JawaPos.com – Perhelatan akbar pembaruan ranking FIFA per 19 Januari lalu telah memicu dinamika signifikan dalam peta kekuatan sepak bola dunia. Sejumlah negara merasakan lonjakan peringkat yang membanggakan, sementara yang lain harus rela tergeser dari posisi yang sebelumnya mereka tempati. Namun, dalam pusaran perubahan ini, Tim Nasional Indonesia justru menunjukkan sebuah stabilitas yang menarik perhatian, mempertahankan posisinya tanpa pergerakan naik maupun turun. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh badan sepak bola dunia, Timnas Indonesia putra masih kokoh berada di peringkat ke-122. Posisi ini sama persis dengan yang telah mereka tempati sejak pembaruan ranking pada Oktober 2023 lalu, menandakan tidak adanya perubahan poin yang berarti dalam periode tersebut.
Saat ini, skuad Garuda mengumpulkan total 1144,73 poin dalam sistem penilaian FIFA. Meskipun demikian, angka ini menempatkan mereka sedikit di bawah rival serumpun, Malaysia. Timnas Malaysia tercatat menduduki peringkat ke-121, satu anak tangga lebih tinggi dari Indonesia, dengan raihan poin yang lebih superior, yaitu 1189,51 poin. Fakta menarik lainnya adalah bahwa kedatangan pelatih baru, John Herdman, yang digadang-gadang akan membawa angin segar bagi Timnas Indonesia, belum memberikan dampak langsung pada peringkat FIFA. Hal ini dikarenakan tidak adanya pertandingan resmi yang dimainkan oleh skuad Garuda sejak pembaruan ranking terakhir di bulan Oktober.
Dampak FIFA Matchday dan Agenda Internasional
Sebenarnya, kalender internasional FIFA Matchday pada bulan November 2023 lalu memberikan kesempatan bagi tim-tim nasional untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki peringkat. Namun, Timnas Indonesia senior tidak ambil bagian dalam agenda tersebut. Sebagai gantinya, federasi sepak bola Indonesia memutuskan untuk menurunkan Timnas Indonesia U-23 dalam sebuah rangkaian uji coba. Skuad muda ini dijadwalkan menghadapi tim nasional Mali sebanyak dua kali. Laga-laga ini merupakan bagian krusial dari persiapan mereka menuju ajang SEA Games yang sangat dinanti.
Sayangnya, partisipasi Timnas Indonesia U-23 dalam uji coba tersebut, meskipun bertujuan untuk meningkatkan performa, tidak berujung pada hasil yang memuaskan di panggung SEA Games. Timnas U-23 harus menelan pil pahit karena gagal total melaju dari fase grup. Sebuah ironi yang cukup mendalam, mengingat status mereka sebagai juara bertahan di ajang SEA Games sebelumnya. Kegagalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim dan para pendukungnya, serta menimbulkan pertanyaan mengenai strategi dan persiapan yang telah dilakukan.
Dominasi Asia Tenggara di Kancah FIFA
Di tengah stagnasi peringkat Timnas Indonesia, negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara justru menunjukkan performa yang patut diacungi jempol di ranking FIFA. Thailand dan Vietnam, dua kekuatan sepak bola regional, berhasil menempatkan diri di posisi yang lebih menguntungkan. Thailand, khususnya, tampil sebagai wakil Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi. Mereka tidak hanya melampaui negara-negara tetangganya, tetapi juga berhasil menembus jajaran 100 besar dunia. Tepatnya, Thailand menduduki peringkat ke-96, sebuah pencapaian gemilang yang didukung oleh raihan 1243,27 poin.
Sementara itu, Vietnam juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Timnas Vietnam menduduki peringkat ke-108 dalam daftar terbaru FIFA. Dengan mengoleksi 1189,51 poin, mereka berada di posisi yang cukup kompetitif dan menunjukkan potensi untuk terus merangsek naik. Performa kedua negara ini menjadi tolok ukur bagi negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia, untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas permainan mereka di kancah internasional.
Peluang Perbaikan Peringkat Melalui FIFA Series 2026
Meskipun saat ini tertahan di peringkat 122, Timnas Indonesia mendapatkan kans emas untuk memperbaiki posisinya dalam daftar ranking FIFA. Kesempatan ini akan datang melalui partisipasi mereka dalam ajang FIFA Series 2026. Turnamen ini dirancang sebagai platform untuk pertandingan persahabatan internasional yang dapat memberikan poin berharga bagi tim-tim yang berpartisipasi. Tentunya, seluruh elemen pendukung Timnas Indonesia, yang akrab disapa Garuda Fans, sangat berharap agar tim kesayangan mereka dapat tampil maksimal dan meraih hasil positif dalam ajang tersebut. Keikutsertaan dalam turnamen ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi skuad Garuda.
Dalam gelaran FIFA Series 2026, Timnas Indonesia akan tergabung dalam satu grup bersama beberapa tim nasional yang memiliki peringkat bervariasi. Lawan-lawan yang akan dihadapi antara lain adalah Bulgaria, yang saat ini menduduki peringkat ke-88 dunia. Selain itu, Indonesia juga akan berhadapan dengan Kepulauan Solomon yang berada di peringkat ke-152, serta Saint Kitts and Nevis yang menempati posisi ke-155. Dengan menghadapi tim-tim dari berbagai konfederasi dan tingkat kekuatan, ajang ini menjadi ujian yang sesungguhnya bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan kemampuannya dan meraup poin demi mendongkrak peringkat FIFA mereka. Strategi yang matang dan performa terbaik dari para pemain akan menjadi kunci keberhasilan dalam seri pertandingan ini.

















