Dalam sebuah pertarungan krusial yang sarat makna di kancah Serie A Italia musim 2025-26, Udinese bersiap menjamu Sassuolo di markas kebanggaan mereka, Stadion Bluenergy, pada Minggu malam, 15 Februari 2026. Pertandingan pekan ke-25 ini, yang dijadwalkan akan memulai kick-off pada pukul 18.30 WIB, bukan sekadar duel rutin di papan tengah. Lebih dari itu, laga ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi di klasemen, menjauh dari bayang-bayang zona degradasi yang mengancam, sekaligus menjaga asa menembus sepuluh besar liga. Dengan hanya terpaut tiga poin di tabel klasemen, Stadion Bluenergy akan menjadi saksi bisu panasnya persaingan dua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh untuk mengukir narasi positif di sisa musim.
Analisis Performa Udinese: Antara Asa dan Inkonsistensi
Musim ini, Udinese, yang dijuluki Friulani, menampilkan performa yang penuh fluktuasi, ditandai dengan inkonsistensi yang mencolok. Meskipun demikian, mereka tetap berada di jalur yang menjanjikan untuk meraih posisi paruh atas klasemen liga, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada kampanye 2012-13. Ambisi besar ini menjadi motivasi utama mereka di setiap laga.
Sebelum kekalahan terakhir, Udinese sempat menunjukkan taringnya dengan dua kemenangan beruntun yang impresif. Kemenangan pertama diraih atas Hellas Verona, sebuah hasil yang menunjukkan efektivitas lini serang mereka. Kemudian, mereka berhasil menaklukkan raksasa ibu kota, AS Roma, dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan. Performa solid ini membangkitkan optimisme bahwa Udinese mampu meraih tiga kemenangan liga secara beruntun, sebuah rekor yang belum mereka capai dalam hampir setahun terakhir. Momentum positif ini seharusnya menjadi modal berharga saat mereka bertandang ke Via del Mare untuk menghadapi Lecce yang sedang berjuang.
Namun, harapan itu sirna di Lecce. Dalam pertandingan tersebut, Udinese menampilkan performa yang jauh di bawah standar. Mereka kesulitan menciptakan peluang berarti, hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Akibatnya, mereka harus menelan kekalahan pahit 2-1, sebuah hasil yang tidak hanya menghentikan laju kemenangan mereka tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi mental dan taktik tim. Kekalahan ini menjadi pukulan telak yang harus segera mereka atasi demi membalikkan keadaan di pertandingan kandang melawan Sassuolo, di mana dukungan penuh dari para penggemar di Stadion Bluenergy diharapkan dapat memicu semangat juang mereka.
Tantangan Sassuolo: Adaptasi di Kasta Tertinggi dan Strategi Fabio Grosso
Di sisi lain, Sassuolo, yang akrab disapa Neroverdi, juga menghadapi serangkaian kesulitan yang signifikan sepanjang musim ini. Tim ini masih dalam fase adaptasi yang berkelanjutan dengan kerasnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Proses adaptasi ini menuntut kesabaran dan strategi yang matang dari pelatih kepala, Fabio Grosso. Meski demikian, Grosso patut berbangga atas upaya dan dedikasi timnya sejauh ini. Dengan 14 pertandingan tersisa, Sassuolo berhasil menjaga jarak sembilan poin dari zona degradasi, sebuah pencapaian yang tidak bisa diremehkan mengingat badai cedera dan inkonsistensi performa yang mereka alami.
Namun, performa mereka baru-baru ini diuji dengan sangat berat saat menjamu Inter Milan, salah satu kandidat kuat juara Serie A. Dalam pertandingan tersebut, Sassuolo tak mampu membendung dominasi Nerazzurri dan harus menerima kekalahan telak 5-0. Kekalahan ini menjadi cerminan nyata dari jurang kualitas yang masih ada antara Sassuolo dengan tim-tim papan atas liga. Situasi semakin diperparah ketika gelandang veteran Nemanja Matic diganjar kartu merah di babak kedua, setelah timnya sudah tertinggal empat gol. Kartu merah tersebut tidak hanya meruntuhkan semangat juang tim tetapi juga memaksa mereka bermain dengan sepuluh pemain, yang pada akhirnya berkontribusi pada kekalahan terberat mereka sejak dihancurkan 6-1 oleh Napoli pada Februari 2024.
Saat ini, Sassuolo berada di peringkat ke-11 klasemen dengan mengumpulkan 29 poin, hanya terpaut tiga angka dari Udinese. Untuk pertandingan penting ini, Sassuolo memiliki beberapa senjata andalan. Kehadiran bintang Italia, Domenico Berardi, di lini depan tetap menjadi tumpuan utama Sassuolo untuk mencuri gol di kandang lawan. Kreativitas dan ketajaman Berardi akan sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Udinese. Selain itu, lini belakang Sassuolo juga akan diperkuat dengan kehadiran Jay Idzes, pemain yang akrab disapa “Bang Jay,” yang akan bahu-membahu bersama Walukiewicz dan Muharemovic. Trio bek ini diharapkan mampu membentuk benteng kokoh untuk meredam agresivitas lini serang tuan rumah, menjamin bahwa Sassuolo memiliki fondasi pertahanan yang solid untuk meraih poin di Bluenergy Stadium.
Rekor Pertemuan dan Statistik Krusial: Membedah Sejarah Udinese vs Sassuolo
Sejarah pertemuan antara Udinese dan Sassuolo di Serie A mencatat total 23 pertandingan yang telah dimainkan. Dari jumlah tersebut, Udinese unggul tipis dengan meraih delapan kemenangan, sementara Sassuolo berhasil mengamankan lima kemenangan. Sisanya, sebanyak 10 pertandingan berakhir dengan skor imbang, menunjukkan bahwa duel antara kedua tim seringkali berjalan ketat dan sulit diprediksi.
Menariknya, dalam empat pertemuan terakhir, Sassuolo menunjukkan dominasi yang signifikan. Mereka tidak terkalahkan dalam empat pertandingan tersebut, sebuah rekor yang patut diwaspadai oleh Udinese. Tren ini mengindikasikan bahwa Sassuolo memiliki keunggulan psikologis dan mungkin telah menemukan formula yang tepat untuk menghadapi gaya permainan Friulani.
Di sisi lain, Udinese memiliki catatan pertahanan yang mengkhawatirkan saat menghadapi Sassuolo di kandang sendiri. Tim tuan rumah gagal menjaga gawangnya tetap bersih (clean sheet) dalam tujuh pertandingan terakhir mereka melawan Sassuolo, sebuah catatan buruk yang telah berlangsung sejak tahun 2021. Statistik ini menyoroti kelemahan defensif Udinese yang perlu segera diperbaiki jika mereka ingin meraih hasil positif di laga ini.

















