JAKARTA – Menjelang perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan terbatas setelah mengalami pelemahan di akhir pekan sebelumnya. Analis memperkirakan pergerakan indeks akan berada dalam rentang 8.130 hingga 8.320, didukung oleh indikator MACD yang menunjukkan tren positif. Momentum ini turut dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diprediksi tidak akan berubah dari level 4,75%, seiring dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan selisih dengan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Funds Rate). Selain itu, sentimen positif juga datang dari potensi penguatan beberapa saham unggulan yang direkomendasikan oleh para analis teknikal. Bagaimana nasib IHSG pasca libur panjang Imlek dan apa saja rekomendasi saham yang patut dicermati? Artikel ini akan mengupas tuntas prediksi pergerakan IHSG dan memberikan analisis mendalam terhadap saham-saham pilihan, termasuk strategi trading yang disarankan.
Analisis Mendalam Pergerakan IHSG: Menggapai Penguatan Terbatas
Pasca penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, yang berakhir dengan pelemahan 0,64% atau turun 53,08 poin ke level 8.212,2, para pelaku pasar kini menaruh harapan pada pemulihan IHSG. Proyeksi pergerakan indeks pada Rabu, 18 Februari 2026, cenderung mengarah pada penguatan terbatas. Hal ini didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan adanya tren penguatan, sebagaimana tercermin dari indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence). Rentang pergerakan yang diprediksi oleh analis Audi adalah antara level support 8.130 dan resistance 8.320. Rentang ini memberikan gambaran area potensial bagi IHSG untuk bergerak naik, namun tetap dalam koridor yang terkendali, mengantisipasi adanya aksi jual sewaktu-waktu.
Lebih lanjut, pergerakan IHSG pada periode ini juga akan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik. Salah satu faktor domestik yang krusial adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). Para analis sepakat memprediksi bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75% pada Februari 2026. Keputusan ini didukung oleh beberapa pertimbangan, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah yang dinilai cukup kondusif dan upaya BI untuk menjaga selisih suku bunga dengan Fed Funds Rate Amerika Serikat. Jeda dalam kenaikan suku bunga BI diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar modal, mengurangi biaya pinjaman bagi korporasi, dan mendorong investasi.
Sentimen global juga turut berperan dalam membentuk arah pergerakan IHSG. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam konten asli, referensi tambahan mengindikasikan bahwa sentimen The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati. Jika The Fed memberikan sinyal perlambatan kenaikan suku bunga atau mempertahankan kebijakan moneternya, hal ini dapat memicu aliran dana asing masuk kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Arus keluar dana asing yang signifikan di akhir pekan sebelumnya menjadi catatan penting yang perlu diwaspadai, namun potensi penguatan didorong oleh faktor-faktor domestik seperti rebound konglomerasi besar dan aksi buyback saham oleh beberapa emiten, serta antisipasi rilis kinerja keuangan tahun buku 2025 yang diperkirakan positif.
Rekomendasi Saham Pilihan: Strategi Trading dan Analisis Teknis
Di tengah prediksi penguatan terbatas IHSG, para analis telah mengidentifikasi beberapa saham yang memiliki potensi untuk memberikan keuntungan. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal yang cermat, mempertimbangkan level support (batas bawah harga) dan resistance (batas atas harga) serta target pergerakan harga. Salah satu saham yang disorot adalah PT Harum Energy Tbk. (HRUM). Untuk saham ini, area akumulasi direkomendasikan berada pada kisaran Rp1.105 hingga Rp1.175. Target harga yang diproyeksikan adalah Rp1.205, sementara level stop loss ditetapkan pada Rp1.065 untuk membatasi potensi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai prediksi.
Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) juga masuk dalam daftar rekomendasi. Analis menyarankan area akumulasi untuk MDKA berada pada rentang Rp3.110 hingga Rp3.270. Target harga yang lebih ambisius ditetapkan pada Rp3.380, dengan level stop loss pada Rp3.060. Pergerakan harga saham MDKA patut dicermati mengingat posisinya sebagai salah satu emiten tambang yang seringkali memiliki korelasi dengan harga komoditas global. Sementara itu, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) direkomendasikan dengan area akumulasi Rp2.700–Rp2.750. Target harga untuk SILO adalah Rp2.840, dan level stop loss di Rp2.620. Sektor kesehatan, termasuk rumah sakit, cenderung memiliki permintaan yang stabil, yang dapat menjadi faktor pendukung pergerakan harga sahamnya.
Selain saham-saham yang disebutkan di atas, dua saham lainnya juga mendapatkan perhatian khusus dari para analis. PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) direkomendasikan untuk melakukan trading buy dengan level support pada Rp1.050 dan resistance pada Rp1.160. Strategi trading buy menyiratkan adanya potensi kenaikan harga dalam jangka pendek yang dapat dimanfaatkan oleh para trader. Terakhir, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (WIIM) disarankan untuk melakukan buy on break di atas level Rp2.080. Strategi buy on break berarti investor disarankan untuk membeli saham ketika harganya berhasil menembus level resistensi yang telah ditentukan, menandakan adanya momentum kenaikan yang kuat. Untuk WIIM, level support berada di Rp1.965 dan resistance di Rp2.300. Pemilihan saham-saham ini menunjukkan diversifikasi sektor, mulai dari energi, pertambangan, kesehatan, hingga konsumer, yang mencerminkan pandangan analis terhadap berbagai peluang di pasar modal.

















