Ketegangan yang kerap menyelimuti wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali mencuat pada Senin, 23 Februari 2026, ketika Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil melumpuhkan pergerakan Meno Heluka, seorang terduga kuat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Penangkapan dramatis yang terjadi di area strategis Pasar Baru Yahukimo ini bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan puncak dari operasi pemantauan intensif selama dua hari yang menargetkan individu yang diyakini terlibat langsung dalam penembakan tragis Serka Segar Mulyana, seorang prajurit TNI AD, pada pertengahan tahun 2025. Insiden ini menandai langkah signifikan aparat keamanan dalam upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kekerasan dan menegakkan supremasi hukum di salah satu daerah paling rawan konflik di Tanah Papua, mengirimkan pesan tegas bahwa negara tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk gangguan keamanan.
Operasi penangkapan Meno Heluka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja intelijen yang cermat dan pemantauan lapangan yang presisi oleh Tim Gakkum Unit Yahukimo. Sejak beberapa hari sebelumnya, pergerakan Meno Heluka telah terdeteksi dan dipantau secara ketat, khususnya saat ia terpantau berada di sekitar Terminal 88 selama kurang lebih dua hari. Informasi intelijen mengindikasikan bahwa Meno Heluka berencana untuk bergeser menuju wilayah Korowai, sebuah area yang secara geografis dikenal sulit dijangkau dan kerap dijadikan basis persembunyian serta lokasi konsolidasi bagi kelompok-kelompok bersenjata. Menyadari potensi pelarian tersebut, tim gabungan segera menyusun strategi penangkapan yang matang. Pada pagi hari tanggal 23 Februari 2026, ketika keberadaan Meno Heluka dipastikan di area Pasar Baru yang ramai, personel Satgas Damai Cartenz bergerak cepat dan terukur. Proses penangkapan berlangsung tanpa insiden berarti, berhasil mengamankan Meno Heluka tanpa menimbulkan gangguan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi yang padat aktivitas. Setelah berhasil diamankan, Meno Heluka segera dibawa ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman lebih lanjut terkait peran serta keterlibatannya dalam berbagai aksi kejahatan yang meresahkan.

















