Drama romantis komedi terbaru, Can This Love Be Translated?, telah berhasil mencuri perhatian penonton dengan penggambaran hubungan yang kompleks antara Cha Mu Hee (diperankan oleh Go Youn Jung) dan Joon Ho Jin (diperankan oleh Kim Seon Ho). Serial ini secara mendalam mengeksplorasi emosi yang berliku-liku dan tantangan komunikasi yang seringkali menghantui hubungan percintaan modern. Meskipun diwarnai dengan kesalahpahaman dan ketidaksempurnaan, inti dari cerita ini terletak pada upaya gigih kedua karakter untuk saling memahami dan membangun jembatan emosional di antara mereka.
Dalam upaya untuk menangkap esensi emosional dari dinamika hubungan Mu Hee dan Ho Jin, lagu tema orisinal (OST) berjudul “Promise” yang dibawakan oleh Wonstein hadir sebagai elemen krusial. Lagu ini berfungsi sebagai ‘penegasan’ atau reassurance yang menenangkan, seolah-olah menjadi terjemahan sonik dari perasaan cinta yang saling mereka miliki. “Promise” dirilis secara resmi bersamaan dengan penayangan perdana drama pada tanggal 16 Januari 2026, di bawah naungan label Netflix Music dan LLC, menandai kolaborasi strategis antara platform streaming global dan industri musik Korea.
Menyelami Lirik “Promise” oleh Wonstein: Sebuah Janji Cinta yang Tak Tergoyahkan
Lirik lagu “Promise” yang dibawakan oleh Wonstein tidak hanya sekadar melodi indah, tetapi juga merupakan cerminan mendalam dari komitmen yang tulus dalam sebuah hubungan. Lagu ini dibuka dengan pengakuan, “Keep in mind, I’m never gonna leave your life ever long,” sebuah pernyataan yang tegas tentang kesetiaan abadi. Frasa ini menggarisbawahi bahwa cinta yang diusung bukanlah sekadar perasaan sesaat yang mudah pudar, melainkan sebuah janji yang takkan pernah dilanggar, bahkan ketika badai kehidupan menerpa.
Lebih jauh, lirik “Haru jongil neoui maeum gipeun got, Gyesok meomulge hae jwo” (Tetaplah di tempat terdalam hatimu, Biarkan aku terus tinggal) menunjukkan keinginan untuk terhubung pada level yang paling intim. Wonstein mengungkapkan keinginannya untuk selalu hadir, “Eonjerado eodiedo, Nal neukkil su itge” (Kapan pun, di mana pun, Agar kau bisa merasakanku). Ini adalah manifestasi dari dukungan emosional yang tak terbatas, memastikan bahwa pasangannya tidak pernah merasa sendirian dalam kesendiriannya.
Bagian “You’ll be okay, Nan neoui pyeoni dwae julge eonjena” (Kau akan baik-baik saja, Aku akan selalu menjadi sisimu) adalah inti dari janji tersebut. Ini bukan hanya tentang kehadiran fisik, tetapi juga tentang menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan. Keinginan untuk selalu berada di dekat, “Jigeumcheoreom gajang gakkaun got, Ne gyeote itge hae jwo” (Tetaplah di sisiku, sedekat mungkin seperti sekarang), menunjukkan kerinduan untuk menjaga kedekatan, bahkan di tengah ketidakpastian.
Bahkan ketika dihadapkan pada luka masa lalu, “Neoui sangcheoga gunggeumhaedo, Damadulge” (Bahkan jika aku penasaran dengan lukamu, aku akan menyimpannya), Wonstein menawarkan penerimaan tanpa syarat. Ini adalah tanda kedewasaan emosional, di mana ia bersedia menanggung beban pasangannya tanpa menghakimi. Frasa “So stay close, Neoui jinsimeun naega anikka” (Jadi tetaplah dekat, karena aku adalah kebenaranmu) menyiratkan bahwa ia melihat sisi otentik dari pasangannya, bahkan ketika pasangannya sendiri mungkin ragu.
Pengulangan “Han baljjangman dagawa jwo, Nege son daeul su itge” (Mundurlah selangkah, agar aku bisa meraihmu) menunjukkan kesabaran dan pengertian. Ia tidak memaksakan diri, tetapi membuka ruang bagi pasangannya untuk mengambil langkah menuju penyembuhan dan keterbukaan. Puncak dari janji ini terangkum dalam “So babe I promise, Forever I’ll never leave.”
Lirik “Gakkeum seotun pyohyeondo nan uisim an halge, Nal seon neoui daneodo ihaehal su isseo” (Kadang-kadang aku tidak akan ragu bahkan dengan ungkapan yang canggung, Aku bisa mengerti kata-katamu yang menyakitiku) menunjukkan tingkat pemahaman yang luar biasa. Ia mampu melihat melampaui kata-kata yang mungkin terdengar kasar, memahami bahwa itu mungkin adalah ekspresi dari rasa sakit yang lebih dalam. “Neoui nunbichimyeon nan chungbunhae, Amu mal an haedo dwae” (Tatapan matamu sudah cukup bagiku, Kau tidak perlu mengatakan apa-apa) menegaskan bahwa komunikasi non-verbal pun sudah cukup untuk memahami perasaan pasangannya.
Bagian terakhir, “When you’re down and falling, Know that I’ll be there, Nunmurui uimireul al su itge, Ssodajineun bitsoge neoui usani doeeo julge” (Ketika kau jatuh dan terpuruk, Ketahuilah bahwa aku akan ada di sana, Agar kau bisa memahami arti air mata, Aku akan menjadi payungmu di tengah hujan deras) adalah janji perlindungan dan dukungan yang paling kuat. Ia berjanji untuk menjadi tempat berlindung, membantu pasangannya menemukan makna bahkan dalam kesedihan, dan menjadi perisai dari kesulitan.
Makna Mendalam “Promise”: Fondasi Cinta yang Kokoh
Makna lagu “Promise” oleh Wonstein secara fundamental berpusat pada konsep kesetiaan yang tak tergoyahkan dan dukungan tanpa syarat dalam sebuah hubungan. Lagu ini secara gamblang menolak gagasan cinta sebagai emosi yang bersifat sementara atau mudah goyah. Sebaliknya, ia memposisikan cinta sebagai sebuah komitmen jangka panjang, sebuah janji yang diucapkan dari lubuk hati terdalam untuk selalu mendampingi pasangan, bahkan ketika situasi menjadi sangat sulit dan menantang.
Dalam konteks narasi Can This Love Be Translated?, lagu ini secara elegan membungkus perasaan yang dialami oleh karakter Cha Mu Hee dan Joon Ho Jin. Mereka berdua berada dalam perjalanan untuk menjembatani perbedaan dan kesalahpahaman yang mungkin timbul dalam hubungan mereka. “Promise” menjadi semacam soundtrack emosional yang menggarisbawahi dedikasi mereka untuk saling hadir, memberikan dukungan, dan berkomitmen untuk kebersamaan selamanya. Lagu ini menegaskan bahwa di balik segala kerumitan emosional dan komunikasi yang tersendat, terdapat fondasi komitmen yang kuat, sebuah janji untuk tidak pernah meninggalkan satu sama lain.
Fakta Menarik Mengenai Wonstein dan Kontribusinya pada OST
Wonstein, yang memiliki nama asli Jung Ji Won, adalah seorang musisi yang telah mengukir namanya di kancah musik Hip-Hop dan R&B Korea Selatan. Ia dikenal luas berkat ciri khas suaranya yang husky namun lembut, serta kemampuannya yang luar biasa dalam memadukan gaya rap yang khas dengan sentuhan vokal yang penuh emosi. Keahliannya ini telah membuatnya menjadi pilihan yang sangat dicari untuk mengisi jalur suara (OST) drama-drama populer. Pengalamannya yang sukses mengisi OST untuk drama-drama besar seperti Twenty-Five Twenty-One dan Extraordinary Attorney Woo semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu kontributor OST terkemuka di Korea Selatan.
Oleh karena itu, keterlibatan Wonstein dalam mengisi OST untuk Can This Love Be Translated? bukanlah kejutan, melainkan sebuah penegasan atas kemampuannya. Kehadirannya dalam proyek ini diprediksi akan memberikan nuansa emosional yang menenangkan, sekaligus memperkaya atmosfer adegan-adegan romantis dalam drama. Lagu “Promise” secara khusus dirancang untuk menyatu dengan dinamika hubungan yang digambarkan antara Mu Hee dan Ho Jin. Lagu ini berhasil menangkap esensi dari pemahaman hati yang tulus, di mana salah satu pihak bersedia menerima dan memahami segala luka serta kerentanan pasangannya, karena ia mampu melihat kejujuran dan kebaikan yang tersembunyi di balik rasa sakit tersebut. Ini adalah inti dari janji yang ditawarkan dalam lagu tersebut, sebuah penerimaan total yang menjadi dasar dari cinta yang kuat.


















