Drama sengit mewarnai lanjutan pekan ke-25 Serie A di Stadion San Siro, Kamis (19/2) dini hari WIB, ketika AC Milan dipaksa berbagi poin 1-1 oleh tim tamu yang gigih, Como. Pertandingan yang krusial bagi ambisi Rossoneri memburu gelar Liga Italia musim ini justru diwarnai insiden kartu merah ganda untuk kedua pelatih, Massimiliano Allegri dari Milan dan Cesc Fabregas dari Como, menambah panasnya atmosfer duel. Hasil imbang ini, meski menambah satu poin bagi Milan, jauh dari kata ideal untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, sementara Como sekali lagi menegaskan statusnya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan, bukan sekadar tim pelengkap di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Satu poin yang diraih AC Milan di kandang sendiri, San Siro, memang terasa hambar. Bagi tim sekelas Rossoneri yang tengah berjuang mati-matian memburu Scudetto, setiap kehilangan poin di kandang adalah kemunduran signifikan. Dengan persaingan di puncak klasemen yang begitu ketat, terutama dengan rival sekota Inter Milan, kegagalan meraih poin penuh bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar. Saat peluit panjang dibunyikan, papan skor menunjukkan angka 1-1, sebuah hasil yang membuat Milan gagal memangkas jarak secara signifikan dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan, dengan selisih kini 7 poin setelah 25 pertandingan yang telah dilakoni. Kesenjangan ini menempatkan Milan di posisi kedua klasemen sementara, namun dengan tekanan yang semakin besar untuk tidak terpeleset lagi di laga-laga berikutnya.
Duel Penuh Tensi: Dari Blunder Maignan hingga Gol Penyelamat Leao
Jalannya pertandingan tunda Serie A ini memang penuh dengan ketegangan dan momen-momen krusial sejak peluit awal dibunyikan. AC Milan, yang bermain di hadapan ribuan tifosi setianya, sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, skema permainan Como yang terorganisir rapi dan serangan balik cepat mereka terbukti merepotkan pertahanan Rossoneri. Petaka bagi Milan datang ketika sebuah kesalahan fatal terjadi di lini pertahanan. Kiper andalan mereka, Mike Maignan, melakukan blunder yang berujung pada gol pembuka Como. Gol yang dicetak oleh Paz ini sontak membuat San Siro terdiam, menempatkan Rossoneri dalam posisi tertinggal dan di bawah tekanan besar untuk segera membalas.

















