Transformasi Artistik Betrand Peto: Eksplorasi Genre Dangdut dan Ambisi Kolaborasi Lintas Generasi
Dunia hiburan tanah air tengah menyoroti langkah berani yang diambil oleh Betrand Peto Putra Onsu, putra sulung dari pasangan selebritas papan atas Ruben Onsu dan Sarwendah. Pemuda yang akrab disapa Onyo ini, yang selama ini dikenal publik melalui kepiawaiannya membawakan lagu-lagu bergenre pop balada dengan teknik vokal yang mumpuni, secara mengejutkan menyatakan ketertarikannya untuk merambah industri musik dangdut. Keputusan ini dipandang sebagai sebuah manuver strategis dalam karier musiknya, mengingat dangdut merupakan genre yang memiliki basis massa sangat luas dan akar budaya yang kuat di Indonesia. Bakat tarik suara Betrand yang telah terasah sejak usia dini melalui berbagai ajang pencarian bakat dan panggung nasional kini memasuki fase baru, di mana ia berusaha melebarkan sayap dan membuktikan fleksibilitas musikalitasnya di luar zona nyaman yang selama ini membesarkan namanya.
Keseriusan Betrand Peto dalam menjajaki dunia dangdut bukan sekadar wacana sesaat. Dalam sebuah pengungkapan yang cukup mendalam, ia memaparkan visi artistiknya yang ingin menggabungkan elemen vokal pop yang ia miliki dengan ritme khas dangdut kekinian. Langkah awal yang ia rencanakan adalah melalui kolaborasi strategis dengan tokoh-tokoh ikonik di industri tersebut. Betrand secara spesifik menyebutkan dua nama besar yang menjadi target kolaborasi impiannya, yakni King Nassar dan Ayu Ting Ting. Pemilihan kedua sosok ini mencerminkan pemahaman Betrand yang matang terhadap standar kualitas di industri dangdut. Baginya, kolaborasi bukan hanya soal popularitas, melainkan juga tentang transfer ilmu dan penyelarasan energi panggung yang mampu menciptakan karya monumental yang dapat diterima dengan hangat oleh para penggemar setianya maupun penikmat musik dangdut secara umum.
“Aduh, mungkin harus… kalau mau bikin lagu dangdut ya cari teman kolaborasi dulu. Berarti cari partner duet, aku maunya King Nassar dan Ayu Ting Ting,” ungkap Betrand Peto saat memberikan keterangan kepada media pada Selasa, 20 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa ia memiliki standar yang tinggi dalam memilih rekan kerja. King Nassar dipandangnya sebagai representasi penyanyi pria dengan kualitas vokal yang luar biasa serta aksi panggung yang selalu memukau dan penuh teatrikal. Sementara itu, Ayu Ting Ting dianggap sebagai representasi penyanyi wanita yang berhasil membawa dangdut ke arah yang lebih modern dan modis. Betrand menilai ada kesamaan visi antara dirinya dan Ayu Ting Ting, terutama dalam hal integrasi koreografi ke dalam penampilan musik, sebuah elemen yang juga pernah Betrand terapkan dalam beberapa rilisan lagu pop sebelumnya.
Sinergi Bisnis dan Dukungan Manajemen di Balik Karier Onyo
Meskipun keinginan untuk terjun ke musik dangdut sudah sangat bulat di benaknya, Betrand Peto mengakui bahwa rencana besar ini masih berada dalam tahap konseptual dan belum dibicarakan secara formal dengan pihak manajemen maupun ayahnya, Ruben Onsu. Sebagai seorang artis yang berada di bawah naungan manajemen profesional, Betrand sangat menghargai alur komunikasi dan persetujuan dari sang ayah yang juga bertindak sebagai mentor utamanya. Ia berencana untuk segera mendiskusikan aspirasi seninya ini dengan Ruben, mengingat hubungan baik yang terjalin antara ayahnya dengan King Nassar dan Ayu Ting Ting. Kedekatan personal antara keluarga Onsu dengan para bintang dangdut tersebut diharapkan dapat mempermudah jalan bagi Betrand untuk merealisasikan proyek kolaborasi yang ia idamkan tersebut.
Ketertarikan Betrand pada Ayu Ting Ting secara khusus didasari oleh kekagumannya terhadap konsep panggung sang biduan yang selalu dinamis. Betrand mencermati bahwa Ayu Ting Ting adalah salah satu pelopor dangdut kekinian yang tidak hanya mengandalkan suara, tetapi juga kemampuan menari yang sinkron dengan lagu. Mengingat Betrand juga memiliki latar belakang dalam performa yang melibatkan dance, ia merasa akan ada chemistry yang sangat kuat jika keduanya bertemu dalam satu panggung atau satu proyek rekaman. Pengetahuan Betrand terhadap diskografi Ayu Ting Ting pun cukup mendalam; ia mengaku sering mendengarkan lagu-lagu viral milik Ayu seperti “Geboy Mujair” dan “Alamat Palsu” melalui berbagai platform media sosial, yang menurutnya memiliki daya pikat (earworm) yang sangat kuat bagi pendengar lintas generasi.
Kontroversi Keluarga Ayu Ting Ting: Pembelaan Tegas Terhadap Stigma “Numpang Hidup”
Di sisi lain, saat nama Ayu Ting Ting disebut-sebut sebagai calon rekan duet potensial bagi Betrand Peto, sang pedangdut sendiri tengah dihadapkan pada situasi pelik yang menyangkut integritas keluarganya. Belakangan ini, publik dihebohkan dengan aksi pembelaan Ayu Ting Ting terhadap adik iparnya, Nanda Fachrizal, yang terus-menerus mendapatkan serangan verbal dari netizen. Nanda, yang merupakan suami dari adik kandung Ayu, Assyifa Nuraini, kerap dituding hanya “numpang hidup” pada popularitas dan kekayaan Ayu Ting Ting. Situasi ini semakin memanas ketika Syifa, yang tengah mengandung, meluapkan emosinya di media sosial akibat lelah dengan komentar negatif yang meragukan kemandirian finansial suaminya dan menyerang kehidupan pribadinya secara tidak adil.
Syifa Nuraini melalui akun Instagram pribadinya memberikan teguran keras kepada para netizen yang dianggap telah melewati batas. Ia menegaskan bahwa suaminya adalah seorang pekerja keras dan bukan pengangguran seperti yang dituduhkan oleh banyak pihak. “Puas lo semua. Iya emang kenapa sih gw hamil lagi kalian yg pada repot? Emang gw numpang hidup sama lo smua?? Agh? Suami gw juga kerja woyyy suami gw bukan PENGANGGURAN,” tulis Syifa dengan nada penuh emosi. Ia menyatakan telah bersabar selama bertahun-tahun menghadapi hujatan netizen, namun kali ini ia merasa perlu untuk meluruskan fakta demi menjaga martabat keluarga kecilnya dan kesehatan mentalnya selama masa kehamilan.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ayu Ting Ting mengambil langkah protektif yang elegan namun tegas. Dalam sebuah kesempatan makan bersama di sebuah restoran, Ayu secara terbuka meminta adik iparnya untuk lebih sering memperlihatkan aktivitas pekerjaannya di media sosial sebagai bentuk pembuktian kepada publik, meskipun Nanda sendiri tampak enggan melakukannya karena merasa tidak perlu membuktikan apa pun kepada orang asing. Ayu ingin menegaskan bahwa di tahun 2026 ini, pola pikir netizen seharusnya sudah lebih maju dan tidak lagi terjebak dalam stigma negatif yang tidak berdasar. Ia memberikan dukungan penuh kepada Nanda dan Syifa, menunjukkan bahwa keluarga mereka tetap solid di tengah terjangan isu miring.
Menelisik Profil Profesional Nanda Fachrizal dan Sinergi Bisnis Keluarga
Untuk menepis anggapan miring mengenai status pekerjaan Nanda Fachrizal, perlu diketahui bahwa pria ini memiliki latar belakang pendidikan dan karier yang cukup prestisius sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus mengelola ekosistem bisnis keluarga Ayu Ting Ting. Berdasarkan data yang dihimpun, Nanda merupakan lulusan Teknik Kimia (Chemical Engineering) dari Institut Teknologi Indonesia. Sebelum menikah dengan Syifa, ia sempat meniti karier sebagai CAD Operator di PT JGC Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknik dan konstruksi skala besar. Pengalaman profesional ini membuktikan bahwa Nanda memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang teknis sebelum akhirnya melakukan transisi karier ke dunia manajemen bisnis.
Saat ini, peran Nanda Fachrizal dalam kesuksesan finansial keluarga Ayu Ting Ting sangatlah krusial. Ia dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai produser untuk kanal YouTube “Qiss You TV”, yang merupakan salah satu sumber pendapatan digital utama bagi keluarga tersebut. Selain itu, Nanda bersama Syifa juga mengelola berbagai lini bisnis kuliner dan kafe milik keluarga. Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan Syifa Nuraini sebagai CEO (Chief Executive Officer) dari bisnis skincare Hwasahan ID. Keterlibatan anggota keluarga dalam struktur organisasi bisnis Ayu Ting Ting bukanlah bentuk “numpang hidup”, melainkan sebuah strategi manajemen keluarga yang profesional di mana setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam mengembangkan imperium bisnis bersama.
| Nama | Jabatan/Peran | Lini Bisnis/Pekerjaan |
|---|---|---|
| Ayu Ting Ting | Owner / Artist | Entertainment, Skincare, Kuliner |
| Assyifa Nuraini | CEO (Chief Executive Officer) | Hwasahan ID (Skincare) |
| Nanda Fachrizal | Produser & Manager | Qiss You TV, Bisnis Kuliner & Kafe |
Dengan demikian, narasi yang berkembang di masyarakat mengenai ketergantungan finansial keluarga besar terhadap Ayu Ting Ting tampak tidak relevan jika melihat struktur operasional bisnis yang mereka jalankan. Pembelaan yang dilakukan oleh Ayu Ting Ting bukan sekadar bentuk kasih sayang saudara, melainkan sebuah upaya untuk meluruskan persepsi publik bahwa keberhasilan yang mereka raih adalah hasil kerja kolektif yang terorganisir. Di tengah ambisi Betrand Peto untuk berkolaborasi dengan Ayu Ting Ting, dinamika internal keluarga ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap panggung hiburan, terdapat pondasi manajemen keluarga yang kuat dan profesional yang terus berupaya menjaga integritas mereka dari serangan opini negatif di ruang digital.


















