Sebuah gerakan revolusioner untuk memberdayakan kaum hawa di sektor pertanian Indonesia diluncurkan secara resmi pada 10 Februari 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Inisiatif yang diberi nama Komunitas PUTRI (Perempuan Tani Syngenta Raih Impian) Petani MAJU ini digagas oleh Syngenta Indonesia, sebuah perusahaan global terkemuka dalam teknologi pertanian. Acara monumental ini dihadiri oleh 450 petani perempuan tangguh, para pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, jajaran eksekutif Syngenta Indonesia, serta kehadiran penting dari Presiden Syngenta Crop Protection, Steve Hawkins, dan para pemimpin regional Syngenta. Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi komitmen untuk mengangkat peran strategis perempuan petani, yang seringkali menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional namun kerap menghadapi berbagai keterbatasan. Gerakan ini berupaya menjadi katalisator transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan pengakuan global terhadap kontribusi vital perempuan petani.
Deklarasi Komitmen dan Simbolisme Budaya
Prosesi peluncuran Komunitas PUTRI Petani MAJU ditandai dengan sebuah momen sakral: pembacaan deklarasi yang menggugah semangat oleh tiga perwakilan petani perempuan. Deklarasi ini menjadi penanda janji kolektif untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan petani perempuan, serta komitmen untuk terus berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian Indonesia. Lebih dari sekadar kata-kata, acara ini juga diperkaya dengan prosesi gejog lesung, sebuah tradisi budaya Jawa yang sarat makna. Gejog lesung, dengan irama dan gerakan yang khas, melambangkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan yang erat, kerja keras tanpa kenal lelah, kesabaran dalam menghadapi tantangan, dan harapan yang membuncah untuk masa depan yang lebih baik dan kehidupan yang berkelanjutan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dan semangat yang diusung oleh Komunitas PUTRI Petani MAJU, menegaskan bahwa pemberdayaan petani perempuan harus berakar pada kearifan lokal dan semangat kolektivitas.
Visi Transformasi Pertanian Melalui Pemberdayaan Perempuan
Komunitas PUTRI Petani MAJU dirancang sebagai sebuah payung besar yang akan menaungi segala inisiatif dan kegiatan yang berkaitan dengan para “pahlawan perempuan” di bidang pertanian. Tujuannya adalah untuk menghidupkan dan mewujudkan visi “Petani MAJU” (Maju, Adil, Jujur, Unggul) yang diusung oleh Syngenta. Eryanto, Presiden Direktur Syngenta Indonesia, dalam sambutannya menekankan bahwa komunitas ini hadir sebagai sebuah wadah pemberdayaan yang krusial. “PUTRI Petani MAJU hadir sebagai wadah pemberdayaan yang akan menjadi katalisator transformasi sektor pertanian Indonesia,” ujar Eryanto. Ia menambahkan, “Komunitas ini menekankan peran strategis perempuan yang tangguh, konsisten, dan berdampak dalam pertanian.” Pernyataan ini menggarisbawahi pengakuan Syngenta terhadap kekuatan dan kontribusi perempuan yang seringkali luput dari perhatian. Dengan memberdayakan petani perempuan, Syngenta berharap dapat mendorong perubahan fundamental dalam struktur dan kinerja sektor pertanian Indonesia, menjadikannya lebih inklusif dan berdaya saing.
Momentum Global dan Pengakuan Peran Vital
Peluncuran Komunitas PUTRI Petani MAJU ini memiliki makna yang semakin mendalam karena bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan (International Year of the Woman Farmer/IYWF) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Momentum global ini menjadi penegasan atas pengakuan internasional terhadap peran tak ternilai yang dimainkan oleh perempuan dalam seluruh rantai pasok pertanian, mulai dari produksi pangan hingga menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Pengakuan ini memberikan legitimasi dan dorongan lebih kuat bagi inisiatif seperti PUTRI Petani MAJU untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. FAO sendiri secara konsisten menyoroti pentingnya kesetaraan akses bagi petani perempuan terhadap sumber daya, teknologi, dan informasi sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mencapai ketahanan pangan global.
Apresiasi Petani dan Tantangan Kesenjangan Akses
Kehadiran Komunitas PUTRI Petani MAJU disambut dengan antusiasme tinggi oleh para petani perempuan. Annisa, salah seorang perwakilan petani perempuan, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami mengapresiasi upaya Syngenta dalam memberdayakan petani perempuan. Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan semangat dan kebanggaan yang ingin ditumbuhkan oleh komunitas ini. Namun, di balik semangat tersebut, terdapat realitas tantangan yang signifikan. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa dari sekitar 4,2 juta petani perempuan di Indonesia, hanya sekitar 10-20 persen yang memiliki akses memadai terhadap input pertanian, teknologi modern, pendanaan, pengetahuan teknis, dan pasar. Keterbatasan akses ini secara langsung berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas mereka. FAO memperkirakan bahwa peningkatan produktivitas panen hingga 30 persen dapat dicapai jika petani perempuan mendapatkan akses yang setara terhadap teknologi dan sumber daya yang mereka butuhkan, sebuah angka yang sangat krusial dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kesenjangan Upah dan Kebutuhan Kolaborasi Multisektor
Selain isu akses terhadap sumber daya, kesenjangan upah juga menjadi masalah serius yang dihadapi petani perempuan. Di banyak daerah, buruh tani perempuan cenderung menerima upah yang lebih rendah dibandingkan buruh tani laki-laki, meskipun mereka melakukan jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama. Kesenjangan upah ini secara langsung memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi petani perempuan dan keluarga mereka. Menghadapi kompleksitas tantangan ini, diperlukan upaya bersama dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan. Keterlibatan aktif dari pemerintah, sektor swasta, dan berbagai komunitas sangatlah esensial untuk menciptakan ekosistem pertanian yang benar-benar inklusif dan memberdayakan. Syngenta, sebagai pemimpin global dalam inovasi pertanian, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani kecil, tetapi juga memimpin jalan menuju praktik pertanian yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui PUTRI Petani MAJU, Syngenta berupaya menjadi katalisator perubahan besar dalam upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional yang kokoh.

















