Dalam perayaan megah bertajuk “Oriflame 40 Years of Stars” yang digelar di Bengkel SCBD, Jakarta Selatan, pada pertengahan Februari 2026, dua sosok inspiratif Indonesia, penyanyi Yura Yunita dan aktris Putri Marino, membongkar filosofi mendalam di balik rahasia kecantikan mereka yang melampaui sekadar penampilan fisik. Melalui kolaborasi ini, keduanya menekankan bahwa kecantikan sejati berakar pada penerimaan diri, kesehatan mental, dan koneksi emosional, di mana penggunaan produk perawatan kulit (skincare) dan wewangian (parfum) menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan diri serta memberikan afirmasi positif bagi jiwa di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang menuntut kesempurnaan. Acara tersebut bukan sekadar selebrasi ulang tahun brand kecantikan asal Swedia tersebut, melainkan sebuah refleksi tentang bagaimana sebuah merek tetap relevan dengan berjalan beriringan bersama komunitasnya dan mengangkat nilai-nilai pemberdayaan perempuan.
Ritual Mindful Skincare Yura Yunita: Transformasi Perawatan Wajah Menjadi Momen Meditasi
Bagi penyanyi berbakat Yura Yunita, kecantikan tidak pernah berdiri sendiri sebagai hasil dari polesan produk semata. Pelantun lagu “Tutur Batin” ini mengungkapkan bahwa rutinitas penggunaan skincare telah bertransformasi menjadi sebuah ritual “me-time” yang sangat sakral di tengah jadwal panggungnya yang padat. Di hadapan para tamu undangan di SCBD, Yura menjelaskan bahwa skincare baginya adalah jembatan untuk terhubung kembali dengan diri sendiri. Ia tidak memandang tahapan perawatan kulit sebagai kewajiban yang membosankan, melainkan sebagai momen untuk mengheningkan diri dan menenangkan pikiran dari segala distraksi eksternal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesehatan kulit dan kesehatan mental adalah dua hal yang saling berkaitan erat dalam definisi kecantikan modern.
Yura Yunita menerapkan metode yang sangat spesifik dalam mengaplikasikan setiap produk perawatan wajahnya, yakni dengan penuh kesadaran atau mindfulness. Ia menekankan pentingnya melakukan setiap tahapan tanpa rasa terburu-buru. Proses ini dimulai dengan mengatur ritme napas yang perlahan dan dalam, kemudian dilanjutkan dengan membasuh wajah secara lembut, hingga mengaplikasikan serum atau pelembap dengan pijatan yang penuh perasaan. Menurut Yura, dengan bernapas secara lambat saat menggunakan skincare, seseorang dapat menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dirinya sendiri dan merasakan kehadiran utuh di momen tersebut. Hal ini menciptakan efek relaksasi yang mendalam, yang pada akhirnya terpancar melalui aura wajah yang lebih segar dan bercahaya.
Kekuatan Afirmasi Positif dan Koneksi Diri di Penghujung Hari
Lebih jauh lagi, penyanyi berusia 34 tahun ini mengintegrasikan kekuatan kata-kata ke dalam rutinitas kecantikannya. Saat berdiri di depan cermin untuk menggunakan skincare maupun makeup, Yura kerap menyelipkan kalimat-kalimat afirmasi positif sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri (self-love). Ia percaya bahwa apa yang diucapkan kepada diri sendiri akan memengaruhi energi yang dipancarkan ke lingkungan sekitar. Beberapa kalimat yang sering ia bisikkan antara lain adalah pengakuan atas kecantikan dirinya, keyakinan bahwa ia mampu menarik energi baik, serta optimisme untuk menjalani hari dengan performa terbaik. Sebagai brand ambassador terbaru Oriflame, Yura ingin menginspirasi perempuan lain bahwa kepercayaan diri dimulai dari dialog internal yang sehat.
Momen menggunakan skincare di malam hari juga dianggap Yura sebagai ritual penutup hari yang krusial. Setelah seharian bekerja keras, ia menggunakan waktu tersebut untuk memberikan apresiasi kepada dirinya sendiri. Dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa ia telah melakukan yang terbaik hari itu, beban pikiran perlahan terangkat. Ritual ini tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit secara fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur. Yura mengakui bahwa setelah melakukan afirmasi dan perawatan yang mindful, ia dapat tidur dengan lebih tenang dan nyenyak, sehingga siap menyambut hari esok dengan semangat yang baru. Ini adalah bentuk validasi diri yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu untuk menjaga keseimbangan hidup.
Putri Marino dan Filosofi Wewangian: Lebih dari Sekadar Aroma, Sebuah Identitas
Berbeda dengan Yura yang menitikberatkan pada ritual skincare, aktris papan atas Putri Marino membagikan rahasia kecantikannya melalui medium wewangian. Bagi istri dari Chicco Jerikho ini, parfum bukan sekadar pelengkap penampilan atau aksesori tambahan, melainkan sebuah simbol diri dan pengingat akan identitas yang kuat. Putri meyakini bahwa aroma memiliki kekuatan magis untuk mengubah suasana hati (mood) secara instan dan meningkatkan level kepercayaan diri seseorang dalam hitungan detik. Baginya, tampil cantik tanpa aroma yang representatif terasa kurang lengkap, karena parfum adalah “tanda tangan” tak kasat mata yang ditinggalkan seseorang di dalam sebuah ruangan.
Putri Marino memiliki kebiasaan unik dalam menggunakan parfum, di mana ia selalu memakainya baik saat berada di dalam rumah untuk kenyamanan pribadi maupun saat beraktivitas di luar rumah untuk keperluan profesional. Ia memberikan tips berharga bagi mereka yang masih mencari jati diri melalui wewangian: carilah aroma yang benar-benar sesuai dengan karakter pribadi dan mampu membangkitkan rasa percaya diri. Putri menyarankan untuk memilih parfum dengan ketahanan lama agar pesan identitas yang ingin disampaikan tetap konsisten sepanjang hari. Baginya, pemilihan parfum adalah proses yang sangat personal dan tidak bisa dipaksakan oleh tren semata.
Teknik Aplikasi dan Memori Emosional di Balik Love Potion
Dalam hal teknis aplikasi, Putri Marino memiliki cara tersendiri untuk memastikan aromanya menyatu sempurna dengan tubuh. Ia biasanya menyemprotkan parfum secara menyeluruh dari atas hingga bawah, mencakup area pakaian dan juga langsung ke kulit. Putri mengungkapkan ketertarikannya pada bagaimana aroma parfum berevolusi seiring berjalannya waktu. Ia sangat menyukai wangi parfum yang sudah lama menempel di badan (dry down), karena menurutnya aroma tersebut menjadi lebih kompleks, unik, dan menyatu dengan aroma alami tubuh. Hal inilah yang membuat setiap orang bisa menghasilkan wangi yang berbeda meskipun menggunakan parfum yang sama.
Salah satu produk yang menjadi favorit dan memiliki tempat spesial di hati Putri adalah Love Potion Cherry on Top. Parfum ini memiliki profil aroma yang kaya dari keluarga wewangian ambery fruity, dengan catatan utama (key notes) berupa lipstick accord yang glamor, black cherry yang manis, serta chocolate truffle accord yang memberikan kesan mewah dan sensual. Namun, alasan Putri jatuh hati pada parfum ini bukan hanya karena komposisi kimianya, melainkan karena memori masa kecil yang dibangkitkannya. Aroma cherry di dalamnya secara instan membawa ingatannya kembali ke masa liburan di Italia bersama mendiang ayahnya.
Putri mengenang dengan penuh haru bagaimana sang ayah selalu membelikan buah cherry setiap kali mereka tiba di Italia untuk berlibur. Kedekatan emosional tersebut membuat aroma cherry menjadi simbol kasih sayang dan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya. “Jadi setiap kali mencium wangi atau makan buah cherry, aku selalu teringat Papa,” ungkapnya dengan nada nostalgia. Cerita ini mempertegas bahwa kecantikan dan produk-produk di sekitarnya seringkali menjadi jangkar emosional yang menghubungkan kita dengan kenangan indah dan orang-orang tersayang, menjadikan rutinitas kecantikan sebagai pengalaman yang sangat manusiawi dan penuh makna.
Secara keseluruhan, rahasia cantik dari Yura Yunita dan Putri Marino memberikan perspektif baru bahwa menjadi cantik adalah tentang merasa cukup, berharga, dan berani mengekspresikan diri apa adanya. Baik melalui ketenangan dalam ritual skincare maupun kekuatan memori dalam sebotol parfum, keduanya sepakat bahwa kecantikan sejati adalah pancaran dari dalam (inner confidence) yang dirawat dengan penuh kesadaran dan cinta kasih terhadap diri sendiri.

















