Dalam sebuah pertarungan sengit yang memacu adrenalin hingga detik-detik terakhir, panggung Liga Primer Inggris kembali menyajikan drama yang tak terlupakan. Di tengah hiruk-pikuk persaingan ketat musim 2025/2026, Liverpool berhasil mencuri tiga poin krusial dari markas Nottingham Forest di Stadion City Ground pada Minggu, 22 Februari 2026. Sebuah gol tunggal yang lahir di menit-menit krusial masa tambahan waktu babak kedua, dicetak oleh gelandang energik Alexis Mac Allister, mengakhiri laga pekan ke-27 ini dengan skor tipis 0-1. Kemenangan dramatis ini bukan hanya sekadar tambahan poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dari The Reds dalam perburuan posisi Liga Champions, sekaligus menekan rival-rival mereka di papan atas, sementara bagi Forest, kekalahan ini memperpanjang perjuangan mereka di ambang zona degradasi.
Pertandingan ini sejak awal sudah diprediksi akan berjalan alot, mengingat kepentingan masing-masing tim. Nottingham Forest, yang saat itu menduduki peringkat ke-17 dengan koleksi 27 poin, sangat membutuhkan kemenangan untuk menjauh dari ancaman degradasi yang semakin nyata. Mereka datang dengan motivasi tinggi untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri yang selalu dikenal angker bagi tim tamu. Di sisi lain, Liverpool, yang berada di posisi ke-6 dengan 45 poin, tengah berjuang keras untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa paling bergengsi, Liga Champions, dan berambisi untuk terus menekan Manchester United serta tim-tim lain di atas mereka. Manajer Arne Slot, yang memimpin The Reds, menghadapi tekanan untuk menunjukkan peningkatan signifikan setelah beberapa hasil yang kurang memuaskan, dan laga ini menjadi ujian penting bagi strateginya.
Dominasi Forest di Babak Pertama dan Perjuangan Liverpool
Sejak peluit babak pertama ditiup, jalannya pertandingan justru tidak sesuai ekspektasi banyak pihak yang mengunggulkan Liverpool. Nottingham Forest tampil dengan intensitas tinggi dan secara mengejutkan berhasil mendominasi jalannya laga. Para pemain Forest menunjukkan keberanian dan determinasi, berulang kali mengeksplorasi pertahanan The Reds yang tampak tertekan dan kesulitan mengembangkan permainan. Peluang berbahaya pertama hadir pada menit ke-3, ketika penyerang lincah Callum Hudson-Odoi berhasil melepaskan tembakan ke arah gawang, namun kiper kelas dunia Liverpool, Alisson Becker, sigap melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Ancaman dari Forest terus berlanjut. Pada menit ke-11, gelandang Elliot Anderson menunjukkan kualitasnya dengan melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Bola melaju kencang, namun sayang, masih sedikit melenceng di sebelah kiri tiang gawang Alisson, membuat pendukung tuan rumah menghela napas kecewa. Tak berhenti di situ, pada menit ke-22, Forest kembali membikin jantung pendukung Liverpool berdebar kencang. Omari Hutchinson, setelah menerima umpan silang lambung yang presisi di dalam kotak penalti, melepaskan tembakan rendah yang cepat ke arah tengah gawang. Meskipun tembakannya kurang bertenaga, Alisson tetap harus bekerja keras untuk melakukan penyelamatan mudah, menandakan betapa seringnya lini belakang Liverpool diuji. Secara statistik, dominasi Forest di babak pertama sangat mencolok dengan penguasaan bola mencapai 59 persen dan total 12 tembakan, di mana 2 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Liverpool hanya mampu mencatatkan 2 tembakan yang semuanya tidak akurat, sebuah gambaran jelas betapa “mengecewakan” penampilan mereka di paruh pertama.
Perubahan Dinamika di Babak Kedua dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, situasi di lapangan berbalik 180 derajat. Liverpool, yang tampaknya mendapatkan instruksi keras dari Arne Slot saat jeda, tampil lebih agresif dan mulai mendominasi. Mereka meningkatkan intensitas tekanan dan berusaha keras menciptakan peluang. Arne Slot juga melakukan beberapa pergantian pemain strategis pada 15 menit terakhir pertandingan untuk mengubah dinamika, termasuk memasukkan pemain seperti Curtis Jones, Dilane Bakwa, dan Rio Ngumoha, yang tidak disebutkan dalam daftar starter. Perubahan ini memberikan dampak positif, membuat Liverpool lebih hidup dalam menyerang. Pada menit ke-54, Curtis Jones, yang baru masuk, menerima umpan terobosan cerdik di dalam kotak penalti dan langsung melepaskan tembakan rendah ke arah tengah gawang. Namun, kiper Forest, Stefan Ortega, menunjukkan refleks gemilang dan berhasil melakukan penyelamatan krusial, menjaga skor tetap imbang.
Meskipun Liverpool menekan, Forest juga tidak menyerah begitu saja. Mereka tetap mampu menebar beberapa ancaman melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-71, Dilane Bakwa, juga pemain pengganti Forest, melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti Liverpool, namun bola melenceng jauh dari tiang kanan gawang. Upaya Forest untuk memburu gol pembuka juga terlihat dari ancaman yang sempat diciptakan oleh Morgan Gibbs-White dan Ibrahim Sangaré, yang terus berusaha menguji pertahanan The Reds. Pertandingan semakin memanas seiring waktu yang terus berjalan, dengan kedua tim saling jual beli serangan, menciptakan atmosfer yang sangat tegang di City Ground.
Drama puncak terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-89, Liverpool sempat bersorak merayakan gol yang mereka kira akan memecah kebuntuan. Berawal dari umpan silang akurat yang dilepaskan oleh Rio Ngumoha, bola disambut dengan tandukan keras oleh Hugo Ekitike. Stefan Ortega berhasil menepis bola, namun Ola Aina yang mencoba membuang bola ke depan justru diblok oleh Alexis Mac Allister, dan bola memantul masuk ke gawang Forest. Euforia Liverpool seketika terhenti ketika wasit memutuskan untuk mengecek Video Assistant Referee (VAR). Setelah peninjauan yang cukup lama, gol tersebut akhirnya dianulir karena ada indikasi handball dalam proses build-up serangan. Keputusan ini menambah ketegangan dan frustrasi di kubu Liverpool, sekaligus memberikan harapan baru bagi Forest.
Gol Kemenangan Dramatis Mac Allister dan Implikasi Klasemen
Namun, semangat juang Liverpool tidak padam begitu saja. Mereka terus menekan hingga detik terakhir, menunjukkan mental juara yang kuat. Dan akhirnya, pada menit ke-90+7, di masa tambahan waktu yang krusial, keajaiban itu benar-benar terjadi. Alexis Mac Allister, sang pahlawan pertandingan, berhasil menyambar bola muntah di depan gawang Forest setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti. Dengan tenang, Mac Allister menggetarkan jala gawang Stefan Ortega, mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan Liverpool. Gol ini kembali memicu drama VAR, kali ini untuk mengecek potensi offside. Namun, setelah peninjauan seksama, wasit mengesahkan gol tersebut, memicu ledakan kegembiraan dari para pemain dan staf Liverpool, serta keputusasaan di kubu Forest.
Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan pun ditiup tak lama setelah gol Mac Allister. Skor 0-1 bertahan hingga bubar, memberikan Liverpool kemenangan yang sangat berharga dan dramatis. Hasil ini memiliki implikasi besar bagi kedua tim dalam perburuan target masing-masing di Liga Primer Inggris musim ini. Bagi Nottingham Forest, kekalahan di kandang sendiri ini membuat mereka tetap berada di peringkat ke-17 dengan 27 poin, hanya selisih tipis dari zona degradasi, memperketat persaingan di papan bawah dan menambah tekanan bagi pelatih serta para pemain untuk segera meraih poin. Di sisi lain, kemenangan ini merupakan dorongan moral yang signifikan bagi Liverpool. Dengan tambahan tiga poin, mereka kini mengoleksi 48 poin, naik ke posisi yang lebih baik, dan terus menjaga kans untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Kemenangan ini juga menjadi bukti ketahanan dan kemampuan The Reds untuk meraih hasil maksimal bahkan dalam kondisi tertekan, sebuah karakteristik penting bagi tim yang berambisi meraih gelar juara atau setidaknya mengamankan posisi di empat besar. Drama di City Ground ini akan menjadi salah satu highlight yang tak terlupakan di pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026.

















