Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak pagi hingga Jumat, 20 Februari 2026, petang, meninggalkan jejak kelam berupa genangan air yang masih merendam ratusan titik permukiman dan sejumlah ruas jalan vital di Jakarta. Hingga pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 127 Rukun Tetangga (RT) dan 6 ruas jalan masih tergenang, menandakan skala banjir yang signifikan akibat luapan sejumlah kali di berbagai wilayah. Situasi ini memaksa ribuan warga terdampak, memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang, dan kembali menyoroti kerentanan Jakarta terhadap bencana hidrometeorologi.
Analisis Mendalam Dampak Banjir: Sebaran Wilayah dan Tingkat Ketinggian Genangan
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam keterangan resminya pada Jumat sore, merinci bahwa wilayah terdampak banjir tersebar di empat kota administrasi: Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Total 127 RT dan 6 ruas jalan masih tergenang, sebuah angka yang mencerminkan luasnya cakupan bencana kali ini. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tingkat keparahan genangan bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi, yang sebagian besar disebabkan oleh luapan air dari sungai-sungai besar yang melintasi ibukota.
Jakarta Barat: 33 RT Terendam, Luapan Kali Angke dan Pesanggrahan Jadi Pemicu Utama
Di Jakarta Barat, sebanyak 33 RT dilaporkan terendam banjir. Rinciannya mencakup 11 RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke, dengan ketinggian genangan mencapai 30 hingga 80 sentimeter, yang secara langsung dipicu oleh luapan Kali Angke. Kelurahan Rawa Buaya juga terdampak parah, dengan 11 RT tergenang setinggi 30 hingga 70 sentimeter. Selain itu, 1 RT di Kebon Jeruk tergenang setinggi 40 sentimeter, 5 RT di Kedoya Selatan mengalami ketinggian air 80 sentimeter, dan 3 RT di Kembangan Selatan tergenang setinggi 40 sentimeter akibat luapan Kali Pesanggrahan. Kelurahan Kembangan Utara juga tidak luput dari banjir, dengan 2 RT tergenang setinggi 40 sentimeter. Tingginya curah hujan dan kapasitas tampung sungai yang terbatas menjadi faktor utama meluasnya genangan di wilayah ini.
Jakarta Selatan: 48 RT Terendam, Kali Ciliwung dan Pesanggrahan Kembali Meluap
Wilayah Jakarta Selatan menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan total 48 RT dilaporkan terendam banjir. Genangan terjadi di berbagai kelurahan, termasuk Cipulir (1 RT, 70 sentimeter), Cilandak Barat (1 RT, 30 sentimeter), Pondok Labu (1 RT, 30 sentimeter), dan Tanjung Barat (1 RT, 40 sentimeter), yang semuanya disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung. Kelurahan Pondok Pinang mencatat jumlah RT tergenang yang signifikan, yaitu 6 RT dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter. Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Pela Mampang (2 RT, 30 sentimeter), Rawajati (3 RT, 30 sentimeter), Cilandak Timur (2 RT, 40–85 sentimeter), Pejaten Timur (3 RT, 95 sentimeter), Bintaro (8 RT, 40–70 sentimeter), Pesanggrahan (9 RT, 30–60 sentimeter), Petukangan Utara (10 RT, 100 sentimeter), dan Ulujami (1 RT, 90 sentimeter). Luapan Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Ciliwung, Kali Mampang, dan Kali Uangan menjadi penyebab utama banjir di area ini, menunjukkan kompleksitas aliran sungai yang saling terhubung dan rentan terhadap hujan ekstrem.
Jakarta Timur: 45 RT Terendam, Dominasi Luapan Kali Ciliwung
Di Jakarta Timur, sebanyak 45 RT dilaporkan terendam banjir. Wilayah Kampung Melayu menjadi yang paling parah, dengan 16 RT tergenang setinggi 110–150 sentimeter. Kelurahan Bidara Cina juga mengalami genangan signifikan, meliputi 19 RT dengan ketinggian air 80–125 sentimeter. Wilayah lain yang terdampak adalah Balekambang (1 RT, 80 sentimeter), Cawang (7 RT, 40–80 sentimeter), dan Cililitan (2 RT, 80 sentimeter). Seluruh genangan di Jakarta Timur ini dipicu oleh luapan Kali Ciliwung, menegaskan peran krusial sungai ini dalam siklus banjir di ibukota.
Jakarta Utara: 1 RT Terendam, Luapan Kali Cakung Drain
Sementara itu, di Jakarta Utara, banjir dilaporkan terjadi di 1 RT di Kelurahan Rorotan dengan ketinggian genangan mencapai 50 sentimeter. Penyebab utamanya adalah luapan Kali Cakung Drain, yang menunjukkan bahwa meskipun skala di Jakarta Utara lebih kecil dibandingkan wilayah lain, ancaman banjir tetap ada dan perlu diwaspadai.
Kondisi Jalan yang Tergenang dan Area yang Mulai Surut
Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan sejumlah ruas jalan arteri dan kolektor, mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Berdasarkan data BPBD, enam ruas jalan masih tergenang per Jumat petang. Jalan Pondok Karya di Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, tergenang setinggi 60 sentimeter. Di Jakarta Barat, Jalan Strategi Raya di Kelurahan Joglo tergenang 30 sentimeter, Jalan Basoka Raya di Kelurahan Joglo 40 sentimeter, Jalan Puri Kembangan (depan SMK Budi Murni) di Kelurahan Kedoya Selatan 60 sentimeter, Jalan Daan Mogot (pabrik gelas) di Kelurahan Rawa Buaya 20 sentimeter, dan Jalan Kali Sekretaris RW 05 di Kelurahan Duri Kepa 30 sentimeter. Ketinggian genangan di jalan-jalan ini berpotensi menimbulkan kemacetan parah dan membahayakan pengendara.
Meskipun demikian, BPBD juga melaporkan adanya beberapa wilayah yang sebelumnya terendam kini berangsur surut. Di Jakarta Selatan, 2 RT di Lebak Bulus, 2 RT di Pesanggrahan, 1 RT di Cilandak Timur, 1 RT di Kebayoran Lama Utara, 3 RT di Cipete Utara, dan 39 RT di Petogogan dilaporkan telah surut. Di sisi lain, beberapa ruas jalan yang sebelumnya terendam kini juga dilaporkan telah surut, seperti Jalan Ciledug Raya (Petukangan Selatan), Jalan Gaya Motor Raya (Kebon Bawang), Jalan Srengseng Raya (Srengseng), dan Jalan Daan Mogot KM 13 (Rawa Buaya). Proses surutnya genangan ini tentu menjadi kabar baik bagi warga yang terdampak, namun kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat potensi hujan susulan yang masih bisa terjadi.

















