Gelombang mobilitas masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 mulai menunjukkan eskalasi yang signifikan di jalur-jalur utama bebas hambatan, di mana tercatat sebanyak 44.918 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Sabtu (14/2/2026) atau bertepatan dengan H-3 sebelum hari raya. Lonjakan volume kendaraan yang mencapai angka 46,77 persen di atas kondisi lalu lintas normal ini menjadi indikator kuat bahwa tradisi mudik dan perjalanan wisata jarak jauh tetap menjadi agenda utama warga ibu kota saat momentum libur panjang tiba. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) melaporkan bahwa pergerakan masif ini didominasi oleh kendaraan pribadi yang mengarah ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, yang secara teknis memberikan tekanan volume yang cukup besar pada ruas tol layang terpanjang di Indonesia tersebut, meskipun secara keseluruhan arus lalu lintas masih dapat dikelola dengan lancar dan terkendali oleh petugas di lapangan.
Dinamika Lonjakan Volume Kendaraan dan Manajemen Arus Lalu Lintas
Peningkatan arus kendaraan ini tidak hanya terjadi pada jalur keluar Jakarta, namun juga terlihat pada arus sebaliknya yang menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak seintensif jalur keberangkatan. Berdasarkan data komprehensif yang dihimpun oleh pihak pengelola jalan tol, volume kendaraan dari arah Timur (Cikampek) menuju Jakarta melalui Ruas Jalan Layang MBZ pada periode yang sama mencapai 31.655 unit kendaraan. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 12,96 persen dibandingkan dengan lalu lintas harian normal yang biasanya berada di kisaran 28.022 kendaraan. Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan dua arah yang cukup dinamis, di mana sebagian masyarakat mungkin melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari puncak arus balik atau sekadar melakukan mobilitas antar-kota di wilayah penyangga Jakarta selama periode libur Imlek.
Analisis lebih mendalam terhadap pola pergerakan kendaraan mengungkapkan bahwa puncak kepadatan tidak terjadi secara merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu. Peningkatan volume kendaraan paling tajam tercatat terjadi pada periode malam hari, di mana persentase kenaikan melesat hingga mencapai 52,76 persen di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Kenaikan drastis pada malam hari ini sering kali dipicu oleh preferensi pengemudi yang memilih melakukan perjalanan saat suhu udara lebih sejuk dan untuk menghindari kepadatan di titik-titik pertemuan arus pada siang hari. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari tim operasional Jasa Marga dalam memastikan ketersediaan layanan darurat dan pemantauan CCTV secara intensif guna mendeteksi potensi gangguan lalu lintas sedini mungkin di sepanjang ruas MBZ yang memiliki karakteristik khusus tanpa bahu jalan yang luas.
Protokol Keselamatan Berkendara: Kesiapan Fisik, Kendaraan, dan Antisipasi Cuaca
Menyikapi tingginya animo masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh, para pengguna jalan sangat ditekankan untuk melakukan persiapan yang matang sebelum memasuki ruas jalan tol. Aspek utama yang menjadi sorotan adalah memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima; rasa kantuk dan kelelahan merupakan faktor risiko tertinggi kecelakaan di jalan tol, terutama pada ruas layang MBZ yang memerlukan konsentrasi penuh karena hembusan angin samping (crosswind) yang lebih kuat. Selain kesiapan manusia, kondisi teknis kendaraan wajib diperiksa secara menyeluruh, mulai dari tekanan ban, sistem pengereman, hingga fungsi lampu-lampu kendaraan. Pengendara juga diingatkan untuk menjaga kecukupan daya listrik bagi pengguna kendaraan listrik (EV) serta memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup, mengingat keterbatasan fasilitas pengisian bahan bakar di atas jalan layang yang mengharuskan kendaraan turun ke jalur bawah jika terjadi keadaan darurat.
Faktor eksternal seperti perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi variabel krusial yang harus diantisipasi oleh setiap pengendara. Memasuki bulan Februari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sangat tinggi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan tanpa kendala berarti. Hati-hati saat berkendara dalam kondisi hujan karena fenomena ini secara langsung dapat mempengaruhi jarak pandang (visibility) pengemudi dan mengubah kondisi permukaan jalan menjadi lebih licin. Penurunan koefisien gesek pada aspal saat basah dapat meningkatkan risiko aquaplaning, sehingga sangat disarankan bagi pengemudi untuk menurunkan kecepatan dan menjaga jarak aman yang lebih lebar dengan kendaraan di depannya guna memberikan ruang reaksi yang cukup jika terjadi pengereman mendadak.
Selain aspek teknis dan cuaca, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko insiden di jalan raya. Pihak otoritas jalan tol terus mengingatkan agar pengendara tidak menggunakan bahu jalan untuk keperluan non-darurat dan selalu mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan, khususnya pada ruas MBZ yang memiliki batas kecepatan maksimal 80 km/jam. Kesadaran kolektif dalam menjaga etika berkendara, seperti memberikan sinyal sebelum berpindah lajur dan tidak melakukan manuver berbahaya, akan sangat membantu kelancaran arus lalu lintas di tengah kepadatan volume kendaraan yang terus meningkat menjelang hari H perayaan Imlek.
Optimalisasi Layanan Digital dan Pusat Informasi Jasa Marga
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik dan transparansi informasi bagi masyarakat, Jasa Marga Group telah menyiagakan berbagai kanal komunikasi yang dapat diakses selama 24 jam penuh. Pengguna jalan dapat mengakses informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, prakiraan cuaca di jalur tol, hingga permintaan pelayanan darurat seperti mobil derek atau bantuan medis melalui pusat panggilan resmi di nomor 14080. Selain itu, platform media sosial seperti Twitter (X) melalui akun @PTJASAMARGA juga terus memperbarui informasi secara real-time mengenai titik-titik kepadatan atau adanya rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way yang mungkin diberlakukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan diskresi di lapangan.
Transformasi digital dalam layanan jalan tol juga semakin diperkuat melalui aplikasi Travoy versi 4.5 yang tersedia bagi pengguna perangkat iOS maupun Android. Aplikasi ini dirancang untuk menjadi asisten perjalanan digital yang komprehensif, menyediakan fitur-fitur unggulan seperti pemantauan CCTV secara langsung dari berbagai titik strategis, pengecekan tarif tol, hingga fitur navigasi yang terintegrasi dengan kondisi lalu lintas terkini. Dengan memanfaatkan teknologi ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan waktu keberangkatan mereka dengan lebih bijak, menghindari jam-jam sibuk, dan memilih rute alternatif jika terjadi kepadatan yang ekstrem. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, pengawasan petugas, dan kecerdasan pengguna jalan dalam memanfaatkan informasi digital diharapkan dapat mewujudkan perjalanan libur Imlek 2026 yang aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.

















