Lonjakan mobilitas masyarakat di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terpantau signifikan pada Sabtu, 14 Februari 2026, seiring dimulainya momen libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan perayaan Imlek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop 6 mencatat total pergerakan penumpang mencapai 51.105 orang, terdiri dari 28.918 penumpang yang tiba dan 22.187 penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di bawah naungannya. Fenomena ini, yang dipicu oleh libur Imlek 2026 yang diperpanjang dengan tambahan cuti bersama, menunjukkan betapa Yogyakarta terus menjadi destinasi primadona bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, memanfaatkan paket wisata lengkap yang ditawarkan, mulai dari keindahan alam, edukasi, hingga pusat perbelanjaan, didukung pula oleh komitmen KAI Daop 6 dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu layanan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengonfirmasi adanya peningkatan volume penumpang yang substansial dibandingkan dengan akhir pekan pada umumnya. “Libur akhir pekan kali ini lebih panjang karena adanya tambahan cuti bersama dan libur nasional sehingga banyak dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga,” jelas Feni. Ia menambahkan bahwa Kota Yogyakarta secara konsisten menjadi magnet bagi para pelancong berkat ragam atraksi wisatanya yang komprehensif, mencakup pesona alam yang memukau, destinasi edukatif yang mencerahkan, hingga pusat perbelanjaan yang dinamis. Faktor-faktor ini, ditambah dengan upaya berkelanjutan KAI Daop 6 dalam menjaga dan meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu operasional kereta api, turut berkontribusi dalam mendorong peningkatan pergerakan penumpang yang signifikan pada periode libur Imlek ini.
Strategi KAI Daop 6 Yogyakarta Mengakomodir Lonjakan Penumpang
Menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terus meningkat selama periode libur panjang Imlek 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mengambil langkah proaktif dengan mengoperasikan sejumlah kereta api tambahan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketersediaan kapasitas angkut yang memadai dan memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 6 Yogyakarta sendiri mencapai 19.980 orang. Jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah penumpang pada hari Jumat biasa yang berkisar di angka 16.000 penumpang, terjadi kenaikan yang cukup signifikan, diperkirakan sekitar 25 persen. Kenaikan ini menjadi indikator kuat akan tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api selama libur panjang.
Keempat kereta api tambahan yang dioperasikan untuk melayani lonjakan penumpang tersebut meliputi Kereta Api (KA) Gajayana tambahan, KA tambahan dengan relasi Yogyakarta-Gambir (pulang pergi), KA Batavia, dan KA Sancaka Fakultatif. Kehadiran kereta api ekstra ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang meningkat, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam perencanaan perjalanan. KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar setiap perjalanan menjadi pengalaman yang berkesan bagi para penumpang, terutama dalam momen penting seperti perayaan Imlek yang sarat makna.
Analisis Pergerakan Penumpang dan Dampaknya
Total pergerakan penumpang yang tercatat di Daop 6 Yogyakarta, yang mencakup stasiun-stasiun di wilayah operasionalnya, mencapai angka 51.105 orang pada hari pertama libur panjang Imlek 2026. Angka ini merupakan gabungan dari penumpang yang tiba di berbagai destinasi dalam wilayah Daop 6 dan penumpang yang berangkat menuju kota-kota lain. Secara rinci, sebanyak 28.918 penumpang tercatat tiba, menandakan tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta dan sekitarnya. Sementara itu, 22.187 penumpang tercatat naik atau berangkat, menunjukkan bahwa banyak warga lokal yang memanfaatkan libur panjang untuk kembali ke kampung halaman atau melakukan perjalanan ke destinasi lain.
Peningkatan penumpang ini tidak hanya berdampak pada operasional kereta api, tetapi juga berpotensi memberikan dorongan ekonomi bagi sektor pariwisata dan jasa terkait di Yogyakarta. Kepadatan di stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan menjadi pemandangan umum. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menekankan pentingnya faktor keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap operasional kereta api. Peningkatan pelayanan yang terus dilakukan secara berkesinambungan oleh Daop 6 Yogyakarta menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan penumpang dan memastikan pengalaman perjalanan yang positif.
Imbauan dan Harapan KAI Daop 6 Yogyakarta
Menyikapi tingginya antusiasme masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api selama libur panjang Imlek 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau seluruh calon penumpang untuk melakukan perencanaan perjalanan sejak dini. “Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini agar memperoleh jadwal perjalanan sesuai kebutuhan,” ujar Feni. Dengan melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari, penumpang dapat memastikan ketersediaan kursi pada jadwal yang diinginkan dan menghindari kekecewaan akibat kehabisan tiket. Selain itu, perencanaan yang matang juga dapat membantu penumpang menghindari kepadatan di stasiun pada saat keberangkatan.
KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan harapan agar kehadiran kereta api tambahan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat. “KAI Daop 6 Yogyakarta berharap kehadiran KA tambahan ini dapat memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan serta mendukung masyarakat dalam menikmati momen libur Imlek bersama keluarga dan orang-orang terkasih,” pungkas Feni. Harapan ini mencerminkan komitmen KAI untuk tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga turut berperan dalam menciptakan momen-momen kebersamaan yang berharga bagi setiap penumpangnya.

















