| Tahun Buku | Total Dividen per Saham | Dividen Interim | Dividen Final | Total Nilai (Triliun) |
|---|---|---|---|---|
| 2022 | Rp205* | Rp35 | Rp170 | Rp25,3 |
| 2023 | Rp270 | Rp42,5 | Rp227,5 | Rp33,28 |
| 2024 | Rp300 | Rp50 | Rp250 | Rp36,98 |
| 2025 (Interim) | TBA | Rp55 | TBA | Rp6,7 (Interim) |
Informasi terbaru juga menyebutkan bahwa untuk tahun buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember nanti, BCA telah menjadwalkan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp55 per saham. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 10% dibandingkan dengan dividen interim pada periode yang sama di tahun sebelumnya (Rp50 per saham). Dengan total nilai dividen interim mencapai Rp6,7 triliun, langkah ini semakin mengukuhkan kepercayaan pasar terhadap prospek BBCA di masa depan. Kombinasi antara efisiensi operasional yang tinggi, rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga rendah, serta basis nasabah loyal yang terus tumbuh melalui transformasi digital, menjadikan BCA sebagai institusi keuangan yang tidak hanya mampu mencetak laba besar, tetapi juga sangat disiplin dalam mendistribusikan kekayaan tersebut kepada para pemegang sahamnya secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, strategi dividen BCA yang progresif merupakan refleksi dari kesehatan fundamental perusahaan yang mumpuni. Dengan rasio pembayaran yang menyentuh 68%, BCA membuktikan bahwa mereka mampu menyeimbangkan antara pemberian imbal hasil tunai yang menarik dengan kebutuhan untuk terus berinovasi di sektor perbankan digital. Bagi para investor, konsistensi kenaikan dividen selama lebih dari satu dekade ini memberikan pesan yang jelas: BCA adalah aset investasi yang memiliki daya tahan tinggi terhadap siklus ekonomi, menjadikannya pilihan utama dalam portofolio investasi jangka panjang di Indonesia.
















