Puluhan talenta muda sepak bola Indonesia berkumpul di Yogyakarta, memperebutkan tempat di skuad Timnas Indonesia U-17 di bawah komando pelatih anyar, Kurniawan Dwi Yulianto. Seleksi ketat yang digelar di Yogyakarta International School Soccer Field pada 23 hingga 28 Februari 2026 ini menjadi gerbang awal bagi 42 pemain terpilih untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, demi mengamankan posisi dalam tim yang akan menghadapi dua ajang internasional krusial: Piala AFF U-17 pada April 2026 dan Piala Asia U-17 pada Mei 2026 di Arab Saudi. Keputusan PSSI menunjuk legenda sepak bola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai nahkoda baru tim usia muda ini, menandakan ambisi besar untuk membangun fondasi tim yang kuat dan berdaya saing di kancah regional maupun Asia.
Proses seleksi yang dipimpin langsung oleh Kurniawan Dwi Yulianto ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah tahapan strategis dalam merajut visi jangka panjang pembinaan sepak bola usia muda Indonesia. Kurniawan, yang dikenal dengan segudang pengalamannya baik sebagai pemain maupun pelatih, memiliki mandat untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik dari generasi penerus sepak bola nasional. Kehadirannya di lapangan hijau Yogyakarta International School Soccer Field menjadi bukti keseriusan dalam memantau setiap pergerakan, setiap umpan, dan setiap determinasi dari 42 pemain yang berjuang keras. Seleksi ini mencakup pemain-pemain yang berasal dari berbagai klub profesional, akademi, hingga pusat pembinaan prestasi (PPLP) di seluruh penjuru Indonesia, menunjukkan upaya komprehensif PSSI dalam menjaring talenta dari berbagai sumber.
Kurniawan Dwi Yulianto: Sang Arsitek Baru Garuda Muda
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 merupakan sebuah keputusan strategis yang disambut baik oleh banyak pihak. Pengalamannya yang luas, baik saat membela Timnas Indonesia di berbagai level maupun saat menukangi tim-tim muda lainnya, diharapkan dapat memberikan sentuhan magis dalam pengembangan pemain. Kurniawan, yang pernah bermain di Eropa dan memiliki lisensi kepelatihan yang mumpuni, membawa perspektif modern dalam melatih. Ia tidak hanya fokus pada aspek teknis dan taktis, tetapi juga pada pembentukan mentalitas juara, kedisiplinan, dan pemahaman filosofi bermain yang kolektif. Seleksi yang ia pimpin secara langsung ini menjadi refleksi dari pendekatannya yang pragmatis dan detail, di mana setiap pemain harus menunjukkan potensi yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Dalam gelaran seleksi yang berlangsung selama enam hari tersebut, Kurniawan dan tim pelatihnya tidak hanya mengamati kemampuan individu para pemain, tetapi juga bagaimana mereka beradaptasi dalam situasi tim, kemampuan komunikasi di lapangan, serta daya juang yang ditunjukkan. Pemain-pemain yang dipanggil merupakan hasil dari pemantauan dan rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk klub-klub yang berkompetisi di liga domestik, serta program-program pembinaan yang telah berjalan. Tujuannya jelas: membentuk tim yang tidak hanya solid secara individu, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kesatuan yang tangguh di bawah tekanan pertandingan internasional.
Persiapan Menuju Panggung Asia dan ASEAN
Agenda terdekat yang menanti Timnas Indonesia U-17 adalah Piala AFF U-17 yang dijadwalkan bergulir pada 11 hingga 23 April 2026. Turnamen ini akan menjadi ujian awal yang sangat penting bagi skuad Garuda Muda untuk mengukur kekuatan dan kemampuan mereka di tingkat regional. Setelah itu, fokus akan beralih ke Piala Asia U-17 2025, yang akan diselenggarakan di Arab Saudi mulai 30 April hingga 17 Mei 2025. Keikutsertaan di Piala Asia ini bukan hanya sekadar partisipasi, melainkan sebuah kesempatan emas untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dari seluruh benua Asia, serta membuka jalan menuju kualifikasi Piala Dunia U-17 di masa depan.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi dua turnamen bergengsi ini. Seleksi yang dilakukan di Yogyakarta ini merupakan langkah awal dari serangkaian program pemusatan latihan yang lebih intensif. Kurniawan Dwi Yulianto diprediksi akan terus memantau perkembangan pemain terpilih, melakukan evaluasi berkala, dan mungkin saja melakukan penambahan atau pengurangan pemain sesuai dengan kebutuhan tim menjelang kedua ajang tersebut. Keberhasilan di kedua turnamen ini tidak hanya akan menjadi kebanggaan bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan program pembinaan usia muda yang tengah digalakkan oleh PSSI.
Daftar Pemain yang Bersaing di Seleksi
Proses seleksi ini melibatkan 42 pemain yang terbagi dalam beberapa posisi kunci. Di lini depan, nama-nama seperti Sean Rahman Castor (Persik Kediri), Fardhan Ary (Madura United), M Mierza F (Persik Kediri), M Hadza M (Borneo FC), dan Yohanes Yapagaimu (Safin Pati) menjadi sorotan. Lini tengah akan diisi oleh talenta-talenta seperti Fardan Faras Prawita (Borneo FC), Girly Andrade Guevara (Persik Kediri), Chico Jericho Y (ASIOP), Keanu Sanjaya (Bali United), Miraj Riski Sulaiman (Madura United), M Irgi Fahrezi (Erlangga FA), Alfredo Naraya N (Persebaya Surabaya), Abdul Galih R (Persib Bandung), Ridho (Persija Jakarta), I Komang Semadi (Bali United), Dava Yunna Adi (Persebaya Surabaya), Rohmat Nur H (PSM Makassar), M Rofiq Januar (Bhayangkara Presisi), Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi), dan Faisal Ade (Malut United). Sementara itu, lini pertahanan akan diperkuat oleh pemain-pemain seperti Waliyuddin Shofa A (Persib Bandung), Pandu Aryo (Persik Kediri), Putu Ekayana Yoga (Bali United), Farik Rizqi (Madura United), Shoyyo Himawan P (Persis Solo), Zidane Raditya Chandra (Persis Solo), M. Widi Fathillah (Persebaya Surabaya), Marthquin Yoku (PPLP Papua), M Rifaldi (Persija Jakarta), M Fata Fatihul Ihsan (PSS Sleman), Farrel Luckyta W (PSS Sleman), Made Arbi Ananta (Bali United), Rizki Qory Khatami (Persib Bandung), Gilbert G Wangge (Persita Tangerang), Handri Dimas Sulityo (Persik Kediri), Peres Akwila Tjoe (Persija Jakarta), M Daffa Prasetyo (Borneo FC), dan M Rauf (Bhayangkara Presisi). Terdapat pula nama Vito Fauza dari Persijap Jepara yang tercatat sebagai salah satu pemain yang bersaing.

















