Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah proaktif dan komprehensif untuk memastikan ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Melalui intensifikasi pengawasan dan patroli gabungan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga elemen masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan, Pemkot Surabaya berupaya keras mengantisipasi berbagai potensi gangguan ketertiban sosial. Fokus utama kegiatan ini tidak hanya tertuju pada pengawasan rumah hiburan umum yang berpotensi melanggar aturan, tetapi juga secara spesifik menargetkan pencegahan aktivitas remaja yang dapat memicu kerawanan, seperti fenomena “perang sarung” yang kerap mewarnai bulan Ramadan, tawuran, balap liar, hingga konvoi sahur yang berlebihan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa peningkatan intensitas patroli akan dilakukan secara berkala, baik pada periode menjelang waktu sahur maupun setelahnya, untuk memastikan wilayah kota tetap kondusif.
Strategi Komprehensif: Patroli Gabungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Upaya Pemkot Surabaya dalam menjaga kondusivitas selama Ramadan tidak hanya mengandalkan kekuatan aparat. Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan bersifat multi-dimensi, mencakup sinergi antara penegakan hukum, pengawasan preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Patroli gabungan yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, TNI, dan Polri menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi dan merespons potensi pelanggaran. Koordinasi yang intensif dilakukan di titik-titik yang telah dipetakan sebagai area rawan, memastikan kehadiran aparat dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya aktivitas negatif.
Lebih jauh, Achmad Zaini menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Salah satu pendekatan yang digalakkan adalah melalui penguatan program Kampung Pancasila. Program ini bertujuan untuk memberdayakan Ketua RT/RW serta tokoh masyarakat di setiap lingkungan untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga dan mengawasi aktivitas warganya. Zaini berpendapat bahwa pencegahan dini yang dimulai dari lingkungan terdekat merupakan metode yang paling efektif. Ketika potensi gangguan dapat terdeteksi dan diatasi sejak awal oleh elemen masyarakat di tingkat akar rumput, maka risiko terjadinya pelanggaran ketertiban sosial yang lebih besar dapat diminimalkan secara signifikan.
Fokus Pencegahan: Mengatasi Fenomena “Perang Sarung” dan Aktivitas Berbahaya Lainnya
Salah satu perhatian utama Pemkot Surabaya selama Ramadan adalah fenomena “perang sarung” yang seringkali melibatkan remaja. Aktivitas ini, meskipun terlihat sebagai bentuk permainan, dapat berujung pada cedera serius dan mengganggu ketenangan ibadah Ramadan. Kepala Satpol PP, Achmad Zaini, secara tegas menyatakan bahwa patroli akan difokuskan untuk mengantisipasi kegiatan semacam ini, serta aktivitas lain yang berpotensi memicu kerawanan. Hal ini mencakup tawuran antar kelompok, balap liar yang membahayakan pengguna jalan lainnya, dan konvoi sahur yang dilakukan secara berlebihan dan mengganggu ketertiban umum.
Intensitas patroli direncanakan akan ditingkatkan, terutama pada jam-jam krusial menjelang dan sesudah waktu sahur. Hal ini dilakukan untuk mengawasi pergerakan remaja dan mencegah mereka berkumpul di tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi aktivitas negatif. Selain itu, pesan penting disampaikan kepada para orang tua. Zaini mengimbau agar orang tua lebih proaktif dalam mengawasi dan membimbing aktivitas anak-anak mereka selama bulan Ramadan. Perhatian ekstra dari keluarga diharapkan dapat mencegah anak-anak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya bersifat represif melalui patroli aparat, tetapi juga preventif melalui pengawasan keluarga dan pemberdayaan komunitas.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Keamanan Ramadan
Upaya Pemkot Surabaya dalam mengamankan bulan Ramadan 1447 Hijriah merupakan sebuah proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menggarisbawahi bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara OPD terkait, jajaran TNI, dan Polri. Patroli gabungan yang terkoordinasi dengan baik menjadi tulang punggung operasional di lapangan. Hal ini memastikan bahwa penegakan aturan dan penanganan potensi gangguan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Lebih jauh, Zaini menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan aparat TNI dan Polri dilakukan di titik-titik rawan yang telah teridentifikasi. Pemetaan lokasi-lokasi potensial menjadi kunci untuk mengarahkan sumber daya secara optimal. Selain itu, pelibatan aparatur di tingkat kelurahan dan kecamatan, serta tokoh masyarakat melalui program Kampung Pancasila, memperluas jangkauan pengawasan hingga ke tingkat akar rumput. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa keamanan dan ketertiban sosial adalah tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Surabaya dapat berjalan lancar, khidmat, dan penuh kedamaian.

















