Dalam sebuah inisiatif yang menandai komitmen serius terhadap penguatan ketahanan keluarga Islami, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar berkolaborasi erat dengan Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami meluncurkan sebuah program inovatif bertajuk Klinik Keluarga Sakinah (KLS). Program pembinaan intensif ini secara resmi diresmikan di lingkungan prestisius Masjid Al Markaz Al Islami pada hari Sabtu, menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan. Tujuan utamanya adalah memberikan bimbingan komprehensif mengenai fondasi keluarga sakinah, fikih dasar, tahsin Al-Quran, tajwid, serta aspek-aspek esensial dalam pembinaan keluarga secara menyeluruh, yang diharapkan mampu memperkuat pilar-pilar keislaman dalam setiap rumah tangga di Makassar.
Kepala Kemenag Kota Makassar, Muhammad, menegaskan bahwa peluncuran Klinik Keluarga Sakinah ini merupakan langkah strategis dan respons cepat dari jajaran penyuluh agama di wilayahnya. “Ini adalah langkah pertama yang kami ambil, sebuah uji coba penting di tingkat Kota Makassar,” ungkap Muhammad, menyoroti sifat percontohan program ini. Ia menambahkan, jika inisiatif ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para penyuluh agama dan anggota majelis taklim, Kemenag berkomitmen penuh untuk tidak hanya melanjutkannya di tahun-tahun mendatang, tetapi juga memperluas cakupannya hingga ke level provinsi. Visi ini menunjukkan ambisi besar untuk menjadikan Makassar sebagai pionir dalam pembinaan keluarga Islami yang terstruktur dan berkelanjutan, dengan potensi replikasi di seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Program Klinik Keluarga Sakinah ini merupakan buah pemikiran dan inisiatif dari Pengurus Harian Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Mereka merancang sebuah jadwal pembinaan yang intensif, khusus ditujukan bagi anggota majelis taklim yang tersebar di seluruh Kota Makassar, berlangsung sepanjang bulan suci Ramadhan. Sebanyak delapan kali pertemuan telah dijadwalkan, yang akan diselenggarakan secara rutin setiap hari Sabtu dan Ahad. Pertemuan-pertemuan ini bukan sekadar ceramah biasa, melainkan disajikan dalam format halaqah interaktif yang mendalam, dimulai selepas Salat Duhur di Masjid Al-Markaz Al-Islami. Kurikulum yang dibahas mencakup spektrum luas, mulai dari fikih dasar, thaharah (bersuci), dasar-dasar keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, hingga materi spesifik mengenai tahsin Al-Quran dan tajwid, yang semuanya dirancang untuk memperkaya pemahaman dan praktik keagamaan dalam konteks keluarga.
Ambisi Perluasan dan Peran Strategis Masjid Al-Markaz
Keberhasilan pelaksanaan program di tahun ini menjadi krusial dan akan menjadi tolok ukur bagi rencana perluasan di masa depan. Jika evaluasi menunjukkan hasil yang positif dan dampak yang signifikan, program ini tidak hanya akan dilanjutkan tetapi juga akan diperluas secara geografis. Rencananya, Klinik Keluarga Sakinah akan melibatkan penyuluh agama dari kabupaten/kota terdekat yang berbatasan langsung dengan Makassar, seperti Maros, Gowa, Takalar, serta Pangkajene dan Kepulauan. Langkah ekspansif ini tidak semata-mata untuk memperbanyak jumlah peserta, melainkan juga untuk memperluas syiar Islam secara lebih masif dan mengoptimalkan peran Masjid Al-Markaz Al-Islami sebagai pusat kegiatan keagamaan yang tidak hanya melayani jamaah di Makassar, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Masjid Al-Markaz, yang dikenal luas sebagai mahakarya arsitektur Islam dan hasil gagasan dua tokoh besar bernama Yusuf—yakni Jenderal Yusuf dan Jusuf Kalla—memiliki sejarah panjang sebagai episentrum keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan, sehingga pengoptimalan perannya melalui program semacam ini sangat relevan dan strategis.
Ketua Harian Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Mustari Mustafa, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi perdana ini. Menurutnya, kegiatan Klinik Keluarga Sakinah merupakan manifestasi konkret dari upaya bersama antara Al-Markaz dan Kemenag Kota Makassar dalam merancang program pembinaan jamaah yang secara khusus berbasis masjid. “Kami memiliki harapan besar agar Ramadhan di Masjid Al-Markaz ini semakin semarak dengan berbagai kegiatan positif. Pembinaan keagamaan yang sebelumnya mungkin banyak dilaksanakan di luar masjid, kini dapat dipusatkan di masjid besar ini,” jelas Mustari. Penyelenggaraan program di masjid agung ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer spiritual yang lebih kondusif, memungkinkan jamaah untuk lebih mendalami dan meresapi materi yang disampaikan, sekaligus memperkuat ikatan komunitas dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Penguatan Fondasi Keluarga Melalui Edukasi Islam Komprehensif
Salah satu pemateri yang turut berkontribusi dalam program ini adalah Fatma Hilal, seorang pakar yang mendalami isu-isu keluarga. Dalam sesinya, Fatma Hilal memfokuskan bahasannya pada konsep keluarga sakinah, sebuah ideal dalam Islam yang menekankan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Ia juga secara mendalam menguraikan pentingnya penguatan dasar-dasar keislaman sebagai fondasi utama dalam membangun dan mempertahankan rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan syariat. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, memberikan panduan konkret bagi para peserta untuk mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari komunikasi antar pasangan, pendidikan anak, hingga pengelolaan konflik. Program ini secara eksplisit dirancang sebagai model awal di tingkat Kota Makassar, dengan harapan besar bahwa keberhasilannya akan menjadi inspirasi dan dapat direplikasi ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, menjadikannya sebuah program unggulan di tingkat provinsi.
Dengan dimulainya program inovatif Klinik Keluarga Sakinah ini, Masjid Al-Markaz Al-Islami semakin memperkokoh posisinya tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang dinamis di Kota Makassar. Inisiatif ini menegaskan kembali peran Masjid Al-Markaz sebagai episentrum pembinaan umat yang berkelanjutan, tempat di mana nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan tetapi juga diinternalisasi dan diwujudkan dalam kehidupan sosial dan keluarga. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk generasi Muslim yang berkarakter kuat, berwawasan luas, dan memiliki ketahanan keluarga yang kokoh, sebagai cerminan dari masyarakat yang madani dan religius.
















