Sebuah insiden yang tak lazim dan menarik perhatian publik terjadi di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ketika seorang Kepala Desa (Kades) bernama Sunarso melakukan aksi protes unik nan dramatis. Pada hari Selasa, 20 Januari, Kades Sunarso terlihat mengenakan pakaian dinas lengkap, melakukan ritual mandi di tengah jalan yang kondisinya rusak parah, berlubang, dan tergenang air berlumpur. Aksi spontan ini disaksikan langsung oleh para pengguna jalan yang sedang melintas di ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Sragen tersebut, yang membentang sepanjang enam kilometer.
Ketika dikonfirmasi mengenai tindakannya, Sunarso membenarkan bahwa aksi mandi di pinggir jalan rusak tersebut memang benar dilakukannya. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara spontan, tanpa adanya perencanaan matang sebelumnya. Menurut pengakuannya, aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap kondisi jalan yang telah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Sragen.
Protes Spontan Kepala Desa Jenar: Mandi di Jalan Rusak Sebagai Bentuk Keputusasaan
Sunarso mengungkapkan bahwa aksi mandi di jalan berlubang itu sejatinya merupakan luapan kekecewaan yang tak terduga. “Itu sebenarnya protes jalan rusak yang tidak disengaja,” ujarnya dengan nada prihatin. Ia menceritakan kronologi kejadian yang berujung pada aksi protes dramatis tersebut. “Saya mau berangkat kerja malah kepleset karena jalan rusak. Ya sudah, sekalian adus (mandi), gebyur sisan (mandi sekalian). Tidak ada rencana, ini spontanitas,” jelas Sunarso pada hari Selasa, 20 Januari. Kalimat ini menggambarkan betapa frustrasinya sang kepala desa terhadap kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan di wilayahnya, hingga sebuah insiden kecil memicu reaksi besar.
Lebih lanjut, Sunarso memberikan rincian mengenai riwayat kerusakan jalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbaikan terakhir yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen terhadap ruas jalan ini sudah berlangsung sangat lama, yaitu sekitar 24 tahun yang lalu. Ironisnya, sejak tahun 2019, kondisi jalan tersebut dilaporkan semakin memburuk secara signifikan, dan kerusakan yang ada terus bertambah parah hingga saat ini.
Kekecewaan Sunarso semakin mendalam ketika ia mengingat adanya janji perbaikan jalan yang sempat diutarakan pada tahun 2025. Namun, hingga memasuki awal tahun ini, kondisi jalan tersebut masih dibiarkan dalam keadaan rusak parah. “Jalan ini banyak dilewati warga dan pelajar yang berangkat dan pulang sekolah setiap hari. Kendaraan sering rusak jika melintas di jalan ini,” keluhnya sembari menekankan dampak nyata dari kerusakan jalan tersebut terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk para pelajar yang harus menempuh perjalanan dengan kondisi jalan yang membahayakan. Ia menambahkan bahwa banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan akibat seringnya melintasi jalan yang berlubang dan tergenang air tersebut.
Menyikapi situasi yang mendesak ini, Sunarso secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Sragen untuk segera memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius dan tindakan nyata untuk mengatasi masalah infrastruktur yang telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak buruk pada kualitas hidup warganya. Aksi protesnya yang unik ini diharapkan dapat menjadi lonceng peringatan bagi pemerintah agar tidak lagi menunda perbaikan jalan yang vital bagi mobilitas dan keselamatan masyarakat.
Tanggapan Dinas Pekerjaan Umum Sragen: Pengecekan Lokasi Sedang Berlangsung
Menanggapi aksi protes yang viral tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen, Aribowo Sulistyono, memberikan pernyataan resmi. Ia mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi jalan yang dimaksud dan telah melakukan langkah awal untuk meninjau langsung lokasi tersebut. “Kami sedang meninjau lokasi jalan yang dimaksud,” pungkasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa DPU Sragen mulai merespons keluhan masyarakat dan Kades Sunarso. Namun, belum ada kepastian mengenai jadwal pasti perbaikan atau solusi konkret yang akan diberikan. Tindakan pengecekan lapangan ini merupakan langkah penting untuk memverifikasi kondisi kerusakan dan merencanakan langkah selanjutnya dalam upaya perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Jenar.


















