JEMBER, JAWA TIMUR – Pasar Tanjung, denyut nadi perekonomian Jember yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1973, kini menghadapi babak baru yang signifikan. Keputusan monumental untuk membangun kembali pasar tradisional kelas utama ini secara total telah diumumkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, pada Ahad, 22 Februari 2026. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah komitmen yang lahir dari hasil peninjauan mendalam terhadap kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak lagi untuk sekadar direvitalisasi. Keputusan ini menjawab kegelisahan akan masa depan salah satu pusat perbelanjaan terpenting di Kabupaten Jember, yang melayani kebutuhan masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Menteri PU, didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, menegaskan bahwa pembangunan ulang Pasar Tanjung akan dilakukan secara kolaboratif, dengan fokus pada penciptaan desain yang tidak hanya memenuhi standar teknis modern, tetapi juga merangkul dan merefleksikan kearifan lokal serta identitas daerah Jember. Targetnya, pembangunan fisik dapat segera dimulai pada tahun yang sama, seiring dengan rampungnya penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang sedang digodok.
Evaluasi Menyeluruh: Mengapa Revitalisasi Tidak Cukup?
Keputusan untuk membangun ulang Pasar Tanjung secara total didasari oleh hasil evaluasi mendalam yang mengungkapkan bahwa kondisi sarana dan prasarana pasar saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menjalankan fungsi utamanya secara optimal. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 22 Februari 2026, secara tegas menyatakan bahwa “Dari hasil peninjauan, pasar ini sepertinya sudah tidak bisa sekadar direvitalisasi. Harus dibangun baru.” Pernyataan ini menggarisbawahi tingkat keparahan permasalahan yang dihadapi oleh pasar yang telah beroperasi selama lebih dari lima dekade tersebut. Berbagai aspek fundamental dalam operasional pasar teridentifikasi mengalami degradasi yang signifikan, sehingga upaya perbaikan parsial atau revitalisasi dianggap tidak akan mampu memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Permasalahan krusial yang teridentifikasi mencakup beberapa area vital. Pertama, adalah pengelolaan sampah yang belum optimal. Sistem pengelolaan sampah yang ada dinilai belum mampu menampung dan mengolah limbah pasar secara efektif, menimbulkan potensi masalah kebersihan, sanitasi, dan kesehatan lingkungan. Kedua, kondisi aliran air dan sistem drainase yang kurang baik menjadi sorotan utama. Ketidakmampuan sistem drainase dalam mengalirkan air dengan baik dapat menyebabkan genangan, kelembaban berlebih, serta mempercepat kerusakan infrastruktur bangunan. Hal ini juga berpotensi menimbulkan masalah sanitasi dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Ketiga, sirkulasi udara yang belum memadai menjadi isu lain yang perlu segera diatasi. Keterbatasan ventilasi alami maupun buatan dapat menciptakan suasana pengap, panas, dan tidak nyaman, terutama saat pasar ramai dikunjungi. Terakhir, penataan ruang yang memerlukan pembenahan menyeluruh. Tata letak pasar yang ada saat ini dinilai tidak efisien, menyulitkan pergerakan pengunjung dan pedagang, serta berpotensi menimbulkan kemacetan di dalam area pasar. Penataan ruang yang buruk juga dapat menghambat potensi pengembangan bisnis dan kenyamanan berbelanja.
Kolaborasi Strategis Menuju Pasar Modern Berkarakter
Menyadari kompleksitas tantangan yang dihadapi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak mengambil langkah sendiri. Proyek pembangunan ulang Pasar Tanjung ini akan dilaksanakan melalui skema kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kementerian PU menggandeng Pemerintah Kabupaten Jember dalam setiap tahapan krusial, dimulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED). Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan bahwa pasar baru yang akan berdiri tidak hanya memenuhi standar teknis dan fungsionalitas modern, tetapi juga menjadi representasi autentik dari identitas dan kebudayaan masyarakat Jember.
Menteri Dody Hanggodo menekankan pentingnya aspek lokal dalam desain pasar baru. “Kita siapkan DED bersama Pak Bupati dan tim supaya pasar yang kita bangun nanti fasadnya adalah fasad Pemerintah Kabupaten Jember, bukan fasad orang Jakarta. Kearifan lokal harus nampak di arsitektur Pasar Tradisional Tanjung,” ujarnya. Penekanan ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan sebuah bangunan yang memiliki jiwa, yang terjalin erat dengan sejarah dan budaya Jember, bukan sekadar bangunan fungsional tanpa karakter. DED yang disusun secara kolaboratif ini akan menjadi panduan utama dalam merancang setiap detail, mulai dari tata letak, material bangunan, hingga ornamen arsitektur, yang semuanya diharapkan dapat merefleksikan keunikan Jember. Hal ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan pelestarian budaya lokal sekaligus adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Langkah Konkret: Sosialisasi dan Relokasi Pedagang
Dengan target pembangunan fisik yang diharapkan dapat dimulai secepatnya pada tahun ini, paralel dengan penyelesaian DED, Menteri PU Dody Hanggodo juga memberikan arahan penting kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Arahan ini berfokus pada aspek sosial dan logistik yang krusial demi kelancaran proses pembangunan. Menteri Dody mendorong agar Pemerintah Kabupaten Jember segera melakukan sosialisasi secara intensif kepada seluruh pedagang yang beraktivitas di Pasar Tanjung. Komunikasi yang terbuka dan transparan mengenai rencana pembangunan, jadwal, serta dampak yang mungkin timbul sangatlah penting untuk meminimalkan potensi kesalahpahaman dan membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan.
Selain sosialisasi, persiapan lokasi relokasi sementara bagi para pedagang menjadi prioritas utama. Keputusan untuk membangun ulang pasar secara total tentu akan membutuhkan waktu, dan selama periode tersebut, para pedagang perlu memiliki tempat berdagang yang memadai dan strategis. Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan dapat segera mengidentifikasi dan menyiapkan lokasi relokasi yang memenuhi kriteria agar aktivitas ekonomi para pedagang tidak terganggu secara signifikan. Penyiapan lokasi relokasi yang baik, termasuk fasilitas dasar seperti listrik, air, dan keamanan, akan menjadi kunci keberhasilan transisi selama masa pembangunan. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Tanjung tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan para pedagang yang merupakan tulang punggung pasar tradisional ini.
Posisi Strategis dan Peran Sentral Pasar Tanjung
Pasar Tanjung bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah entitas vital yang memiliki posisi strategis dalam struktur perkotaan Jember. Lokasinya yang berada di jantung pusat kota menjadikannya mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Pasar ini dikelilingi oleh empat jalan utama yang vital: Jalan Trunojoyo di sisi selatan, Jalan Untung Suropati di sisi utara, Jalan Dr. Wahidin di sisi timur, dan Jalan Samanhudi di sisi barat. Keempat jalan ini merupakan arteri penting yang menghubungkan berbagai kawasan di Jember, menegaskan sentralitas Pasar Tanjung sebagai titik pertemuan aktivitas ekonomi dan sosial.
Dengan luas mencapai sekitar 25.105 meter persegi, Pasar Tanjung merupakan pasar tradisional kelas utama di Kabupaten Jember. Skala dan cakupannya yang luas menjadikannya sebagai satu-satunya pasar yang mampu memenuhi kebutuhan harian, mingguan, dan musiman bagi masyarakat yang berasal dari perkotaan maupun wilayah pedesaan di sekitarnya. Pasar ini menjadi pusat distribusi berbagai macam komoditas, mulai dari bahan pangan segar seperti sayuran, buah-buahan, daging, hingga kebutuhan sandang, papan, dan berbagai produk kerajinan lokal. Peran sentral Pasar Tanjung tidak hanya terbatas pada fungsi transaksional, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, tempat bertemunya berbagai elemen masyarakat, dan cerminan denyut kehidupan ekonomi daerah. Oleh karena itu, revitalisasi dan pembangunan ulang pasar ini memiliki implikasi yang luas terhadap perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Jember secara keseluruhan.

















