Bacaan niat salat Tarawih sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā.”
Arti: “Aku niat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Penting untuk dicermati bahwa niat ini secara eksplisit menyebutkan “rak‘atayni” (dua rakaat), yang sesuai dengan format pelaksanaan salat Tarawih yang biasanya dilakukan dua rakaat salam. Frasa “mustaqbilal qiblati” (menghadap kiblat) menegaskan syarat sah salat untuk menghadap arah Ka’bah, dan “lillāhi ta‘ālā” (karena Allah Ta’ala) adalah inti dari keikhlasan dalam beribadah, bahwa semua amalan dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih Sendiri
Setelah memahami niat, tata cara pelaksanaan salat Tarawih sendiri di rumah mengikuti prosedur salat sunnah pada umumnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Niat: Hadirkan niat di dalam hati atau lafalkan seperti yang telah dijelaskan di atas.
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
- Membaca Doa Iftitah: Doa pembuka setelah takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib dalam setiap rakaat.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an lainnya.
- Ruku’: Membungkuk dengan punggung lurus dan tangan memegang lutut.
- I’tidal: Bangun dari ruku’ ke posisi berdiri tegak.
- Sujud Pertama: Menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak setelah sujud pertama.
- Sujud Kedua: Melakukan sujud kembali.
- Berdiri untuk Rakaat Kedua: Melanjutkan dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama, dimulai dari membaca Al-Fatihah.
- Tasyahud Akhir: Duduk tasyahud pada rakaat terakhir.
- Salam: Mengakhiri salat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Proses ini diulang untuk setiap dua rakaat. Jumlah rakaat salat Tarawih yang umum adalah 8 rakaat (4 kali salam) atau 20 rakaat (10 kali salam). Setelah selesai salat Tarawih, sangat dianjurkan untuk melanjutkannya dengan salat Witir, yang merupakan penutup ibadah malam. Salat Witir umumnya dilakukan 3 rakaat dengan 1 salam, atau 2 rakaat salam dilanjutkan 1 rakaat salam.
Keutamaan Salat Tarawih: Meraih Ampunan dan Peningkatan Iman
Salat Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah malam di bulan Ramadan, melainkan sebuah pintu gerbang menuju limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT. Keutamaan salat Tarawih
















