU 10 juga tak kalah menarik perhatian. Gelar Top Scorer diraih oleh Salsabilla Mustika Prasetiyo dari MIN 9 Sragen, dengan torehan fantastis 46 gol. Angka ini bukan hanya menunjukkan ketajaman insting golnya, tetapi juga dominasi timnya dalam menyerang. Salsabilla menjelma menjadi mesin gol yang tak terbendung, menjadi inspirasi bagi rekan-rekan setimnya. Penghargaan Best Player diberikan kepada Shaqueena Nasha Olivia dari SDN 02 Malangjiwan. Shaqueena dikenal dengan visi bermainnya yang luar biasa, kemampuan mengolah bola yang apik, serta kepemimpinannya di lapangan yang mampu mengangkat performa timnya. Sementara itu, benteng pertahanan terakhir, Humaira Putri Satriyawan dari MI Ta’mirul Islam, dinobatkan sebagai Best Goalkeeper. Penampilannya yang tenang, refleks yang cepat, dan penyelamatan-penyelamatan krusialnya menjadi kunci bagi timnya. Terakhir, penghargaan Fairplay Team dianugerahkan kepada MIN Surakarta, sebuah pengakuan atas sportivitas, etika bermain, dan sikap positif yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen, menjadi teladan bagi semua peserta.
Persaingan Sengit dan Bintang Baru di Kategori Usia 12
Kategori Usia 12 (KU 12) menghadirkan tingkat persaingan yang lebih matang dan intens, seiring dengan perkembangan fisik dan teknis para pemain. Di kategori ini, SDN Kristen Manahan SKA tampil sebagai juara, menunjukkan kualitas permainan yang terstruktur dan mental juara yang kokoh. Kemenangan mereka adalah hasil dari latihan keras dan koordinasi tim yang solid, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim terkuat di Solo. Kejutan datang dari MIN 9 Sragen, yang berhasil menjadi runner-up di kategori ini, melengkapi prestasi mereka setelah menjadi juara di KU 10. Pencapaian ganda ini adalah bukti nyata dari kedalaman skuad dan program pembinaan yang efektif di MIN 9 Sragen, menunjukkan bahwa mereka memiliki talenta yang merata di berbagai kelompok usia. Tim-tim semifinalis, SD Tempel Surakarta dan MIN Surakarta, juga menunjukkan performa yang patut diacungi jempol, memberikan warna persaingan yang ketat dan menambah bobot kompetisi di KU 12.
Di KU 12, penghargaan individu juga menyoroti bakat-bakat luar biasa. Gelar Top Scorer diraih oleh Ika Wonda dari SDN Kristen Manahan SKA, dengan mengoleksi 43 gol. Kontribusinya yang masif dalam mencetak gol sangat vital bagi perjalanan timnya menuju tangga juara. Ika Wonda adalah representasi dari penyerang modern dengan naluri gol yang tajam. Penghargaan Best Player diberikan kepada Fatimah Misy Al Al Kholida dari SDN Manang 1. Fatimah dikenal dengan kemampuan dribbling yang memukau, umpan-umpan akurat, serta kemampuannya membaca permainan yang membuatnya menjadi motor serangan timnya. Sementara itu, Mayuri Wistarakara Harimurti dari SD Kristen Manahan Surakarta dinobatkan sebagai Best Goalkeeper. Keberaniannya dalam duel satu lawan satu dan kemampuannya mengorganisir pertahanan menjadi aset berharga bagi timnya. Untuk penghargaan Fairplay Team, SDIT Muhammadiyah Al Kautsar

















